Rabu, 08 Februari 2017

Aku atau Rahma?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ya, kau milikku sekarang. Setidaknya untuk 2minggu ke depan hingga Rahma kembali memberimu kesan indah. Trending topic akan menjadi milik kita. Di antara para guru, diantara teman, teman civitas sekolah. Alhamdulillahirabbil'alamin.

Aku pastikan ini adalah hal terindah tentang kita. Sang juara 1 dan 2  lomba bahasa Arab tingkat kota. Tiap kali ada kesempatan lomba, Kak pembina meminta kita all out  tuk raih juara, karena kemenangan  bukanlah suatu kebetulan. Kemenangan adalah hasil jerih payah pengorbanan. Kemenangan adalah  saat bertemunya kesempatan dan kesiapan sang juara.

Aku tak sabar menanti hari Senin datang. Kembali bertemu dengannya. Bagaimanapun perasaan ini tidak dapat dipungkiri dan dipendam dalam-dalam. Biar dia mengalir indah seperti aliran sungai yang mengalir ke laut bertemu dengan cintanya. Mengalun indah seperti lagu yang membuat kita kembali semangat menjalani hari-hari.

Kini giliranku rasakan kesan itu menikmati cerita cinta. Sebelumnya Rahma telah mendapatkan kesempatan dekat dengannya di lomba-lomba yang lain. Sering aku menahan rasa itu, memendamnya dalam lantai terbawah. Sayangnya tidak dengan Rahma.

Aku tidak menunjukkan bahwa aku suka padanya. Tidak pernah. Celakanya aku pernah bercerita pada Rahma tentang perasaanku padanya. Ya, tentang Farhan. Berbeda sekali dengan Rahma yang sering menunjukkan kemesraannya. Menurutku sih, Farhan tidak nyaman dengan sikapnya. Jika benar, sekali lagi aku punya kelebihan darinya.

Hah, kadang sulit sekali menjalani ini.Bayangkan saja kami suka pada laki-laki yang sama dan kami menjadi anggota aktif di organisasi yang sama. Kadang aku berpikir, kapan ia akan lebih menghargai perasaanku sebagai sahabat.

Sejak di kelas VIII, kami memutuskan untuk aktif di Pramuka. Kami juga terpilih menjadi anggota OSIS, bersama Farhan yang tampan  pastinya.

Kami masih sama-sama memendam rasa itu. Kami masing-masing belum tahu  perasaan yang sama. Silih berganti kesempatan kami tuk dekat dengannya. Sampai pada kak Pembina mengajak kami survey lokasi camping di Camping Ground Sukamantri kaki gunung Salak.

Subhanallah indahnya saat itu. Keluar dari kawasan kota Bogor, kita mendekati kawasan hutan gunung Salak yang lebat. Tidak banyak rumah berdiri di sana. Ya, layaknya cagar alam yang dilindungi. Kami semakin jauh masuk ke dalam  kawasan hutan. Jalan berbatu tak beraturan. 

Batu-batu yang besar membuat kami khawatir kendaraan yang kami tumpangi tak mampu melaju melaluinya. Beberapa mobil terbukti terhenti akibat batu-batu besar itu. Beberapa mobil terperosok ke semak belukar akibat slip batu yang licin.

Pukul 17.00wib keadaan mulai temaram. Gelap menghampiri. Udara bertambah dingin. Hujan masih mengguyur. Jalan berbatu semakin licin dilalui. Suara penghuni hutan mulai terdengar. Kak pembina meminta kami untuk berdzikir dan bersalawat  semampunya. Alhamdulillah, 10 menit kemudian kami sampai di camping ground.

Setelah membayar retribusi, kak Pembina meminta kami hunting lokasi camp yang strategis dan nyaman dekat dari toilet. 5menit kemudian dengan sigapnya kak pembina dibantu Arif dan siganteng Farhan mendirikan tenda.

 Malam menjelang, selesai salat maghrib dan isya, kami makan malam. angin dingin kembali datang dari jauhnya puncak gunung Salak di atas kami.Lampu-lampu kota Bogor cantik terlihat dari tempat kami istirahat. Subhanallah indahnya. 

Malam itu kami saling bercerita tentang perkembangan Pramuka dari hari ke hari. Visi, Misi dan lain sebagainya. Kami merasa sangat dekat sekali dengan kak Pembina serta kawan-kawan saat itu.Inilah mengapa camping begitu penting bagi Pramuka. 

Alam adalah media yang sangat baik untuk membentuk karakter seseorang, termasuk media yang sangat baik untuk berlatih banyak keterampilan. Ketika tingkat kebosanan dan stres hidup di kota dengan segala macam kesemrawutannya, hutan, gunung dan laut adalah solusinya. Subhanallah.

Selesai bercerita tentang Pramuka, kami beralih ke soal lain. Sosok-sosok unik di sekolah pun tak luput dari pembicaraan kami. Ya,  sosok seorang MG dan Ibe yang punya kepercayaan diri yag tinggi sangat patut ditiru.hehehe...

Ingin sekali aku meminta teman-teman untuk menuliskan pengalaman seru kita waktu di sekolah sebagaimana saran kak Pembina. Sayang, teman-teman hanya sekedar berwacana menanggapinya.

Malam semakin larut. Kami belum juga memejamkan mata, padahal sebenarnya letih juga badan ini. Keseruan ini yang membuat kami kuat beraktifitas meski lelah. 

Dance Love Cup Love Dance 

Satu hal yang terjadi malam itu yang belum  dirasakan  oleh Rahma. Aku dan Farhan bernyanyi sambil memainkan gelas plastik. Kita punya hobi yang sama. Kak Pembina pun sangat suka pada suaraku. Katanya, aku sudah layak ikut x-factor. Hah, ada-ada saja kak Pembina memujiku. Saat itu aku tak peduli Farhan merasakannya atau tidak. 

Yang pasti aku senang sekali bisa bernyanyi dan bermain bersama dalam satu tenda. Oh, so sweet.

Malam itu seakan milik kita berdua.Meski hanya bermain dan bernyanyi. Cinta tak mesti memiliki. Cinta tak mesti bersambut. Entah apa yang dirasakan Farhan. Aku tak peduli.  Entah apa yang dirasakan Rahma. Jealous kah padaku yang dekat sekali pada Farhan. Aku tak bermaksud sama sekali membuatnya cemburu. Terlebih saat itu mereka belum jadian.

Beberapa bulan kemudian mereka pun jadian. Jujur aku sangat cemburu. Jelang lomba mereka terlihat romantis sekali. Hebatnya, meski demikian terlihat romantis kita bisa bersikap professional. Hubungan/perasaan  rumit ini tidak membuat kami bermusuhan. Ini adalah suatu yang biasa terjadi, sebagaimana diajarkan oleh kak Pembina. Kita buktikan kita bisa memboyong cukup banyak trophy. Alhamdulillah.

Moment lomba telah usai. Gegap  gempita Euforia telah usai. Banyak yang berubah setelah 3bulan berlalu. Kami dikondisikan untuk konsentrasi Tryout UN dll. Di tengah kesibukan ini justru Farhan jadi milikku. Ku pikir cinta tak meski bersambut dan berakad sebagaimana nikah. Cinta tak mesti jadian.

Di  tengah kesibukan yang membuat hubungan Farhan dan Rahma sedikit renggang, aku dan Farhan justru semakin dekat karena di utus lomba. Kebahagiaan bertambah, ketika kami berhasil menembus babak selajutnya ke level yang lebih bergengsi. Yes. We are the champion. Yes we are the new secret admire couple.

Mungkin seminggu atau selamanya.  Aku atau Rahma yang terpilih jadi pendampingnya adalah suatu misteri besar, atau aku dan Rahma yang sama sekali tidak terpilih.Yang pasti entah aku atau Rahma harus siap menerima taqdir baik atau buruk-Nya. Demikian kak Pembina menambahkan.





Minggu, 08 Januari 2017

nanjak bareng bang luthfi .gnSindoro 3153mdpl

Nbbl sindoro 3153
23-26Desember2016

Bismillahirrahmanirrahim.


Kututup tahun ini dengan indahnya. Bersama  murid2ku 2016yang setia. Disana, ya di 3153mdpl puncak Gunung Sindoro. Dengan bangga akan kutulis satu persatu nama-nama kalian bersama doa yang kupanjatkan agar kalian menjadi anak yang soleh. Hasbie, Nizam, Farhandhika, Shendy, Harry, Azmi,Rifky, dan Raihan. Bersama kalian di atas awan Wonosobo teramat indahnya. Alhamdulillahirabbil’alamin. Allahu Akbar

***

Jum’at 23 Desember2016,Pukul 15.30 Terminal bayangan Mampang penuh sesak dengan penumpang. Harry dan Rifky yang datang lebih dulu segera menghampiri. Terlihat raut wajah kecewa padanya. Akupun panik melihat keadaan ini. Banyak juga calon penumpang yang kecewa tak mendapat tiket

“Ya, ini salahku”, bisikku dalam hati menyesali terlambat datang. Apa daya kerjaan masih menumpuk di MTsN1 hingga pukul 14.30. Tak mungkin kutinggalkan.

Masyaallah. Penumpang membludak. 1bus Sinarjaya jurusan Purworejo, 1bus jurusan Pemalang, 1bus jurusan Bobotsari telah terisi penuh. Sinar Jaya jurusan Wonosobo tiba-tiba diganti trayeknya ke Bobotsari. Aku sangat kenal dengan bus yang pernah kutumpangi saat ke Prau beberapa bulan yang lalu. 

Segera yang teman-teman yang lain berdatangan. Tinggal Azmi dan Dhika yang belum datang. Meski kehabisan tiket, kita harus secepatnya diskusi cari solusi. Wajah-wajah kecewa semakin terlihat. 

Aku memutar otak untuk mencari solusi. Liburan panjang terminal manapun akan sulit dapat tiket. Teringat waktu aku mengejar Lorena terakhir menuju Bobotsari di Pulogadung pukul 20.00wib waktu ke Slamet. Teringat waktu aku berebut masuk bus DMI menuju Wonosobo pukul 00.00wib waktu ke Sumbing. Astaghfirullahal’azhiim. Semua menghantuiku.

Lebak Bulus / Kampung Rambutan/ Pulo Gebang?

“Pak usahain ya pak, pokoke ke Sindoro”, tiba-tiba Nizam menyadarkan lamunanku. Aku harus bertindak cepat agar tidak lagi kehabisan tiket jika ingin terus memperjuangkan Sindoro Wonosobo.

Untung saja om Haries ayah Hasbie memberi solusi. Ia menyarankan agar aku terlebih dahulu memesan tiket bus di Kampung Rambutan.

“Han, pesenin Grab”, pintaku ke Raihan

Alhamdulillah, tak lama Grabbikepun datang. Segera saja macet menyambut di tiap perempatan. Astaghfirullahal’azhim. Makin panic aku dibuatnya. Menurut penjual tiket di mampang Sinar Jaya terakhir berangkat pukul 18.00 wib dari Kampung Rambutan. Sekarang pukul 16.30.Bismillahirrahmanirrahim. Harap-harap cemas, semoga masih ada tiket tersisa.

“Bang, maaf bgt, bensinnya abis”, tiba-tiba motor berhenti
“Waduh, gimana neh, saya kan buru-buru bang”,akupun complain.
“Ya, abis gimana bang, maaf bgt ya”,masang tampang menyesal

Setelah membayar, akupun segera berlari menaiki tangga penyebrangan yang berada di atas jalan tol menuju terminal kampung Rambutan. The Power of Panic memaksaku kuat berlari naik turun jembatan sepanjang 50meter itu. Ditambah 100meter jalan datar lalui angkot-angkot menuju terminal.

Alhamdulillah. Aku sudah berada di dalam. Segera aku menuju terminal antar kota antar provinsi di sebelah timur. Segera aku menyisir dari utara ke selatan. 6 bus Sinar Jaya Jurusan,Purwokerto, Wonosobo, Bobotsari, Pemalang,Pekalongan,Tegal.2bus Pahala Kencana jurusan Purwokerto dan Wonosobo. 1bus DMI jurusan Wonosobo. Semuanya penuh.

Astaghfirullahal’azhiim.
Tiba-tiba datang lagi bus Sinar Jaya jurusan Purwokerto. Jika memang bus jurusan Wonosobo habis, alternatifnya ya, ke Purwokerto terlebih dahulu.Para penumpang berebut memasuki bus. Aku terus berkomunikasi dengan Hasbie dkk yang masih berada di transjakarta. Luar biasa. Berdesak-desakan dengan carrier dan tenda di punggung dan dada. Tks yang dah bawain carrier saya ya,hehehe.

Berkali-kali para kenek bus bertanya padaku. “mau kemana mas?”, tak bosan-bosan aku jawab “Wonosobo”, “saya nunggu 8teman saya mas, kalo sendiri dari tadi saya naik. Masih ada berapa seat mas?” tanyaku lagi, masih berharap pada Sinar Jaya jurusan Purwokerto. “10 lagi mas, ayo cepet, teman-temannya dihubungi!”

“Allahu Akbar Allahu Akbar!”, azan berkumandang indah memasuki terminal. Terminal di kala senja. Di kala maghrib menjelang. Tidak kalah khusyu’nya dengan yang berada di masjid Istiqlal sana. Alhamdulillah, syukurku, di terminal ini dengan segala hiruk pikuk urusan duniawi manusia, masih Kau sapa aku dengan mesra Cinta-MU. Masih Kau berikan kesempatan memanggil nama-MU. Allahu Akbar.

Alhamdulillah. Tiba-tiba segala kekhawatiranpun lenyap begitu saja, seiring dengan pengakuan Allah Yang Maha Besar, Allah Yang Maha Memudahkan. Ketika Allah diprioritaskan, maka Allah akan memprioritaskan kita. Allahu Akbar.

Setelah salat, kembali aku hampiri satu persatu bus yang ada. Sinar Jaya jurusan Purwokerto telah penuh dan segera berangkat. Kembali Sinar Jaya jurusan yang sama datang, kembali lagi penuh dan berangkat. Bus-bus pariwisata mulai ambil bagian. Di masa liburan, bus pariwisata masuk terminal meski menyalahi aturan. Keterbatasan bus regular dan melonjaknya penumpang membuka peluang besar bus wisata meraup untung. Tidak tanggung-tanggung, mereka berani pasang tariff Rp 160ribu untuk trayek ke Wonosobo.

Saatnya pun tiba. Allah swt kirimkan bus Murni Jaya. Ia parkir tidak pada tempat semestinya, sehingga luput dari perhatian banyak orang. Luar biasa skenario Allah swt, ratusan orang di luar sana yang sedang mencari bus jurusan yang sama, tidak berebut masuk ke dalam bus. Segera saja aku hampiri sopirnya dan bertanya.

“Wonosobo mas”
“iya, beli tiketnya di dalam sana!”

Alhamdulillah, tiket di tangan. Sebelumnya aku meminta pada sopir untuk menunggu jika teman-teman datang terlambat. Ia bersedia menunggu maksimal 30menit.

Tak lama, beberapa penumpang masuk memenuhi bus. Teman-teman belum juga datang. Beberapa kali para pendaki lain dan penumpang lain meminta untuk duduk di kursi belakang. Dengan santun aku katakan, “maaf, sudah dibooking bang”,untung saja mereka  cukup pengertian.

Tinggal 4kursi lagi belum terisi. Saat itulah Alhamdulillah, teman-teman datang. Tak lama bus pun berangkat, sementara anak-anak berpesta, bernyanyi rayakan keseruan perjuangan mendapatkan tiket bus.

Sabtu, 24 Desember 2016
Subuh menjelang. Kita masih di Banyumas. Setelah salat, Azmi terlihat serius sekali memperhatikan bayang-bayang gunung di keremangan pagi sebelah utara. Kutegaskan saja bahwa itu adalah gunung Slamet 3428mdpl tertinggi ke dua di pulau Jawa setelah Semeru 3676mdpl. Bus terus melaju. Gagahnya gunung Slamet mengiringi kita hingga perbatasan Purbalingga Banjarnegara. Seakan melambai menyampaikan salam “I will the next destination”.

Lagi-lagi Azmi yang ingatkan bahwa Sindoro Sumbing sudah nampak di sela-sela lebatnya hutan antara Banjarnegara dan Wonosobo. Jika keduanya sudah terlihat, berarti tak lama lagi kita akan sampai di Wonosobo.“Ya, yang kiri Sindoro yang kanan Sumbing”, tegasku. Subhanallah cantiknya.

Pukul 08.00, kita tiba di terminal Mendolo Wonosobo. Alhamdulillahirabbil’alamin.Pak Supri supir mobil bak menghampiri anak-anak. “ya, bilang tunggu sebentar, saya beli tiket dulu”, setelah tiket di tangan kita langsung cus menuju Basecamp pendakian gunung Sindoro Kledung.09.30, kita tiba di sana. Di perjalanan Sindoro di kiri dan Sumbing di kanan menyambut dengan hangatnya seakan bernyanyi “welcome to my paradise”. Pagi itu indah sekali. 
Subhanallah.Alhamdulillah.

Pesan nasi bungkus,sarapan,sortir pakaian,isi drigen air,lengkapi logistic, daftar diri ke basecamp,briefing lalu kita berangkat tepat pukul 12.10wib. Jalur batu yang sangat tidak ramah segera menyapa. Bisa jadi ini jalur terberat di track Sindoro sebagaimana di Sumbing. Terik matahari membuat kita dehidrasi.

Pukul 13.30 kita sampai di pos1. Baru saja sampai pos1 anak-anak segera mereka menyerbu tukang bakso. Agaknya masih terasa seperti di buncit12 kalo lapar lansung bakso diserbu,hehehe. Repacking, ganti sandal dengan sepatu agar pijakan lebih mantap. Pukul 14.00 kita kembali meneruskan pendakian.

Setelah 30 menit  track lurus menanjak arah barat dari pos1 kita mengarah ke utara menuruni lembah memipirinya hingga menemui punggungan kea rah tenggara menuju pos2. Di tengah perjalanan hujan ringan mulai turun. Alhamdulillah, sesampainya di pos2, hujan bertambah deras. Sambil berteduh di shelter mungil, kita membuka nasi bungkus yang kita bawa. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma Barik lana fiimaa razaqtanaaa waqinaa ‘adzabannaar.

Subhanallah nikmatnya nasi putih, telur sambal, tempe oseng kacang panjang jika dimakan saat lapar-laparnya di tengah gunung yang dingin ditambah hujan yang cukup deras.15.30 kita lanjutkan pendakian menuju pos3. Alhamdulillah hujan berhenti.

Menuju pos 3 track semakin menanjak, semakin curam layaknya pos cacingan Prau ke puncak 2565dpl. Pohon-pohon tak lagi lebat dan tinggi seperti di pos1 dan 2. Gunung Sumbing sudah mulai terlihat di sela-sela pohon. Pukul 17.00 wib kita sampai di pos3. Puncak Sumbing semakin jelas terlihat. Ya, di atas awan. Alhamdulillah. Kloter pertama Harry dkk telah sammapi terlebih dahulu. 1 tenda telah berdiri.


17.05  aku dan anak-anak mulai dirikan tenda hijau . Angin kencang dari arah puncak datang bertubi-tubi. Sulit sekali dirikan tenda saat itu. Angin semakin kencang bertiup seakan ingin menghemas apa saja yang ada dihadapannya. Frame tenda sudah mulai bengkok. Angin kencang kembali menyerang, pasak flysheet beberapa kali tercabut dari tanah. Sore itu menjadi bagian yang cukup seru dari cerita pendakian ini. Pasak-pasak besi menyerah kalah pada angin gunung yang menakutkan.

17.30 wib, Hampir semua anak-anak sudah berada di tenda guna menghangatkan diri. Angin dingin kembali menyerang, setelah membuat pasak dari kayu dengan pisau Raihan, akupun menyerah kalah pada dinginnya angin gunung. Aku tak kuat lagi, segera aku masuk tenda.

Aku beri pengertian pada anak-anak. Aku tak kuat lagi melawan dinginnya angin. Harus ada yang meneruskan perkuat pasak apapun caranya. Jika tidak kita akan sangat tersiksa jika tenda roboh. Saya gak tahu harus berlindung di mana lagi dalam kondisi seperti ini.Alhamdulillah, sambil menggigil melawan dingin  Hasbie dkk rela kembali keluar perkuat pasak.

21.00wib.Alhamdulillah angin sedikit mereda. Berapa anak keluar untuk masak air panas. Mereka mulai lapar. Beberapa masak indomie. Beberapa makan nasi bungkus. Untuk survive sebenarnya cukup minum cokelat panas dan energen. Setelah salat kami kembali terlelap.

Minggu 25Desember2016.

03.30.wib. Prepare summit attack, masak air panas, sedu cokelat panas, energen,masukkan 3botol air ke daypack, snack. 04.00 wib. Setelah berdoa kita berangkat. Lampaui sunrisecamp. Sayup-sayup azan terdengar dari bawah sana. 04.30 wib. Kita salat subuh jama’ah di atas sunrisecamp. Mega merah telah terlihat di timur sana jelang sunrise.  Kelap-kelip Lampu-lampu kota Temanggung menambah indah pagi itu. Merbabu, Merapi, bahkan Lawu makin jelas terlihat. Subhanallah indahnya.

Perlahan tapi pasti kami menapak langkah terus mendaki menuju pos 4 meski berhenti tiap 10langkah. Tak penting seberapa cepat kita melangkah, yang terpenting jangan pernah berhenti melangkah meski perlahan. Ini filosofi hidup kawan. Jangan pernah berhenti berjuang, karena hidup adalah perjuangan, di gunung kita belajar untuk tidak mudah menyerah. Subhanallah.

06.00 wib, kita mencapai pos 4 Batu Tatah. Lampaui hutan Lamtoro. Puncak sudah terlihat meski memang masih jauh. Di titik ini, hampir habis energi terkuras habis. Tinggal sisa-sisa, tapi memang harus dipaksakan agar sampai tujuan kita.

Lampaui padang edelweiss hutan mati. Pukul 07.00 Alhamdulillah kita tiba di 3153mdpl puncak gunung Sindoro Temanggung Wonosobo Jawa Tengah. Sejauh mata memandang kea rah barat kawah Sindoro yang mengeluarkan asap belerang menyengat, sehingga kita memang tidak boleh berlama-lama di puncak. 

Kea rah timur laut  Ungaran di Semarang, Telomoyo, Andong di Magelang. Merbabu dan Merapi di Selo Boyolali, Lawu di Solo, Sumbing 3371mdpl semuanya di arah Timur. Tak lupa lautan awan yang indah mulai banyak terbentuk.







07.30 wib, setelah foto-foto kitapun segera turun menuju camp di pos 3. Benar saja, dehidrasi menyerang kita, karena terbatasnya air yang kita bawa saat summit attack. Beberapa kali kita istirahat karena lemas kurang minum. Bagian ini juga bisa jadi cerita seru survive di gunung. Yang membuat kita semangat cepat-cepat sampai ke camp pos3 karena di sana ada air penghilang dahaga. Setelah perjuangan luar biasa di bawah panas terik, akhirnya kita sampai pos 3 pukul 09.30. Luar biasa jauhnya puncak dari pos3.

Sedu energen, sarapan, bongkar tenda, packing. Pukul 11.30 kita turun gunung setelah doa pastinya. Lampaui pos 2.Tiba di Pos 1 pukul 14.00 wib. Tak lupa anak-anak membeli minuman segar yang di blender dengan tenaga manusia tanpa listrik. Luar biasa kreatifnya. Aku menelpon pak Supri agar segera dijemput di basecamp.

Aku pun mengawali meneruskan turun gunung ke basecamp. Setelah 30 menit berjalan dengan langkah lemas dan gontai, akhirnya muncul mobil bak petani yang mengangkut anak-anak. 1 lagi skenario indah dari Allah swt. Saat hampir menyerah dan memutuskan naik ojeg, pertolongan itu muncul dari arah yang tak terduga. Allahu Akbar.

Meski harus berjalan lagi 50 meter ke basecamp, tapi bantuan mobil itu sangat berarti. Tak lupa kuucapkan terimakasih kepada pak petani dan memberi alakadarnya. Tiba-tiba pak Supri dengan mobilnya muncul dari arah selatan. Langsung saja carrier dinaikkan ke mobil.

15.00 wib lapor diri ke base camp terus cus ke  Mendolo sambil denger lagu bang Roma Irama. Mantap Jiwa kata anak-anak. Senyum puas terkembang dari mulut anak-anak. Alhamdulillahirabbil’alamin.

15.30 wib sampai Mendolo. Setelah menyimpan carrier di bagasi bus Murni Jaya, beberapa  anak menyempatkan untuk mandi. 16.00 wib semua sudah di dalam bus siap berangkat pulang.

19.30 wib, bus mogok, di Purbalingga di duga karena kebanyakan bunyikan telolet,hehe. 21.00 bus pengganti datang.

Senin, 26 Desember 2016, pukul 07.30 wib, Alhamdulillah sampai di Kampung Rambutan. Lanjut naik 57 yang masih sepi. 08.30 sampai rumah masing-masing. Trip is end. 










Rabu, 07 Desember 2016

Cinta Sasa


Sudah lebih dari enam bulan Sasa ditinggal kekasih tercinta. Sepi dirasakannya kini. Berbeda sekali jika kak Hamdan ada di sisinya dulu. Hari-hari selalu indah berwarna warni kisah cinta mereka. Indah sekali melebihi indahnya pelangi. 

Lebih indah dari sekedar kasih sayang orangtua. Salah satu alasan mereka yang pacaran menurut ahli psikologi adalah tidak adanya sosok ayah yang menjadi panutannya. 

Ayah sebagai idolanya. Ayah yang dapat menghibur jika sedih. Ayah yang pandai memotivasi. Ayah yang dapat menemaninya bermain playstation. Ayah yang siap mendengar curahan hati seorang anak perempuannya yang beranjak remaja atau dewasa.

6 Bulan itu waktu yang lama buat remaja. Biasanya mereka merayakan anniversarry jadian  tiap bulan. Entah siapa yang memulai. Semoga ia yang memulai dan pengikutnya diampuni oleh Allah swt.Amin. 

Nah, Kak Hamdan adalah sosok yang romantis kala itu. Bukan rokok, makan, gratis ya, karena kak Hamdan tidak merokok. Ia juga suka memberi surprise buat Sasa. Pokoke lelaki idaman tiap wanita deh.

Waktu terasa lambat sekali berjalan.Di dalam renungannya menunggu sosok kak Hamdan, satu persatu muncul sosok lain yang mengisi kesepiannya. Tak lama ia pun nyaris merebut hatinya.

Sasa gundah kini. Tak ingin ia mengkhianati cintanya. Kak Hamdan. Di sisi lain kak Hamdan memang tengah mengejar impian-impiannya terjun di dunia entertain. 

Banyak casting-casting sebagai calon pemain sinetron atau  dunia tarik suara yang diikutinya.Ratusan orang bahkan ribuan mengantri untuk mendapat giliran untuk dinilai oleh juri. 

Kak Hamdan tidak mudah menyerah. Semua demi orang-orang yang dicintainya termasuk Sasa. Suatu saat nanti ia akan datang dengan kesuksesan dari kerja kerasnya. Dengan bangga ia akan langsung menghadap ortu Sarah untuk memintanya dinikahkan. 

Sebagai remaja, Sasa sulit sekali menerimanya. Sasa ingin hangout di Sevel, CFD bareng, jalan-jalan ke mall, nonton seperti pasangan-pasangan remaja lainnya.Ia ingin kak Hamdan ada di sisinya minimal seminggu sekali.

Kenyataannya sama sekali tak ada waktu untuk mereka bertemu.Sosok lain itu pun kian menggoda. Ia punya banyak waktu buat Sasa.

"Bukan hubungan seserius ini yang Sasa inginkan Kak!"

Demikian teriak Sasa jika kak Hamdan berkenan mendengarnya.
Teriakan spontanitas itu menurut psikolog adalah kenyataan yang tertanam di dalam benak seseorang yang meneriakkannya. Ternyata cinta Sasa...


Senin, 28 November 2016

cinta zahra


Degup jantung Zahra makin cepat saat lewati kelas 81 terlebih jika berpapasan. Nafasnya tak beraturan, pikiran tak menentu. Derap langkah kak Rahmat saat turuni tangga seminggu lalu pun masih tertanam kuat di pikirannya. 

Saat kak Rahmat melatih upacara, saat olahraga, saat di musholla, saat di kantin, saat lewat samping kelas 71. Subhanallah indahnya. Inikah yang namanya cinta?.

Zahra terus berharap momen-momen indah  itu  dapat ia nikmati berulangkali.Ya, momen indah remajayang wajar  tanpa mengikut sertakan hasrat untuk menyentuh dan berbuat lebih dari itu.

 Kata kak Purba, "Cinta itu tidak dilarang, hanya saja kita harus bisa membatasi diri dari hal yang dilarang Allah swt. Setan tiap detik selalu berusaha untuk menjerumuskan manusia untuk bermaksiat.
  
kak Purba menambahkan.

"Laki-laki  normal  pasti suka terhadap perempuan dan sebaliknya. Masalahnya, laki-laki normal pasti bernafsu terhadap perempuan untuk memeluk, mencium dll dan sebaliknya, sehingga hal ini harus diatur sebaik mungkin sesuai dengan ajaran Islam".

"Biar gak sex oriented (hanya pada sentuhan fisik/hasrat dengan orang yang kita cintai) yang banyak dilakoni oleh remaja salah gaul, silahkan  alihkan cintamu pada banyak hal. Yang pertama Allah swt tentunya, Rasulullah saw, Ortu, Guru, pembina, ekskul,hobi dll"

Tambahnya lagi.

Saat itu kak Rahmat ada di seberang jalan dan Zahra ada di sisi lainnya. Kak Rahmat memandang sosok cantik nan memesona beberapa meter dari tempatnya berdiri. Zahra jadi semakin salah tingkah. Iya meyakini bahwa ia tengah diperhatikan oleh kak Rahmat. Saat itu ia merasa jadi perempuan tercantik di dunia. Jiwanya melayang ke angkasa.

Tiba-tiba Zahra pun sadar. Pandangan mata kak Rahmat menyisir dari kiri ke kanan ke arah belakangnya. Agaknya bukan ia yang diperhatikan dari tadi. Barisan Jetbus Telolet Scorpion Holliday tengah konvoi di depannya.

"Telolet, telolet,telolet..."

Semakin gagah dengan membunyikan klakson telolet di hadapan para pecintanya. Paduan warna putih dengan garis hijau menambah cantik interior. Lampu alis, sayap dan ekor berwarna hijau  tak luput dari perhatiannya.

Kak  Rahmat masih memandanginya kagum sambil geleng-geleng kepala dan berdecak kagum.

Zahra lalu berpikir positif seraya  bersyukur. Kak Rahmat begitu lugunya. Ternyata ia adalah seorang busmania. Bukan memandangi wanita seksi lain yang ada di hadapan bahkan menggodanya, tetapi menikmati bus-bus cantik yang tak mungkin merebut cinta sucinya.

five flowers,even more...

Bismillahirrahmanirrahim.

Upacara selesai. Demikian agenda terakhir yang dibacakan oleh MC saat upacara Hari Guru Nasional di sekolah.

Segera 5 anak kesayangannya maju menghampiri untuk bersalaman. Tidak cukup hanya bersalaman kelimanya memberikan pelukan hangatnya pada kak Purba. Mereka pun berlinang air mata haru dan bahagia. Kak Purba yang tadinya berusaha menahan tangis,tak mampu lagi membendungnya.

Subhanallah.

Annan, Hiaz, Farizi, Alby, Khalid...
Kelimanya adalah kebanggaan kak Purba. Kesan tak dicintai segera sirna. Hari demi hari mereka menunjukkan progress yang luarbiasa, khususnya sikap respek. Ia semakin yakin cinta berbuah cinta. Waktu yang ia luangkan mulai membuahkan hasil yang manis.Beberapa kelas 7,8 dan 9 mulai berdatangan minta foto bersama. 

Alhamdulillah.

Setelah perfom yell, ia diminta untuk naik ke kelas lantai2. Di sana ia diberikan surprise yang luarbiasa. Nuuy,Alif, Azza,Iza dkk lainnya telah meenyiapkan dengan sangat baik. Mereka mengerjakan itu semua sampai larut malam Jum'at. Subhanallah.

Saat masuk ia disambut dengan lagu "terimakasih kakak".
Rangkaian bunga bertuliskan Thanks for everything, 2kado terbungkus rapih, plus pohon memory indah dengan foto-foto kenangan-kenangan indah mereka di beberapa lomba. 

Foto bersama anak-anak digantung di tiap tangkainya. Foto saat momen indah  raih 3 trophy di Getaas SMP 16 Jak Sel, saat raih 6 Trophy di Angkasa Tanwirul Qulub Kuningan Jak Sel, bahkan foto saat ia antar alumni ke gunung Merbabu dan foto candid lainnya.

Kak Purba bingung harus berkata apa. Bukan hadiah yang membuatnya sangat bahagia saat itu. Sesungguhnya respek dan cinta dari anak-anak yang membuatnya sangat bahagia saat itu.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Semoga kalian terus berkembang anak-anakku. Dengan semangat mengabdi kita akan terus lahirkan generasi-generasi yang hebat dan tangguh. Amin

Minggu, 13 November 2016

Angkasa (6trophy is not enough)


Angkasa H-7

Kamad meminta kita tuk ikut di lomba Pramuka Angkasa di MTs.Tanwirul Qulub Kuningan 13 November2016 karena malu jika tidak berpartisipasi. MTs.N1 adalah ketua KKM1 di Mampang dan sekitarnya. Agak terpaksa kak Purba menyanggupinya.Tersita lagi waktu bersama keluarga  di akhir pekan. Sebagai Pembina yang baik, suka tidak suka kak Purba menjalankan perintah dari Kamad.

Alasan kak Purba sangatlah masuk akal. Hampir tiap jelang lomba ia harus adu urat syaraf dengan anak-anak binaannya yang tidak mau diatur. Makan hati menghadapi anak-anak yang belum bisa memprioritaskan Pramuka sebagai ekskul utamanya. Minim cinta,minim respect. 

Kak Purba cukup terpukul dengan mundurnya skuad intinya karena alasan kesehatan. Sarsa sakit dan prioritas Saman. Hiaz sakit. Juki sakit. Ibra, Dini, dan Tasya dikabarkan tidak diizinkan lagi oleh orangtua mereka.

Ia berpikir keras untuk mencari penggantinya. Alhamdulillah DU tidak jadi menggunakan jasa Dini dan Tasya untuk lomba. Ibra kembali merapat. Zahra, Rizki dan suporter setia andalan baru gudep MTs.N1. 

H-4 Angkasa

Khalid pulang tanpa pamit, tanpa keterangan. Sebelumnya ia juga asik latihan basket saat teman-teman serius berlatih dirikan pionering dan tandu.

 "Hello, whats really happen with you kids?". 

Siti sakit, Ijah sibuk berlatih saman. Padahal kak Purba sudah memberi pilihan untuknya dengan sangat bijak. Pramuka atau saman. Jika sibuk saman, Pramuka hanya dapat energi sisa dari latihan saman. Sebaliknya jika sibuk Pramuka, saman hanya dapat energi sisa latihan Pramuka. 

Siapapun pelatihnya tidak akan menerima ini. Ya, dijadikan yang kedua. Entah kenapa,  kak Purba masih saja menerima si kembar meski sering menjadikan yang kedua. Sering disakiti.

Hari berikutnya giliran simungil Fauzan mangkir dari latihan dengan alasan lupa. "Hello?"

Keadaan ini adalah beban psikis kak Purba dan Pratama. Terutama Tim secara keseluruhan. Setelah berhasil membawa pulang 3Trophy di Getaas SMP 16 Kebayoran, agaknya anak-anak terlalu euforia. Tenggelam dalam euforia membuat tim makin kacau. Padahal Kamad makin percaya dengan keseriusan kita berlatih dan meraih prestasi.

Latihan upacara dalam rangka Hari Pahlawan tiap sore juga menyita waktu kita khususnya Annan sebagai Pratama putra. Satu saat saking galaunya dengan keadaan, Nuy pun menangis. Ia sedih melihat keadaan teman-teman yang sibuk sendiri-sendiri dengan urusan masing-masing sehingga H-4 kita belum full team. Suatu yang mustahil untuk meraih juara umum impian sang pembina. Impian terakhir Nuy dkk kelas 9 yang tidak lama lagi non aktif dari kegiatan ekskul.

H-3 Angkasa

Kak Purba di tengah kesibukannya menjadi kepala keluarga yang baik dan kewajiban sebagai seorang guru untuk menginput nilai secara online, ia masih menyempatkan mendaftarkan keikutsertaan gudepnya sementara istrinya rela menunggu berjam-jam tanpa ditemani di rumah sakit.  

Ya, hari itu, kak Purba berhasil membagi waktu untuk menjemput anak kandungnya, mengantar dan menjemput istri, dan mengurus pendaftaran lomba Angkasa. Alhamdulillah. Kak Purba merasa senang sekali bisa bermanfaat bagi banyak pihak.

Sore itu hujan deras. Dingin membuat kaki istrinya sakit, kak Purba setia menemani istrinya. Ba'da maghrib, kak Purba meninggalkan tugas wajibnya mengajar ngaji anak yatim demi melengkapi administrasi lomba. Agar dapat meraih poin penuh. Agar asa menjadi juara umum tetap terjaga.

H-2 Angkasa

Kak purba masih bisa memberi arahan kepada anak-anak termasuk peserta lomba kaligrafi, tilawah, tahfiz dan Azan. Selepas azan Asar, ternyata anak-anak yang diharapkan berlatih pionering dan tandu belum juga bergerak. Sejak itu kak Purba agak pasif memberikan arahan. Rehat sejenak mengatur strategi. Positif thingking bahwa anak-anak punya cara sendiri dalam berlatih.

H-1 Angkasa

Hilsa masih sering bertanya tentang kaidah khat naskhi yag akan dilombakan via bbm. Senang sekali kak Purba menjawabnya. Ia merasa dihargai sebagai pembina. Terbukti Hilsa dapat meraih juara kaligrafi meski juara 3. Langkah yang sangat bagus sebagai pemula. Kunci yang diyakininya sebagai pembina ialah giat berlatih. Sekali giat berlatih kapanpun dimanapun, jika ingin meraih juara.

Angkasa 13 Nov 2016

05.30 kak Purba dkk sudah berada di tempat yang disepakati. Hujan terus mengguyur pagi yang remang itu.Kopaja yang ditunggu tak kunjung datang termasuk Pratama. 06.15, Alhamdulillah kita berangkat. Ternyata Khalid tertinggal.Kak Purba berharap ini adalah pelajaran bagi Khalid yang tidak serius latihan. Alhamdulillah Khalid membuktikan keseriusannya. Tak lama ia muncul di tempat lomba.

17.00 wib
Saat menegangkan itupun tiba. Satu persatu juara tiap pos di sebutkan oleh panitia. Semaphore, Sandi, Morse, Pionering, Rubik, Kawat Listrik, PU,PK,Wanus, tidak satupun kita raih.

Pos Yell dan Keagamaan tersisa. Semua berharap cemas. Alhamdulillah. 2 Pos terakhir kita meraihnya. Masih banyak PR untuk berlatih keras pos-pos yang justru identik dengan Tekpram bukan pos keagamaan.

Tangis haru menghiasi tim inti Pramuka MTs.N1 beserta para suporter yang setia. Hujan deras menambah haru suasana sore itu. Kak Purba pun cukup bangga melihat perfom yell2 pangkalan yang mewakili teamwork yang cukup kompak dan rapih ditampilkan oleh anak-anak. 

Tak lupa ia menyalami mereka satu persatu setelah perfom. Perfom yang cukup serius, yang jarang dilihat oleh kak Purba saat latihan. Keseriusan, ya keseriusan.

 Kak Purba memeluk salah seorang peserta putra yang sangat disayangnya.Hiaz mewakili gudep meraih terbaik II, lomba tahfiz putra, Hafa raih terbaik II kaligrafi putra, Hilsa terbaik III kaligrafi putri, Uma terbaik III tilawah putri, Nur terbaik I tilawah putra, dan juaran harapan III yell pangkalan.

Perlahan tapi pasti anak-anak mulai mencintai Pramuka. Di tengah belasan senyum kegembiraan karena meraih 6trophy, para suporter dengan tulusnya mengucapkan terimakasih kepada kak Purba.

 Hilsa, Khansa dan Hiaz pun demikian. Hiaz memeluk erat kak Purba di tengah guyuran hujan. Moment itu indah sekali. Subhanallah. Ini menambah energi kak Purba terus mengawal anak-anak sampai terminal akhir di buncit 12. 

Di tengah hujan, kak Purba yang basah kuyup tetap setia menemani  anak-anak menunggu hidupnya kembali mesin bus yang mogok. Saat kak Purba meminta anak-anak tuk Istighfar dan salawat anak-anak masih tenggelam dalam euforia kemenangan, padahal saat itu jelang maghrib, padahal Allah yang memberikan kemenangan tersebut.

Dalam doanya saat tiba di rumah, kak Purba meminta pada Allah agar ia selalu diberikan kesabaran dan agar anak-anak dijadikan anak soleh dan solehah. Agar investasi waktunya demi membina anak-anak agar tidak terseret pada pergaulan destruktif menjadi investasi pahala sebagai amal jariyah. Semoga kelas9 setelah lulus akan kembali ke gudep pangkalan untuk mengabdi dan mendampingi kak Purba menebus impian menjadi Juara Umum. Semoga.



Kamis, 03 November 2016

MAMAT DAN RORO

MAMAT DAN RORO

“teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet”

Bel tanda KBM berakhir berbunyi. Anak-anak menyambutnya dengan sorak-sorai gembira. Terlebih  Mamat dan Roro. Dua pasang remaja yang tengah dimabuk cinta ini biasa memanfaatkan waktu siang di sekolah untuk  bermesra.
Mamat dengan sabar menunggu Roro yang tengah menjalankan tugas melatih upacara. Sambil melihat pasangannya di bawah Mamat melemparkan senyum manisnya. Roro dengan semangat membalasnya, sambil berbisik

“sabar ya sayang”.

Manis sekali senyumnya. Lima menit bagaikan satu jam bagi mereka jika berpisah. Mamat awalnya serba salah dengan aksinya ini, tapi akhirnya ia dapat menikmatinya dengan bisikan-bisikan yang aduhai.

Latihan upacara  pun selesai. Mereka segera melancarkan aksinya. Bagi mereka sekolah adalah tempat teraman dan termurah meriah untuk pacaran. Bayangkan saja jika harus ketemua di Sevel, minimal jajan Rp 15.000,- untuk beli Slurpy, terlebih ketemu di mall minimal jajan ice cream mcd, belum ongkosnya, hehehe.Ketika para guru pulang,satpam istirahat, konsentrasi  kegiatan ekskul  terpusat di lapangan, suasana aman dan terkendali untuk pacaran, hahay...

Sampai saat Mr. Ahmad mendapat laporan dari OB tentang aksi mereka. Mr. Ahmad sebagai Pembina Osispun segera menggelar patroli. Beberapa kali Mr. Ahmad memergoki mereka. Beberapa kali  juga Mr. Ahmad meminta mereka untuk istighfar ratusan kali tetapi  mereka kembali mengulang aksinya tanpa malu. Mr. Ahmad geleng-geleng kepala dan mengadukan ini ke Mr.Udin sebagai atasannya. Mr.Udinpun bingung harus bagaimana.

Mr.Udin segera memanggil mereka. Mereka hanya diam seribu basa. Setan di kepala sebenarnya ingin membantu menjawab, tapi Mamat dan Roro tak berani menjawabnya
“Abis enak Mister,hahay..”, Demikian setan mengajarkan jawabannya.

Duo Mister itupun masih kebingungan mensikapinya. Keduanya anak cukup berprestasi meski  bukan di atas kertas.  Mr. Ahmad menyesalkan aksi ini berdampak pada nilai-nilai Mamat dan Roro yang terus turun di bawah kkm.

“kenapa harus kamu sih Mamat,Roro?, kamu kan…, ya mbok malu nduuk,..hah”, tidak meneruskan kalimatnya, kembali disusul geleng-geleng kepala kebingungan. Mr. Ahmad sudah muak menghadapi keduanya yang sudah terlanjur mabok cinte. Momogi,momogi dah jadinye kalo udah tau yang enak.

“Wuenak tenan Mister”, jawab setan yang tak dapat di dengar oleh para Master eh Mister.

Kasus ini sebenarnya bukan tidak diketahui oleh Kak Purba. Iapun sangat risih dan tidak nyaman dengan kasus ini.Kak Purba mencari waktu yang tepat untuk bicara dengan Mamat dan Roro. Berbagai argument sedang ia persiapkan untuk menghadapi Mamat dan Roro yang kecanduan.

Sampai suatu siang sebelum salat Zuhur, tanpa sengaja Mamat lewat dihadapannya. Keberanian Kak Purba muncul. Sebelumnya perasaan enggan saja ia untuk memanggil dan mengajak Mamat bicara. Mamat yang pernah pesantren cukup tahu banyak hukum Islam. Kak Purba tidak ingin mengajarkan ikan berenang katanya lagi.

“Maaaaat, ada apa sebenarnya dengan Mamat?”, memanggil dengan gaya Pak Haji di film Adit Sopo Jarwo, bijak sekali,hahay

“nasehati saya kak, beri saya masukan!”, mendadak Mamat meminta kak Purba menasehatinya.

Siang itu angin bertiup semilir, awan mendung. Kak Purba sebenarnya khawatir ini menjadi boomerang buat dirinya yang juga di kenal   genit dan mantan playboy masa penjajahan. Ya, playboy tobat.Tapi apa boleh buat, tugas mulia telah memanggilnya. Dengan segenap energi yang terkumpul, kak Purba memulai dialog itu.

“ini gak kan mudah mat,kamu akan perang dengan nafsu yang buerat banget karena kamu dah terlanjur tahu yang enak. Inget Rasulullah pernah ngomong : Kita kembali dari perang kecil menuju perang besar, yaitu perang hawa nafsu” kak Purba makin serius, dan memang kudu serius.

“Abis gimana kak, kita berdua sama-sama suka”,Mamat masih membela diri
“Berarti ente belom paham maksud ane, ini udeh lebih dari suka, tapi doyan,hehehe…, levelnya udeh cukup parah neh Mat…” sambil garuk-garuk kepala dan memegang dahi.

“maksudnye kak?”,Tanya Mamat
“maksudnye, ente be2 udeh ketagihan Mat, udeh kecanduan kaya narkoba, jadi Momogi, mao lagi mao lagi”
“terus solusinye gimane?”
“Kalo ente sayang diri ente dan Roro, kagak usah pacaran di kelas lagi, kagak usah ditungguin lagi,pulang dah buruan, dari pade tambah parah, gak lama ente bakal berani eni ame entu…”

“Putus dong kak?, entar die marah,entar die nagis kak?”,sanggah Mamat

“Entu kalo ente bener-bener sayang sama die. Kalo bener2 sayang jangan nambahin dosanye, bener gak?, namanye cowok Mat,pasti punya hasrat sama cewek, gak mungkin pacaran kagak ngapa2in dalam jangka waktu bulanan bahkan tahunan”.
“Kalo udeh pegang tangan pasti mao rangkul, kalo udeh rangkul pasti  kepengen peluk, kalo udeh peluk pasti kepengen cium, kalo udeh cium pasti mao rebahan,halah..ujung2nye  seks yang sebenarnya. Mane ade pacaran tahunan maen catur doang?, Mubazir,hehehe..”, kak Purba melanjutkan.


“Nah, kalo die nangis gimane kak?”, mulai lebay
“mending mane nangis sekarang, seneng-seneng kemudian, ape seneng sekarang nangis kemudian?”, kak Purba kembali bertanya. Mamat Cuma bisa manggut2  gak tahu paham ape kagak tanpa jawaban apapun menyadari kesalahannya.

“gak lama lagi Mat, gak susah buat ente berbuat yang kaya gitu kalo udeh makin ketagihan enak. Udeh banyak contohnye dimane2 anak SD aje udeh begituan. Coba sekali lagi coba pake akal sehat.Gak ada yang bisa ngelarang ente pacaran kalo udeh ketagihan selain kesadaran yang tinggi akan kerugiannye.”

“Mbunting Mat,Mbunting, ente tuh udeh bisa menghamili dan Roro udeh bisa hamil,hiiii!”
Kembali Mamat manggut2. Di selingi pandangannya ke atas langit memikirkan betapa berat tugasnya sekarang. Terakhir Kak Purba menepuk dada dan punggung Mamat menguatkannya sambil berucap.

“Ratusan Ribu remaja yang juga mengalami hal yg sama Mat, ane yakin ente bisa Mat, ente bisa, Ente punya Allah, ente punya Allah, kalo masalah ente besar, Allah Maha Besar, Allahu Akbar!”

Keduanyapun memenuhi panggilan salat Zuhur di Musholla.Kak Purba tak lupa mendoakan Mamat dan Roro agar kuat menghadapi masalah ini. Semoga. Amin.

Alhamdulillah ,seminggu setelah pembicaraan itu  Mamat dan Roro menunjukkan progress yang cukup baik. Mereka tidak lagi berduaan di dalam kelas, tetapi menempatkan diri mereka di pinggir lapangan. Ya, semoga ke depan akan lebih baik lagi.