Sabtu, 31 Januari 2015

rindu kabut

rindu kesendirian
rindu tinggalkan halaman bertemu makhluk-makhluk Tuhan
rindu tetesan keringat dingin bercampur embun
rindu duduk  di tanah dan rumput
rindu tenggelam dalam putihnya kabut
rindu hirup udara segar bercampur kabut nan dingin
rindu berponco ria dengan carrier di pundak
rindu pandangi sunyinya hutan dan suara alam
rindu rebahkan raga di batu dingin memandang puncak pohon
rindu rebahkan raga di pasir kawah pandangi hujan meteor
rindu pandangi geliat pacet di  kanan kiri memburu darah
rindu cumbui gelap malam dan cantiknya kabut
dalam gelap malam ku berdoa
Ya Sattaaar Ya Aliim, tutupi aibku 
Laksana malam pekat selimuti kita semua
Ya Ghoffar, ampuni dosa-dosaku 
Laksana sucinya kabut basuh tebing-tebing terjal
 

Rabu, 21 Januari 2015

aku anak mama


aku anak mama
gunakan celana panjang dalam rokku
minimalisir rangsangan bagi para lelaki
tak mau menyiksa lelaki dengan indahku
tak mau berikan tubuhku gratis pada yang tak berhak
tak mau tersiksa menahan hasrat
tak mau merangsang dan terlanjur sesat terangsang
tak mau diazab bersama para trilyunan perempuan binal di neraka

   aku anak mama 
   tak mau berjudi dengan umurku yang singkat
   aku anak mama
   tak setuju dengan muda foya2,tua kaya raya,mati masuk surga
  
aku anak mama,
pilih-pilih teman terbaik agar tak salah gaul
aku anak mama
mama
do'akan anakmu
istiqomah bersyukur dengan segala nikmat
menjadi anak solehah
amin.

Jumat, 16 Januari 2015

Ayo, Bawa Simbol Agama!


   Tulisan ini sama sekali bukan tuk memprovokasi antar pemeluk agama, melainkan belajar semangat totalitas dengan melibatkan simbol agama dari salah satu klub ternama dunia.

   Ketika ada sekelompok orang yang mengatakan :
" Jangan bawa simbol-simbol agama ke dalam urusan dunia (profan), mari kita lihat  tanda salib di jersey terbaru klub sepak bola Eropa (AC MILAN).

  Merujuk kesuksesan AC MILAN di era keemasannya di tahun 90-an, Milan kembali meluncurkan jersey dengan lambang salib yang lebih besar dari sebelumnya yang  berdampingan dengan garis-garis merah. Harapannya Milan kembali berjaya seperti era 90-an.

  Nah, kalau saja ada yang memperjuangkan kejayaan tim sepakbola yang duniawi (profan)  dengan  suatu simbol agama saja dapat diterima, maka adalah sangat lumrah jika majlis taklim, ormas menggunakan simbol agama dan semangat agama dengan dasar yang kuat.
  Jangan dong kemudian kita sebagai muslim yang justru anti dengan simbol-simbol agamanya sendiri, meski memang masih banyak oknum-oknum yang berlaku anarkis. Pasti ada alasan yang tepat mengapa mereka berlaku demikian.Pemberitaan miring sering juga dihembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Mari pelajari lebih banyak tentang mereka dalam AD/ART-nya.

  Dalam kata lain juga, para milanisti yang muslim baiknya berpikir ulang menggunakan jersey terbaru klub ini. Masa sih enggak risih bawa-bawa salib ke mana-mana sementara dia seorang muslim?. Kalo lagi main sepak bola/futsal atau nonton bareng Milan sih masih mending. Kalo lagi rapat Maulid atau kegiatan lainnya kayaknya kurang pantas. 

  Syukur-syukur mendalami  makna dasar  simbol salib tersebut dan mempelajari simbol bulan bintang dan simbol-simbol Islam lainnya yang ada dalam jersey Poursmouth salah satu klub di liga Inggris.


Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa salib menunjukkan identitas, kebanggaan, visi dan misi mereka. Jika kita bangga gunakan salib gimana dong ceritanya?

So, tetap dukung Milan dan berpikir ulang gunakan jersey terbarunya. Nyok, belajar terus tentang sejarah Islam.

Kamis, 18 Desember 2014

malu kok sama kucing?


Kamu anak manis
Janganlah menangis
Malu sama kucing
Meong-meong-meong...

 Lagu ini easy listening banget. Terlebih vokalnya Roma Irama eh Romaria  dengan rambut keritingnya yang imut. Saking enaknya, lagu ini juga sempat dimuat dalam yell pramuka.  

  Dalam salah satu promo lagu ini, digambarkan ada pasangan yang selingkuh dan kemudian di tegur oleh sang penyanyi :
Malu sama kucing,Meong-meong-meong!

Sayangnya dalam promo yang lain ada pernyataan yang kurang pas :
"Sekarang tengah menjalar fenomena aneh malu sama kucing.
Hari gini gak pacaran?,
 Gak malu sama kucing?,hehehe".

  Nah pernyataan promo pertama dan kedua sebenarnya terlihat kontradiksi.  Yang pertama mendukung kesetiaan sebagai akhlak yang baik (dengan catatan setia pada pasangan halal),sedangkan yang kedua mendukung pacaran, sehingga tidak pacaran adalah salah satu yang memalukan.

Gak pacaran kok malu?,hahay

 "Malu kok sama kucing?"

  Pertanyaan di atas idealnya juga kita sertakan dalam memahami banyak pernyataan dalam bentuk apapun, termasuk pernyataan yang disuarakan dalam lagu. Lagu yang baik adalah lagu yang syarat dengan nilai moral yang tinggi sehingga dapat membantu pembentukan karakter generasi mendatang yang handal.

"Malu kok sama kucing?, Kucing aja gak punya malu"

  Salah satu makhluk Allah swt yang diberikan rasa malu adalah manusia. Manusia yang berhati nurani dan berpikiran yang sehat akan malu jika bertindak salah dan diketahui oleh manusia yang lain. 

  Berbeda dengan manusia yang berhati dan pikiran yang kotor. Dosa-dosanya telah menutupi hati dan pikirannya sehingga ia tak mampu lagi berintrospeksi bahkan marah jika diingatkan.Dalam salah satu hadits disebutkan :

إذا لم تستح فاصنع ما شئت
Kalo kagak malu terserah dah ente mao ngapain juga...

  Balik lagi ke "malu kok sama kucing, emang ente kucing". Jadi agaknya kurang pas kalo malu sama kucing dan tidak malu sama sesama manusia. Kita kan  manusia. 

  Bisa aja sih pemahamannya menjadi positif jika,

"sama kucing aja malu apalagi sama manusia". Faktanya kan sama manusia aja kagak malu apalagi sama kucing.Nah kalo emang bisa malu sama kucing apalagi sama manusia  begini yang manteb.Setuju?. Semoga kita jadi manusia2 yang malu jika berbuat salah dan segera bertobat.Amin.





Senin, 08 Desember 2014

"Stop Call Them Mario Bross, Doraemon, Princess...!"

"Stop Call Them Mario Bross, Doraemon, Princess...!"



  Bukan cuma Mario Bross, panggilan lain, seperti Doraemon dan Princess juga sering terdengar keluar dari mulut para siswa dan siswi. Yang membuat semakin kecewa juga pelakunya adalah anak-anak yang mempunyai nilai-nilai bagus di rapornya. Intelektual memang tidak menjamin akhlaq mulia seorang.

  Lagi-lagi masalah fisik yang disoroti oleh anak-ana, padahal mereka adalah generasi antirasisme apalagi verbal bulying yang kampungan. Issue-issue tentang antirasisme dan verbal bulying marak dibicarakan di medsos lebih dari setahun yang lalu di seputar mereka. Ya, kalau mereka peduli tentang perbaikan moral. Sayangnya santapan mereka dalam berinternet melulu pada games dan content-content destruktif lainnya.


  Kasihan sekali mereka jika mereka tak kunjung menghargai sesama terlebih kepada guru-guru mereka. Kian kampungan dengan perilaku mereka.

  Mario Bross, Doraemon, dan Princess. Secara fisik guru-guru kita memang tidak seideal boyband/girlband dari Korea atau seleb2 lainnya, tapi mereka masih punya keberanian untuk mendidik, membimbing kita semua, menunjukkan yang benar dan salah di tengah dunia yang semakin membingungkan, menggiring kita kepada Materialisme, Konsumtifisme,Hedonisme, Demoralisasi dan paham-paham lainnya yang merusak.

  Para guru yang dimaksud dengan panggilan-panggilan tersebut sepertinya belum tahu dengan hal tersebut. Jika pun tahu mereka dengan sabarnya tetap mendoakan agar semua siswa/i- nya menjadi anak yang soleh dan solehah.Amin

ربّنا هب لنا من أزواجنا وذرّياتنا قرّة أعين واجعلنا للمتّقين إماما

Kamis, 04 Desember 2014

bunga tuk guruku

Bunga untuk guruku


Hari ini hari ulang tahun guru Indonesia yang ke-69. Sekolah kami mengadakan perayaannya dimulai dengan upacara hari guru nasional yang petugasnya  adalah  bapak/ibu guru. Subhanallah, Alhamdulillah, guru-guru kami melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka menunjukkan keseriusan dan kedisiplinannya yang tinggi meski tidak muda lagi seperti kami.

Keseriusan dan kedisiplinan yang sulit sekali kami miliki di tengah serangan budaya destruktif. Sebab itulah nilai hasil belajar kami sangat rendah, karena kami tidak memiliki kedisiplinan dan keseriusan terlebih fokus yang tinggi terhadap segala sesuatu.

 Pekerjaan rumah yang sangat besar bagi kami dan semua stake holder untuk menghadirkan kedisiplinan, keseriusan dan fokus yang cukup lama terhapus oleh salah gaul, games, film dan lagu-lagu yang membuat kami cengeng.

Dalam kesempatan ini  Pak Mendiknas Anis Baswedan mengirimkan surat kepada para guru “Menjadi guru bukanlah pengorbanan, melainkan kehormatan yg memang belum bisa pemerintah beri penghargaan setinggi-tingginya. Bapak Ibu guru sekarang kita adalah hasil pendidikan lalu, waktunya membentuk anak didik yang tak kalah dengan kualitas bapak/ibu guru di zaman mendatang yang jauh lebih berat”.

Salah satu moment yang khidmat juga turut dirasakan saat bersama menyanyikan hymne guru dan lagu terimakasih guruku. Lagu tersebut adalah salah satu hadiah yang bisa diberikan oleh setiap siswa/i tanpa mengeluarkan uang sedikitpun. Cukup nyanyikan kedua lagu tersebut dengan penuh khidmat dan rasakan sensasinya. Tak jarang para gurupun menangis di moment ini, mengingat jasa para guru-guru mereka  dulu yang telah bekerja keras membentuk pribadi hingga terbentuk seperti sekarang ini.

Sekali lagi, moment ini adalah moment yang ditunggu-tunggu banyak guru, bersama meresapi maknanya yang dalam, sebuah usaha  menyambungkan kembali hubungan emosi  yang harusnya terjalin dengan kuat dan mesra antara guru dengan siswa/i nya, antara guru dan rekan kerja, antara guru dengan guru-gurunya yang telah cukup berhasil mengantarkan siswa/i-nya menjadi guru kembali.

Serentak  selesai upacara seluruh siswa dan siswi bersalaman memberi selamat kepada guru-guru mereka terlebih kepada wali kelasnya. Banyak yang memberi hadiah berupa bunga, bingkisan,kue ulang tahun dll. Subhanallah, Alhamdulillah, indah sekali saat itu.

Para guru menjadi selebritis dalam satu jam layaknya pengantin yang di pajang di pelaminan. Tak sedikit anak-anak yang meminta foto bersama guru-guru layaknya selebritis yang dikejar-kejar penggemarnya. Alhamdulillah, sudah seharusnya moment ini sering kita wujudkan dan rasakan agar terjalin hubungan yang baik antara guru dan siswa/i terlebih hubungan emosional yang dapat mempengaruhi dan membentuk karakter siswa/i.

Bagaimana  seorang guru dapat dengan nyaman mengajar dan mendidik jika tidak dihormati oleh siswa/i yang seakan tak butuh pengajaran dan pendidikan?, sebagaimana tak butuhnya seorang pasien yag bodoh kepada saran dokter padahal penyakit mematikan sedang berusaha membunuhnya . Kaidah dalam kitab Ta’liim Al-Muta’allim mengatakan.

وَ مِنْ تَعْظِيْمِ اْلعِلْمِ تَعْظِيْمُ اْلأُسْتَاذِ

Mari hormati guru!



Selasa, 02 Desember 2014

"i do love you"

  

Bersandar di pundakmu tanpa merasa risih. Kau sabar temaniku menunggu tukang tahu gejrot yang tengah melayaniku.Tak jua kau enyahkan tubuhku yang cukup berat ini  terus bersandar di pundakmu masih di boncengan motormu.Tak rela dirimu jika aku sampai jatuh di pelukan lelaki lain yang tak halal. 

  Kerut di wajahmu dan sekujur kulit tanganmu menandakan kau tidak lagi muda. Tak dapat disanksikan lagi betapa besarnya cintamu padaku dengan segala pengorbananmu sampai saat ini.

   Remaja belasan tahun yang masih saja manja padamu.Tidak sedikit remaja belasan tahun yang telah hanyut di pelukan kekasih-kekasih tak halal mereka karena mungkin tidak memiliki sosok sepertimu.

  Tanpa sedikitpun ragu kupeluk erat tubuhmu yanng selalu mencintai dan menyayangiku, sambil berucap 

"i love you dad"

  Semoga para ayah lainnya juga mencintai dan menyayangi para anak gadisnya dengan tulus sehingga tak perlu ada pelukan-pelukan haram sebelum waktunya.Amin