Selasa, 06 Juni 2017

senandung tgl 07Juni2017

service hp terendam
2hari hindari tukang service
dengan apa hendak bayar biaya
harap cemas hp pulih kembali
beli diapers dengan uang kondangan
kondangan pak apung belum terbayar
tanya sinis anak tetangga
tentang sepeda yang dibuang
tangis malu sang penderma
anak-anak cerdas tetangga
belajar di SDN gratis
anakku cerdas di bidangnya
belajar di MI berbayar
kembalikan tabungan murid dengan apa
hitungan sang istri RW
yang berbeda denganku
jadilah aku bersalah gantikan 4jt
dengan apa gantikan
buku catatan yang hilang
tambah coreng di muka
Ya Allah ampuni hamba
Kuatkan aku jalani ini
semoga semua orang sukses
lalui ini sebelum suksesnya
sahur makan nasi kemarin pagi
pinta pensiunan Pusri
tuk beli ac portable
tak kunjung diriku didukung oleh dua bidadariku
karena berbeda
Allahu Akbar
kagumi dan mengalah
pada yang lebih alim
sesuai perintah agama
tuntunan syarat imam
tegaskan aku strata di bawahnya
hai TFG
hai sertifikasi
hai BRI
hai UMP
hai baziz
hai DKI
Where are you?



Minggu, 21 Mei 2017

Taman Sari Fantasi Syurgawi Berpoligami


Mungkin judul di atas gak akan nyambung sama isi tulisan di bawahnya.Tak apalah dalam rangka memikat pembaca,hahay.

Gue yakin tulisan ini udeh banyak di pasaran. Pengen aja nulis lagi versi gue sendiri yang mungkin beda. Mungkin. Semoga

Ya. Taman Sari Jogja. Tempat mandi para putri. Lebih tepatnya puluhan selir Raja. Waw.Eh Wow. Beda kasta ya beda juga fasilitas yang kita dapatkan. Syukuri saja kita yang terlahir sebagai rakyat biasa bahkan jelata.

Remaja tak akan banyak paham ketika kunjungi tempat ini. Taman Sari. Informasi hanya diberikan oleh guide yang terbatas tanpa dilengkapi sejarah yang tertulis di atas kertas yang mungkin ditempel di beberapa titik dinding. Idealnya informasi tetap diberikan tanpa takut rezeki berkurang.

Tahun 1755 m Keraton Jogja didirikan. Raja pertama sampai ketiga yang katanya menikmati fasilitas Taman Sari. 20 Selir telah masuk ke dalam kolam sisi utara yang berukuran 15 X 10 meter lengkap dengan air mancur. Pohon-pohon indah pilihan tak luput ditanam di sana guna ciptakan cita rasa indahnya syurga yang sempurna.

Rajapun naik ke menara kecil setinggi 7meter guna melempar rangkaian bunga ke arah para selir. Segera saja rangkaian bunga dilempar. Para selir berebut dengan sangat antusias. 1orang selir berhasil menangkapnya mengalahkan 19 lainnya.

 Selir yang berhasil menangkap bunga itulah yang kemudian berhak menemani Raja mandi di kolam sebelah selatan yang lebih indah.

"Wow,enak bgt ya!", timpal seorang remaja Jakarta yang menyimak informasi dari guide dengan baik

"Kita aja dapet 1cewek aja susah,hehehe..",timpal yang lain

"Beda kasta beda pula fasilitas yang kita dapat bray,itukan Raja, bukan rakyat biasa,hehehe...", seorang guru menimpali

"oh, iya ya, kita mah apa atuh, cuma alas bagi para sang Raja,hehehe...", seorang guru lain kembali menimpali.

"Pak, Rajanya Islam bukan sih?", kejar sang siswa yang cukup keritis

Pak guru beberapa detik berpikir untuk menjawab dengan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Islam dong", agak ragu menjawab

"Tapi kok punya 20 selir, Nabi aja cuma punya 9istri",kembali memberondong dengan pertanyaan.

Kembali pak Guru berpikir keras tentang ayat apa yang dijadikan landasan Raja untuk mengawini 20selir.

"Mungkin Raja memahami ayat ini nih إلّا على أزواجهم أو ما ملكت ايمانهم".Raja mungkin memahami bahwa selir adalah harta bahkan statusnya adalah budak yang bisa dimiliki dan diperlakukan sekehendaknya. 

Toh dahulu zaman jahiliyah perempuan diperlakukan seenaknya. Bertukar istri, menjualnya, membunuhnya dan perilaku lain yang jelas melanggar hak asasi manusia. Beda dulu beda sekarang. Manusia kian beradab dan meninggalkan perbudakan.

Para siswa mengangguk tanda mengerti. Satu siswa tampak belum puas lalu berkomentar.

"Ah, teori,  sekarang juga masih banyak yang kaya gitu. Para Pejabat kan Raja-raja kecil di tiap daerahnya yang dikuasainya. Mereka sangat mungkin meneruskan tradisi Raja,hehehe", timpalnya.

"Ya, sudahlah itu kan pejabat,semoga itu rejeki mereka yang halal. Kita kan rakyat biasa, semoga Allah menjadikan kita bersyukur dengan rejeki kita dan menambahkannya lebih banyak lagi. Menjadikan sabar kita sebagai tiket masuk surga yang penuh dengan ratusan bahkan ribuan bidadari sexy,hahay...."jawab pak
 guru

"Amiiin", para siswa serentak mengamini.

lantai4pukul06.00


Pasti ratusan orang telah nikmati view cantik dari titik ini. Lantai 4 pukul 06.00. Sinar matahari hangatkan pagi itu. Ia datang dengan lembut sekali dari arah kanan. Merapi Merbabu di Boyolali, Andong di Magelang, Sumbing di Wonosobo berdiri tegak puluhan km dari sini tetap memesona. Iringan tepuk tangan bapak/ibu lansia lakukan senam pernafasan 88.


Merapi tak henti-henti mengeluarkan asap dari kawahnya. Lautan awan di ketinggian 1800mdpl. Di kamar anak-anak kebanggaan. Anas Farhat, Farid Kamal, Syamsul Ma'arif, Helmy, Taqiy dll. Bus-bus cantik terparkir rapih di parkir hotel. Beberapa tak henti berlalu lalang di depan hotel dengan banyak tujuan setelah ratusan kilometer arungi jalur selatan ataupun utara pulau Jawa yang tak ada sepinya.





Subhanallah, Allahu Akbar indahnya Jogja pagi ituUsia 35 semoga makin bisa pahami kayanya khazanah negeri indah ini khususnya Jogja. Sekali lagi nikmati gagahnya gagahnya Sumbing 3371mdpl, Merapi 2965mdpl dan Merbabu 3142mdpl. Gunung-gunung itu layaknya  Polisi lalu lintas bagi semut semut kecil yang beraktifitas ribuan meter di bawahnya.

Hotel Abadi seberang Petugas peron yang tak pernah letih memberi informasi mengenai keberangkatan kereta. Pagi ini dengan hembusan angin sejuk pegunungan temani aku rangkai impian memulai kembali merangkai kata demi kata yang keluar dari otakku yang luar biasa Allah swt ciptakan.

 Tinta-tinta yang tertumpah seiring dengan senyuman puas kebahagiaan peroleh inspirasi indah pagi ini. Subhanallah, Alhamdulillah. Tks Anas yang telah memberi secarik kertas dan pulpen.
                                                         
Secangkir kopi kream temani layangkan anganku ke masa lalu. Yakinku Pak Karno dan orang-orang hebat pernah duduk di sini. tepat di titik ini. Tempat ku duduk. Menikmati indahnya Jogja saat itu. Jogja Tempo Doeloe. Subhanallah.

Semoga keindahan, kebhinekaan  ini tetap terjaga. Bukan malah tereduksi maknanya oleh kelompok yang justru ingin merebut dan menjajah Indonesia kita atas nama NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Sekali lagi  kulayangkan pandang ke gagahnya Merapi, Merbabu dan Sumbing yang baru kali ini kudapatkan. Inginku banyak siswa/i dapat menikmati indahnya tanpa perlu menunggu usia puluhan tahun. 

Nikmati juga sejuknya kolam renang bersama Jaziri yang subur dkk sambil menikmati pesawat terbang yang melintas hendak mendarat di Bandara Adisucipto tepat ratusan puluhan meter di atas kepala. Alhamdulillahirabbil'alamin.

Senin, 08 Mei 2017

The second generation MTsN1 Ladies (367mdpl+1346mdpl)

Bismillahirrahmanirrahim.


Bukan calon siswaku yang bercita-cita menjadi TNI, bukan pratama putra, tapi Dini Fauziah,Destria Shabrina, Della Natiara ,Dania Alfiona, Indri , Lia Sabila, Azimatunni'mah, Tsara Malika. 

Mereka adalah generasi ke dua setelah kakak kelas mereka Dhania dkk yang berkesempatan mengikuti kegiatan hiking. Tahun 2011, kakak kelas mereka kuajak hiking ke Kawah Ratu Gunung Salak. Bangganya saat itu dapat membawa mereka ke sana. Saat itu Bapak Rachmatsyah, Kepala MTs.N1 tak segan tuk ikut mengantar kita ke camping ground. Bapak A Buchori, Bapak Yazid, Ibu Azizah, Ibu Eva, Mas Gimin pun turut serta.

                                               ***
Munara 367mdpl

 Pertengahan Maret 2017 setelah kegiatan atletik di GOR Ragunan Dini dkk akhirnya mewujudkan keinginan mereka tuk mencapai puncak bukit Munara di Parung tepatnya di daerah Rumpin. Sebelum kegiatan itu harap-harap cemas aku dapat antar mereka dengan kondisi mobil yang tidak fit.

Pukul 10.00 wib , aku dapat kabar bahwa mobil mogok setelah antar anak-anak TK renang. Pak Asep harus mendorongnya agar mobil dapat berjalan. Lemas aku mendengar hal itu. Bagaimana harus kukatakan pada anak-anak. 

Akhirnya kukatakan yang sebenarnya terjadi. Mobil mogok. Anak-anak terus menerus menelpon aku meminta kepastian. Kujawab mobil sedang kuusahakan, sabar dan tunggu. Ternyata aki mobil memang sudah mati. Harus diganti. Alhamdulillah setelah dibelikan dan dipasangkan air aki  seharga Rp.700.000,- mobil dapat jalan kembali.

 Mobil jika tidak dirawat dengan baik memang wajar jika merepotkan. Hanya aku yang punya sedikit kesempatan untuk merawatnya. Sayangnya, hanya kesempatan yang aku punya bukan uang,hehehe. Padahal perawatan mobil tidaklah murah. Makanya aku ingin memaksimalkan fungsi mobil dengan memanfaatkannya mengantar para pendaki jika masih memungkinkan.

                                              ***
Alhamdulillah, akhirnya kitapun berangkat setelah salat Zuhur terlebih dahulu di masjid GOR Ragunan. Kutegaskan, pada anak-anak, bahwa sering sekali perjalanan ke tempat indah tidak mudah. Ada saja halangannya. Kita harus menghadapi dan mencari solusinya. Kuceritakan beberapa pengalamanku  untuk sampai ke beberapa puncak gunung yang juga tidak berjalan mulus.

Siang itu luar biasa macetnya. Pondok Cabe, Pasar Ciseeng, Parung. Kembali kita diuji karena mobil tidak dilengkapi AC yang bagus. AC tidak cukup membuat udara bagian tengah terlebih belakang sejuk. Akhirnya kita istirahat di SPBU Parung sekaligus salat Asar.

Hujan deras mengguyur Parung sore itu menguji mental para peserta. Kekhawatiran licinnya jalur terbayang di kepala. Udara dingin membuat perut lapar. Segera kami membuka bekal nasi dan lauk sambil menunggu hujan reda. Selesai makan, Alhamdulillah hujan agak reda. Kami segera meneruskan perjalanan menuju pintu masuk Situs Munara khawatir kemalaman.

5km jelang bukit Munara Subhanallah indahnya pemandangan. Ladang-ladang petani yang menghijau, semburat mega merah di sebelah barat, bukit batu, sungai Cisadane yang membelah Parung dan Rumpin nyaris pelangi pun muncul sore itu setelah hujan turun.

Sebelum masuk area bukit Munara, kami kembali membeli bekal nasi bungkus agar tidak repot memasak di sana. Praktis. Jadi kami hanya perlu memasak air panas untuk menyeduh energen dan popmie.

                                                   ***


Pukul 17.30 wib Alhamdulillah kami tiba di lokasi. Sore itu pengunjung tidak seramai biasanya, jadi kami boleh beristirahat di saung lengkap dengan stopkontak yang bisa dimanfaatkan untuk charger hp samping pos keamanan keamanan. 

Parkir mobil, bayar retribusi lalu prepare salat Maghrib di Musholla. Tak lama Isya pun tiba. Segera kami tunaikan salat secara bergantian demi keamanan barang bawaan di saung.

 Beberapa pendaki terlihat baru turun dari puncak setelah Maghrib. Mungkin mereka para pemburu sunset.Malam itu cukup panjang.Betapa tidak kami baru akan berangkat ke puncak jelang Azan Subuh. 

Ya, kami para pemburu sunrise. Sepi sekali malam itu. Hanya suara jangkrik dan dengung sayap nyamuk yang menemani kita istirahat di saung samping kebun. Beberapa kali bulan menampakkan dirinya di balik awan. Demi stamina yang maksimal kami memilih tidur sesegera mungkin.

                                               ***

Pukul 03.30 alarm berbunyi. Segera kami bersiap. Headlamp, sepatu, kaos kaki, air minum, cemilan. Barang-barang yang tidak diperlukan kami simpan di mobil yang parkir dekat saung keamanan. Setelah berdoa kamipun berangkat.

Lalui rumah warga, kandang kambing, kelinci, sebrangi sungai. Eh ternyata ada yang takut menyebrang sungai, hehehe. Mungkin karena jembatannya tidak dilengkapi dengan pegangan bambu sebagai penopang.

Tanjakan dan ladang petani menyambut dengan tanah basah yang cukup licin dan membuat sepatu dan sendal belok. Sungai dengan semak yang cukup dalam di sisi kanan. Segera juga kebun pohon bambu menjelang. 

Angin yang bertiup ke arah pohon bambu membuat suasana mencekam dengan suara aneh yang muncul akibat gesekan dahan bambu beserta daunnya. Spot ini cukup menegangkan. Kami ingin segera melewatinya. 

Kebun bambu cukup panjang. Panjang juga zikir yang kami bacakan agar suasana kondusif. Ada juga warung bambu yang berdiri di sini, tapi tutup tanpa penjaga. Siang hari pasti warung ini buka.

Tiba kami di pos pembayaran ke dua.  Alokasi dananya untuk kebersihan lingkungan. Tempat-tempat sampah dari bambu memang disediakan sebagai bukti kerja mereka. Suasana gelap dan hening masih terus terasa, sampai pada rombongan laki-laki dewasa mendahului kami. Mereka membuat suasana menjadi cair dengan tawa canda. Pembawa air mineral pun sudah mulai terlihat.

Tiba kami di situs bung Karno. Katanya bung Karno pernah melakukan perenungan di sini. Sulur-sulur panjang pohon beringin tua yang biasa dijadikan Tarzan alat bantu untuk bergelayutan menghiasi dinding-dinding batu yang eksotis di sana, juga di batu belah. 

Ya, batu dengan ketinggian kurang lebih 10meter  terbelah dengan rapihnya  seperti dipotong oleh pisau raksasa. Batu belah memiliki ruang 1,5meter layaknya gua-gua eksotis di Pangandaran sana.

Batu Adzan, Batu Belah, Situs Batu Kabayan, Bung Karno, dan puncak Munara 367 dengan semburat sunrisenya yang cantik. Ya, itu beberapa kelebihan bukit kecil bernama Munara. Sangat tepat bagi pendaki pemula.

Pukul 04.30 kami tiba di puncak. Alhamdulillahirabbil'alamin. Puncak gunung Gede Pangrango, Salak, lautan awan dan gedung-gedung menjulang di arah barat Tangerang tak luput dari pandangan kami. Subhanallah. 

Setelah puas mengambil gambar kamipun turun. Tak mau kulit ini terbakar oleh cahaya matari jelang siang yang pasti panas karena bukit Munara tidak memiliki hutan minimal sebanyak Pulosari yang membuatnya relatif sejuk.

Tawa canda mereka menghiasi perjalanan turun bukit. Sejak pendakian sampai pulang terdata rekor terbanyak terpeleset jatuh, terbanyak buang angin, dll,hehehe. Sebutin gak ya?

Dini dan kawan-kawan pulas tertidur saat mobil melaju di atas jalan rusak daerah Rumpin. Sepanjang lebih dari 7KM menuju Serpong jalan rusak parah berlubang cukup dalam. 

Seperti kota mati yang sangat jarang dilalui mobil. Hanya truk-truk besar saja yang banyak berlalu lalang. Jalan ini sangat-sangat tidak layak dilalui. Seakan tidak ada yang mengurus daerah ini. Seakan tidak ada Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, Lurah dan perangkatnya. Tks yang dah temenin saya ngobrol ya saat-saat menyebalkan itu.

Alhamdulillah,pukul 12.00, kamipun sampai di rumah masing-masing dengan selamat.

                                                   ***
Pulosari 1346mdpl

Pulosari itu sering dilihat sebelah mata oleh beberapa pendaki karena ketinggiannya hanya 1346mdpl, tapi mari lihat betapa lengkapnya gunung ini dengan sungai, airterjun, kawah dengan asap belerang yang cukup aman, puncak yang indah dengan view gunung Haseupan dan garis pantai Carita. Dimataku ini destinasi sempurna yang dekat dan murah meriah. Subhanallah.

Minggu 30April aku, pak Lahmudin, Kiki, Dini, Tsara, Indri dan Destria berangkat ke gunung Pulosari Pandeglang. Rencananya Maulida Ali, Azimatun, dan Lia Sabila ingin turut serta. Izin orangtua jualah yang membuat mereka tidak dapat ikut. Sekuat apapun usaha tuk mengajak banyak peserta, kali ini Allah swt  menakdirkan kita bertujuh yang berangkat. Alhamdulillah.

1jam kami tertahan di proyek underpass Mampang. Masyaallah. Pikirku hari Minggu pagi biasanya tidak sepadat ini. Lima lajur dipersempit menjadi satu.  Kali ini lalulintas yang paling padat dan semrawut akibat proyek adalah mampang. 

Tak ada pilihan lain kita memang harus melaluinya. Panas terik pukul 08.00 membuat Dini dan kawan-kawan berkeringat. Maklum AC mobil tidak maksimal. Demi irit bahan bakar AC pun sering tidak dinyalakan. Syukuri saja, mudah-mudahan pada sehat dipanggang dalam mobil,hahay... Untung mereka bukan anak-anak manja.

Akhirnya kitapun dapat melalui proyek underpass Mampang yang menyebalkan. Alhamdulillah. Masuk tol Jakarta Merak keluar di pintu tol Serang Barat, karena antrean panjang telah menjelang di pintu timur. 

Lalui Ciomas dan jalan Palka lewat belakang gunung Karang 1700mdpl. Jalan kecil naik dan turun bukit segera terhidang di sana. Cukup mirip jalan di Boyolali Jawa Tengah saat ku antar pendaki ke Merbabu 3142mdpl. 

10KM dari pintu masuk desa Cilentung Pulosari, gunung Haseupan dengan tiga puncak runcingnya segera menyapa. Subhanallah. Kiki berhasil mengambil gambar matahari yang tertutup awan di atas gunung Haseupan. Lekuk punggungan Haseupan itu juga mirip gunung Batok samping gunung Bromo Jawa Timur.

Kita akan muncul dari arah Timur laut jika menuju Cilentung via Ciomas. Berbeda jika kita menempuh jalur alun-alun Kota Pandeglang yang akan muncul dari arah timur. 500meter Sebelum gerbang parkir, kita bisa menikmati garis pantai Carita di Labuan. Subhanallah.

Alhamdulillah, pukul 11.30 kita sampai. Parkir mobil cukup sulit karena ternyata parkiran mobil utama sudah penuh. Dua area parkir pun penuh. Agak khawatir sebenarnya memarkir bukan pada tempat yang biasa.

Turunkan carrier,tenda,matras dll.Pesan nasi,salat jamak qasar Zuhur Asar, berdoa dan kita mulai Tracking. Bismillahirrahmanirrahim. Satu jam perjalanan, peserta mulai letih. Indri sempat muntah dan Tsara sakit kakinya. Setelah minum tolak angin Indri dan Tsara pun bangkit kembali, siap meneruskan pendakian. 

Matahari memang tidak cukup terik. Alhamdulillah awan memayungi perjalanan kami. Tak lama gerimis mulai turun mengantar kami lampaui pos pendataan dan air terjun 750mdpl setinggi Cibunar jalur pendakian gunung Ciremai via Linggarjati/Linggasana.

Pukul 15.30. Tak lama kita di air terjun, berhubung tujuan kita masih cukup jauh. Kawah gunung Pulosari masih kurang lebih 2jam lagi dari sini. Tanjakan curam segera menyapa. Pilihannya memipir kanan bantuan akar pohon atau vertical dengan bantuan tambang lewati batu besar.

Setelah lampaui track yang menguras tenaga itu, kami segera beristirahat di lapak 3mx3m. Sementara anak-anak istirahat, aku berburu air bersih untuk memasak di kawah. Menuruni jurang sebelah timur menuju sungai yang berakhir ke air terjun. Air di kawah dikhawatirkan berbau dan rasa belerang jika dimasak.Tambah lagi beban di pundak berupa lima liter air di carrier tua,hehehe. Perjuangan bro. Allahu Akbar!.

Pukul 16.30 Alhamdulillah kami tiba di kawah gunung Pulosari. Subhallah indahnya.Rehat sebentar, hunting lapak buat dirikan tenda. Kupilih lapak yang langsung mengarah ke kawah dan puncak agar viewnya dapat selalu kita nikmati.

Dirikan tenda, gelar matras, masukkan tas dan barang-barang lain ke dalam tenda. Agak susah sebenarnya memantek pasak di are yang di dominasi oleh batu gunung meski di atasnya adalah tanah merah. Kutambah lagi  flysheet  di atas tenda agar air tidak langsung mengenai atap tenda.

Hal yang banyak dikhawatirkan pendaki adalah lahan mendirikan tenda yang tidak datar sehingga tenda bisa kebanjiran karena aliran air yang mengarah kesana.Di gunung kita memang tidak punya banyak pilihan. Mau tidak mau kita dirikan di sana karena tidak ada lagi tempat, waktu dan tenaga. 

Satu tenda harus kudirikan di atas batu-batu gunung seperti pendakianku ke gunung Guntur Garut 2249mdpl. Kenyamanan adalah nomor kesekian yang penting kita dapat lapak.

Mega merah berhiaskan awan cantik sekali menemani kita menikmati kebesaran-Nya. Subhanallah. Hingga waktu maghrib Dini dan kawannya sibuk mengambil gambar. 

Langsung aku peringatkan untuk segera berhenti karena tidak etis. Waktu maghrib adalah waktu yang harus kita hormati dimanapun terlebih di gunung. Aku bertemu dengan macan pohon di gunung Salak2 juga terjadi jelang maghrib.

Maghribpun datang. Kami sepakat makan terlebih dahulu  kemudian salat jamak qasar ta'khir Maghrib dan Isya karena memang sangat lapar setelah bergelut dengan medan yang cukup berat. Setelah makan kami istirahat. Terlelap tidur hingga terbangun pukul 21.00wib. Bergantian kami salat.

 Keluar dari tenda kami langsung disambut oleh cantiknya ratusan bintang di angkasa. Paduan kawah dengan asap yang tak henti-hentinya keluar,malam yang gelap,ratusan bintang dingin,hutan lebat menjadikan tempat ini penuh sensasi.

Alhamdulillah tidak terlalu dingin di sini, makanya cocok sekali buat pemula. Jika di ukur mungkin hanya 18derajat celcius. Uap panas yang keluar dari dalam tanah di bawah tenda kami membantu kami menghangatkan suasana. 1lagi kelebihan Pulosari, penghangat alami. Subhanallah. You must go here!.

Setelah semua salat kami menyeduh coklat, teh manis panas, energen dll. Mantab. Udara dingin enaknya ngemil dan minum minuman panas. Ini dapat mengembalikan stamina, agar siap summit attack besok pagi.Tak lama kami mengantuk dan tidur setelah berdoa.

                                                 ***
"Uuuuuuduk uduk uduk", suara itu membangunkan kami. Ya, suara pedagang nasi uduk layaknya di Surya Kencana 2750mdpl. 
Pukul 05.00 wib. Astaghfirullahal'azhiim. Kita terlambat bangun. Gerak cepat, kita salat subuh lalu prepare untuk summit attack. Air mineral dan cemilan. 

Aku tambahkan 1bungkus nasi uduk tiap anak khawatir lapar.05.30 kita berangkat ke puncak meski agak mendung mengkhawatirkan.

Kami memilih jalur memipir  kawah lalu ke punggungan sisi barat yang masih sangat rimbun. Sebenarnya ada satu lagi jalur ekstrem vertical yang mengarah lansung ke puncak. 

Demi keamanan anak-anak aku memilih jalur yang lain. Satu jam perjalanan, anak-anak mulai merasa letih. Tsara kembali mengalami sakit di kakinya. Alhamdulillah kami dapat meneruskan pendakian. 

Cuaca yang tadinya mendung berangsur cerah. Di beberapa titik kembali kita dapat melihat garis pantai Carita dari rimbunnya hutan Pulosari. Subhanallah indahnya.

Setelah mengarah ke barat kami mengarah kembali ke selatan barat daya dan terakhir jelang puncak kami mengarah timur. Puluhan orang sudah berkumpul menikmati indahnya sunrise dan view indah yang tak terhalang lagi kecuali arah timur dan tenggara.

 Alhamdulillah, kamipun sampai di puncak 1346mdpl. Ya, generasi kedua Dini dkk MTsN1 Ladies. Bangga aku dapat membawa kalian ke sini.



 Setelah puas mengambil gambar, kamipun makan sambil menikmati cantinya view gunung Haseupan dengan lekukan punggungannya yang sexy. Garis pantai Carita di barat laut, dan gunung Rajabasa di Lampung pulau Sumatera. Allahu Akbar.

Pukul 08.10, kami turun gunung menuju kawah. Beberapa kali Tsara dkk jatuh dan terpeleset karena tanah merah yang licin.Pukul 09.00wib kami tiba di camp /kawah. 

Segera bongkar tenda, packing,masak mie,kornet,seduh teh manis madu, cokelat panas. Mantab. Semoga dapat mengembalikan stamina yang terkuras. Dini dkk menyempatkan masak indomie di kawah. Banyak pendaki yang memang sengaja membawa telur untuk di rebus di sana.

Pukul 10.00, setelah rapih dan kumpulkan sampah, kami berdoa meminta keselamatan hingga sampai di rumah.Pukul 11.00 kami tiba di air terjun. Sebenarnya cuma niat ambil gambar, tapi karena sudah sangat gerah jadilah aku pak Lahmudin dan Kiki berenang di aliran sungainya. Mantab. Segarnya.

11.30 kami melanjutkan perjalanan turun. 
Hujan gerimis menyertai perjalanan kami. Pukul 12.30 kami sampai di tempat parkiran utama. Mandi, ganti baju, salat jamak qasar Zuhur +Asar. Pukul 13.30 kami meninggalkan area gunung Pulosari menuju Jakarta. Selamat berjumpa kembali Pulosari.

15.30 kami tiba di alun-alun kota Pandeglang. Ada hasrat menikmati indahnya sore hari di sana. Kebetulan perut juga keroncongan. Kuliner khas alun-alun Pandeglang segera mengisi perut kami. 

Kupat tahu, siomay,es kelapa beraneka rasa dan es doger. Subhanallah. Mantab. Beberapa view bagus juga kita dapat nikmati di sini. Gunung Karang 1700mdpl yang gagah berdiri persis di belakang Kantor Pemerintahan Kota Pandeglang. Cantik sekali sore itu jelang sunset di sampin gunung Karang.

Pukul 17.00, kami meninggalkan kota Pandeglang. Lampaui Baros, Serang Banten masuk tol Merak Jakarta. 20.00 kami tiba di Jakarta.Alhamdulillahirabbil'alamin.

Tks ya, Pak Lahmudin, Kiki, Dini, Tsara,Indri, Destria you are amazing. Tks sudah mempercayakan Nanjak Bareng Bang Luthfi menjadi partner bertualang. Semoga NBBL makin sukses.Amin












Selasa, 18 April 2017

Cinta Rahasia Mina

Sudah sangat lama nama itu tak terdengar. Indah sekali mendengar nama itu.Mina. Seindah sosoknya yang cantik dan pintar. Entah kenapa hanya Mina yang menarik perhatianku.

                                                ***
Ya, Mina sering bertanya. Tak pernah malu ia bertanya suatu yang ia tak tahu. Antusias sekali ingin menguasai materi yang aku ajarkan. Sampai pada suatu ketika  ia datang bersama 2 teman setianya.

Segera ia bercerita. Baru dua kalimat keluar dari bibirnya yang mungil, aku sudah paham.

"Sssst!, Min,nanti kita lanjutkan lagi ya ceritanya"

"Ok, kak!", 

tidak terlihat raut kecewa dari wajahnya,lalu  melempar senyum manisnya padahal ia terlihat ingin sekali menuntaskan ceritanya.

 Subhanallah. Tiba-tiba rasa itu mulai muncul. Rasa yang pernah ada pada Mina yang lain. Mina yang telah dimiliki oleh yang lain. Flashback 10tahun yang lalu.

Sejak aku praktek mengajar di kelasnya, memang hanya Mina yang menarik perhatianku. Duh, jadi tidak konsen praktek mengajar jika seperti ini. Untung dosen pembimbing tidak bisa hadir setiap hari untuk mengawasiku. Jika iya,nilai praktekku bisa jadi dikurangi karena tidak fokus. Aku tidak ingin nilai akhir PPL ku standar. Aku ingin dapat yang terbaik.

"Hey,kak"
Tiba-tiba Mina dan dua teman setianya muncul di hadapanku setelah istirahat di lantai dasar.

"Hey!", 
jawabku terlambat sambil terbengong bagai melihat bidadari bermata jeli berumur belasan tahun.

Dalam benakku, banyak mahasiswi cantik di kampus, tetapi kenapa justru Mina yang menarik perhatian. Astaghfirullahal'azhim. Jangan sampai praktek mengajarku gagal gara-gara cinta.

                                                ***
Pak Fuad ketua panitia kegiatan OutingClass memintaku untuk ikut. Alasannya guru laki-laki di sekolah jumlahnya sedikit. Sementara jumlah anak ratusan harus di jaga di area yang sangat luas. 

Harinya pun tiba. Kami bersama-sama berangkat Outingclass menuju Museum Kepresidenan Bogor. 

Kegiatan di Museum selesai, kita segera menuju Museum Zoologi melewati Kebun Raya. 

Panas terik matahari membakar kulit. Meski masih banyak pohon besar di Museum terasa panas sekali. Kita pun menunggu giliran untuk masuk. Tanpa kusadari aku duduk di samping Mina dan dua sahabat setianya.

"Hay,kak" 
sapa temannya. Entah kenapa hari itu Mina terlihat diam.

"Hay", jawabku
"Ihh,apaan sih",

terdengar Mina setengah berbisik mendengar dua temannya menyapaku. Agaknya Mina tidak nyaman dengan sapaanku. Seperti ada yang mereka sembunyikan.

"Kak,Nih Fans berat kakak nih", berbisik padaku

"Ihh,apaan lagi sih" Mina terlihat makin malu.

"oh, saya juga ngefans kok sama Mina",spontan aku jawab bisikan mereka.
"Ihh,apaan sih?"Mina makin salah tingkah
"Cieeeeeeee, Minaaaa", 
seru dua temannya. Suasana jadi agak gaduh. Untung teman-teman yang lain tidak ikut mendengar. Akupun segera pergi meninggalkan mereka agar suasana tenang kembali.

                                                ***
Sore menjelang. Jalan berliku menuju dan pulang dari Air Terjun Bidadari membuat kita sangat lelah. Terlebih udara pegunungan yang dingin segera menyergap. 

Ditambah hujan yang tak henti-henti dan AC bus yang tidak dapat dimatikan. Beberapa siswa/i terserang penyakit karena kelelahan dan kedinginan. Suasana sore itu cukup menegangkan dengan kondisi anak-anak yang mengkhawatirkan.

Betapa tidak,dari parkir bus, kita masih harus berjalan 500meter naik dan turun layaknya naik gunung dengank track yang cukup curam dan terjal. Pantas saja anak-anak yang lemah fisiknya terserang penyakit.

Udara dingin menyerang. Tiba-tiba aku ingin buang air kecil. Tidak mungkin kemudian melakukannya di tempat parkir bus yang terbuka. Di sini pun tidak ada WC. Sudah tidak tahan lagi. Segera aku masuk bus yang tadi kulihat ada toiletnya.

"permisi, emergency-emergency!" 

teriakku agar aku dapat masuk dan lansung menuju toiletnya. Para guru dan anak cukup heran dengan sikapku. Aku tak peduli. Aku sudah tak tahan.

"Ngapain sih kak", tanya salah satu siswa

"Numpang pipis"

jawabku singkat. Gak ada lagi jaim-jaiman dalam kondisi darurat.
Pintu toilet yang sulit tertutup tak membuatku mengurungkan niat.

"tenang kak,nanti kita jagain dari luar", bisik siswa padaku

Alhamdulillah,akhirnya selesai.

"Tks ya",kataku
"sama-sama kak" jawab mereka

Aku segera menuju pintu depan untuk bisa keluar. Busku bukan di sini. Pak Fuad pasti sudah menunggu ku di busnya. Tiba-tiba..

"hay kak, ini Mina", 
ketiganya melambaikan tangannya ke arahku. Maniiiiis sekali terlebih Mina

"Hay",jawabku sambil balas membalas lambaian mereka sambil terbengong tak percaya. Kesan kedua yang membuatku terbang.
Suasana tiba-tiba menjadi riuh karena ulahku

                                                ***
Mina selalu membuatku tertarik untuk mengexplore lebih jauh tentangnya. Apapun tentangnya. Termasuk namanya. Aku kini tengah memikirkan kenapa ia dinamakan Mina. Jawabanku sementara, karena kedua orangtuanya mempunyai kesan yang mendalam saat berada di wilayah Mina saat menunaikan ibadah haji. Mungkin.

Mina telah membuatku melayang di langit yang biru bersama indahnya pelangi dan cantinya sunset sore itu. Semangatnya belajar. Senyumnya yang manja. Suaranya yang lembut.Subhanallah. Tak pernah aku rasakan semua ini sejak duduk di kursi MTs. Seakan flashback kembali ke masa MTs yang terlewatkan.

  Sejak dua moment indah itu kita saling bertukar nomor hp. Awalnya kita bertanya jawab tentang materi pelajaran. Akhirnya aku tak mampu membendung rasa itu. Aku katakan suka padanya.

 Ternyata rasaku tak terbalas. Ya, ternyata tak mudah mendapat gayung bersambut. Tak seperti yang kubayangkan. Cukup rumit masuk ke dunia remaja saat ini dengan banyak kode. Aku yang salah membaca kode, kini khawatir dengan rahasia yang ia tahu tentangku. Khawatir ia akan bercerita pada teman-temannya, kemudian hal ini diketahui banyak orang.

Kembali aku pikirkan apa yang harus aku lakukan. Aku sudah terlanjur menyatakan hal itu padanya. Aku sudah terlanjur suka. Bisa jadi pengorbananku belum cukup.

Entah energi apa yang menguatkanku kembali mengejarnya. Ya, mengejar Mina. Kenangan itu terlalu indah untuk dilupakan. Di luar sekolah aku masih bergerilya mencari tahu banyak hal tentang Mina. 

Akhirnya aku tahu dari seseorang bahwa Mina masih menjalin hubungan dengan seseorang. Laki-laki yang beruntung itu bernama Arya. Ia setahun di atas Mina. Perasaanku tambah campur aduk. Sebagai mahasiswa seharusnya aku bisa menerima apapun faktanya. Masalahnya akupun belum pengalaman dalam hal ini.

Sebagai mahasiswa aku harus bersikap lebih dewasa. Aku seharusnya bahagia jika Mina bahagia. Ternyata kebahagian itu begitu cepat berlalu. Ya, aku seakan tak percaya hal ini terjadi. Aku masuk cukup dalam ke masa remaja yang senang dengan baper dan mendengar lagu-lagu galau.


"What really happen with me?"


Pikiranku cukup tersita dengan hal ini. Tentang Mina. Pikiranku kacau. Bayangannya terus menghantuiku di banyak kesempatan. Moment indah itu selalu tergambar di kepala. Sapaannya, senyumnya, lambaiannya, kepolosannya.

Pikiranku tambah kacau jika melihatnya bertemu dengan Arya kekasihnya. Ya, aku cemburu.Ternyata saat itu Mina sedang putus dengan Arya. Saat itu ia butuh sosok lain untuk curhat. Jadilah aku korbannya. 

Saat cemburu aku tak bisa menyembunyikan perasaan itu meski Mina memang menyakiti hatiku. Aku pandai memberi saran bagi mereka yang ingin move on dari orang yang disukainya, tetapi aku sendiri berlarut-larut dalam hal ini.

Aku benar-benar masuk di dunia mereka. Generasi tahun 90an yang terjebak masuk ke masa anak zaman 2017 yang penuh dengan lagu cinta saat mereka galau. Terlebih terakhir aku sempat menyaksikan wawancara Mas Ovie Kahitna  produktif yang telah menciptakan banyak lagu cinta. 

Kata beliau, "Lagu galau itu penting. Bukan ingin berlarut-larut dalam kegalauan, hanya saja kita harus jujur dengan perasaan yang kita rasakan kini. Mari kita jujur, bagaimana rasanya saat galau kemudian, malah mendengar lagu-lagu yang gembira. Bisa jadi hambar rasanya".

Jadilah aku menikmati perih ini sambil mendengar lagu Rahasia Cinta Glenn Fredly dan Yura Yunita beberapa hari ini.

Terakhir kutatap mata indahmu di bawah bintang-bintang
Terbelah hatiku antara cinta dan rahasia
Kucinta padamu namun kau milik sahabatku
Dilema, hatiku andaikan kubisa bicara sejujurnya
Jangan, kau pilih dia
Pilihlah aku yang mampu mencintamu lebih dari dia
Bukan, kuingin merebutmu dari sahabatku
Namun kau tahu, cinta tak bisa,tak bisa kau salahkan

                                                   ***

 "Come On Indra, wake up!", 

Suara itu memanggilku untuk segera bangun. Aku harus segera move on. Aku harus segera kembali menjadi Indra mahasiswa yang tangguh. Aku harus kembali menemukan peranku yang selama ini aku abaikan. Peran yang jauh lebih penting dari hanya sekedar cerita cinta anak ingusan.
Goodbye Mina.
                                                  ***
Pak Fuad kembali memintaku untuk menjadi pendamping kegiatan Tafakkur Alam yang akan diadakan di Cibodas. Ya, ampun pikirku aku kan sudah selesai menjalani tugas praktek mengajarku, kenapa pak Fuad masih memintaku untuk ikut. Mungkin beliau percaya dan puas pada kinerjaku saat itu. Ia tahu rumahku tak jauh dari sekolah.

Astaghfirullahal'azhiim. Aku baru ingat,kegiatan ini juga diikuti oleh Mina. Sudah lebih dari sebulan aku berusaha menyibukkan diri untuk move on darinya.

 Tiba harinya. Aku diminta untuk berjaga di pos jembatan bambu yang membentang di atas sungai. Pak Fuad tahu, aku suka hiking dan bisa berenang. Jika ada anak yang jatuh ke sungai, aku bisa menolongnya. Fyuh, tugas yang berat.

Panitia sudah memulai kegiatan Tafakkur Alam tepat pukul 03.00 wib. Satu persatu anak menyebrang meniti jembatan bambu.Aku kosentrasi penuh memperhatikan mereka sambil memberi arahan.

Tiba-tiba sesosok yang pernah kukagumi muncul dari kegelapan. Berharap cemas ia adalah Mina sang pemilik senyum manis manja dan suara yang lembut. Ya, benar, itu benar-benar Mina. Aku masih tertegun memerhatikannya dari kejauhan.

Ia pun terdiam. Entah apa yang ia pikirkan. Agaknya ia malu menyapaku. Akhirnya ia pun memanggilku.

"Kak, tolong dong!", memintaku. Aku masih tertegun tak percaya aku kembali bertemu bidadariku.

"Kaaaak, denger gak sih?, tolong dong", kembali ia berteriak. sekarang ia mulai marah


"tolong apa?", 
aku respon permintaannya
"aku takut!"

"takut apa?",
 aku sengaja tidak segera membantunya. Aku masih kangen mendengar suaranya yang lembut.

"Ish,takut kecebur lah!",

mulai emosi. Ia makin cantik dan menarik jika marah,maka aku sengaja membuatnya marah.


"Trus, gimana?", tanyaku
"Tolongin kaleeee!"
"Tolongin apaaan?"
"Ish, tolong sebrangin lah!"
"Kalo ada yang marah gimana?"
"Ish, udeh deh, gak usah bawa-bawa dia lagi!"
"Emang kenapa?"
"GC kaaaak!", mengalihkan bicaraku
"yeeeh,minta tolong kok gitu,mau ditolongin gak?",jawabku
"iya,iya, mau",jawabnya antusias
"mau apa?", belum puas aku goda dia
"Nyebrang lah!", kembali emosi. 
Subhanallah makin cantik terlihat.
"jangan marah-marah dong!, nanti..."
"abis, lama banget sih, nanti apa?", tanyanya


"nanti aku makin suka,hehehe",

tawaku puas, sambil berharap kata-kata itu menghujam dalam hatinya.


"yeeh!, udeh cepetan!", 

sambil tersipu malu, tak mampu berkata lagi. 

Akupun segera meraih tangannya. Subhanallah. Halus sekali tangannya yang mungil. Jari-jarinya yang lentik. Saat itu ia terlihat takut sekali. Dengan sangat manja ia segera menyambut tanganku. Akupun membimbingnya menyebrang. Hati ini berdegup semakin kencang. Seakan tidak percaya yang kubimbing adalah bidadariku.

 Malam itu bulan purnama jutaan bintang dan puncak gunung menjadi saksinya. Indaaah sekali. Kita menyebrang jembatan bambu layaknya sepasang kekasih (edisi baper sambil berharap Mina merasakan hal yang sama).

Sesampainya di ujung jembatan, kita berduapun terdiam.Malam itu biar kesan yang bicara, karena cinta tak cukup dengan kata-kata.

"terima kasih ya kak!", ucapnya lembut disusul senyumnya yang manis.

"kak!", kembali menyadarkanku

"oh, iya,iya,sama-sama ya Mina,hati-hati ya" jawabku sambil tertegun

                                                ***
Empat tahun berlalu. Tidak ada komunikasi antara aku dan Mina setelah special moment itu. Aku kini sudah menjadi asisten dosen Filsafat Islam. Pihak rektorat memintaku untuk mengunjungi dosen baru tersebut. Namanya Pak Abdul Hakim.

Hari ini aku akan menjambangi rumahnya. Tidak seperti dosen lainnya, terlebih dosen Filsafat yang biasanya justru sering bermain logika. Pak Abdul sangat ketat dan detail dengan banyak peraturan. Dengar-dengar Pak Abdul juga seorang aktifis dakwah.

Masyaallah. Cukup deg-degan aku jelang bertemu dengannya. Pak Abdul dikenal luas wawasannya, aktifis dakwah, bersuara merdu pula. Karya karya tulisnya menahbiskan ia adalah seorang yang nyaris sempurna.
                                               ***
Jalan Mampang Prapatan II, samping Masjid Baitul Halim. Ya, ini dia rumahnya. Hilir mudik pendekor membawa kembang dan pelaminan. Agaknya tak lama lagi akan ada yang melangsungkan pernikahan. Siapa ya?.Tanyaku dalam hati. Kenapa tiba-tiba hati ini jadi agak resah.

"Assalamu'alaikum" , sapaku sebelum masuk rumahnya
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,, ayo masuk, ini Indra ya?, maaf berantakan kaya gini ya", jawab beliau sambil mempersilahkanku masuk.


"iya pak,saya Indra"

"silahkan duduk dra!, sebentar ya, saya ada perlu sebentar,
"Minaaaaaa!, tolong buatkan minum buat tamu ayah!"


Pak Abdul segera meninggalkanku sendirian. Sebelum duduk mataku menyisir dinding rumah pak Abdul. Banyak foto dan penghargaan yang telah beliau raih dipajang di sana. 

Tiga sosok perempuan cantik segera mencuri perhatianku berada di foto pak Abdul. Dina, Mina dan Nina. Ternyata beliau memiliki 3putri yang cantik-cantik. Salah satunya Mina.Ya,Mina ada di dalam foto.Innalillah,eh Subhanallah, eh Allahu Akbar, 

Detak  jantung ini kembali berdegup kencang melihat sosok cantik Mina. Ya, ini rumah Mina. Rumah bidadariku. Langsung saja hayalanku terbang tinggi ke angkasa menyapa ribuan bintang. 

Jika Allah menghendaki jodoh memang tidak kemana.Bisikku dalam hati.Aku tersenyum-senyum sendiri berhayal menjadi calon menantu pak Abdul dosenku sendiri. Mina akan jadi istriku dan pak Abdul akan jadi mertuaku.Hoaa,indahnya.

Tak lama Mina pun benar-benar muncul. Kita saling bertatapan dan diam. Ternyata benar, Mina anak Pak Abdul yang terkenal itu. Subhanallah.

"kak Indra?" 

"Mina,ini betul Mina?"

"kakak ngapain di sini?"

belum sempat kujawab pertanyaannya. Pak Abdul datang

 Mina segera kembali kebelakang dan tak kembali lagi.


"Kamu gak apa-apa kan dra?", tanya pak Abdul melihatku gusar


"oh, gak apa-apa pak"

jawabku berbohong. Jelas aku sangat terkejut bertemu Mina bidadariku.

"Ngomong-ngomong, siapa yang mau nikah pak Abdul?", tanyaku penasaran, sambil berharap bukan Mina.

"Oh, itu yang barusan, Mina anak saya yang ketiga, jika sudah datang jodohnya, haram kita menolaknya", tegasnya


"Oh..."

Datar. Innalillahi wainnailaihi Roji'un tambahku dalam hati. Buyar impianku jadi menantu pak Abdul.


"kenapa?",
kejar beliau curiga


"gak apa-apa Pak,gak apa-apa", jawabku


"Jadi, coba kamu pelajari buku terbaru yang saya tulis Filsafat Islam Orang Betawi", permintaannya padaku.

Akhirnya pertemuan dengan Pak Abdul pun selesai. Aku segera pamit. Tak ingin lagi berlama-lama di sini. Buyar semua intruksi dari Pak Abdul.

 Kulihat lagi tulisan "menikah Arya dan Mina". Seakan juga merasakan perasaanku, Mina pun keluar melepas kepergianku untuk selamanya. Terselip senyuman terakhir doaku untukmu Mina. Semoga kau bahagia.Amin. 

Lagu ini pun mengiringi kepulanganku. Flashback ke Special Moment 4 tahun yang lalu. Kembali menikmati musik galau anak zaman 2017. 

Katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia
Aku punya ragamu tapi tidak hatimu
Kau tak perlu berbohong kau masih menginginkannya
Kurela kau dengannya asalkan kau bahagia

                                                                            (Armada Band)