Mata terasa sepat seakan tidur terlambat.Mengapa tak lagi menulis karena semakin mahal biaya terbit.Bukan kurang tidur tapi terlalu banyak yang diukur.Aku ujian untukmu,dia ujian untukku.Manusia Tuhan jadikan ujian bagi sesama.Hampir tiap hari komplain kudapat, namun tak pernah minggat.Ukuran manusia sudah terlampaui entah bagaimana lagi.Jika sudah berusaha maksimal lalu apa?, Ada suatu yang harus kau renungkan.Jika tak lagi nyaman dan memaksakan,bagaimana Tuhan?,Kau tahu,perjalanan dari sana kesini dan sebaliknya menguji nyali meski banyak orang sakti.Ya 60menit pagi dan sore itu sungguh membuat lemas.Dalam doa tiap malam kubisikkan,"Ya Rabb jika ini benar mudahkan,jika ini salah mudahkan tuk selesai dengan penuh kedamaian"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar