Senin, 11 November 2019

"Selamat tinggal Mae!"




Mae. Maemunah lengkapnya. Nama itu terdengar kampungan. Ya, kampungan sekali. Emosiku membuat aku lupa istri Nabiyullah Muhammad saw pun bernama indah Maemunah binti Harits. Astaghfirullahal'azhiim.



"Jika kamu minta keadilan, keadilan hanya ada di akhirat nanti!"

Jawabku padanya saat itu. Dasar anak-anak. Merepotkan saja. Cukup bosan aku menangani urusan mereka yang tak penting. Memperebutkan sapu seharusnya bukan masalah penting. Seharusnya mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri. Mereka kelas VIII sekarang. Bukan lagi kelas V sekolah dasar yang mungkin masih wajar jika berebut sapu atau benda lainnya.

***
"Kak kok Blognya belum lanjut sih?,saya nunggu lohhh,hehehehe...."

Entah siapa tiba-tiba saja ada seorang yang kirim pesan lewat instagram. Langsung saja aku cek siapakah gerangan pengirimnya. Ternyata Mae adik kelasku yang pernah membuatku emosi.

"Masyaallah, kamu baca blog saya?,saya males nerusin Mae,saya pikir pada gak suka sama gaya tulisan saya.Jadul. Basi. Pasti anak-anak millenial kaya kamu gak suka. Di media online pasti udeh banyak wattpad yang keren-keren gitu kan.Saya juga lagi sibuk dengan tugas kuliah. Sebenernya masih pengen nulis. Tks ya. Saya jadi semangat nulis lagi kalo kamu bilang gini, Ahay..."

Spontan aku balas cukup panjang chatnya. Lebih dari lima bulan aku memang tak kunjung mulai menulis blog. Seperti jawabanku di atas. Aku merasa tulisanku tidak disukai para pembaca. Aku mulai berpikir untuk menceritakan hal yang berbeda. Guru senior yang mengetahui aku menulis cerpenpun pernah berkomentar, bisaku hanya menulis roman picisan.

"Ih kak, malah saya suka. Saya lebih suka baca blog kakak dari pada wattpad. Cerita kakak tuh makin scrool kebawah makin penasaran"

Mae meneruskan komentarnya. Sekali lagi, seharusnya aku tidak mudah geer. Tapi bagaimana tidak geer. Mae semakin cantik dan manis sekarang. Astaghirullahal'azhiim. Mudah sekali rasa itu tumbuh dan berkembang. Jika dipikirkan bisa menambah beban pikiran. Tak habis-habisnya aku pikirkan.  

"Puncak gunung Salak2 ituloh kak. Saya jatuh cinta kak sama ceritanya.
Bener-bener saya merinding membacanya"

Tanggung banget sih pake bilang jatuh cinta sama ceritanya, kenapa gak sama saya gitu jatuh cintanya. Fantasiku mulai terbang ke angkasa. Menengok kembali tulisanku tentang gunung salak2.Terhitung dengan jari pembaca-pembaca yang sempat mengomentari tulisanku.

Ada yang berkomentar, keren kalo dibuatkan film. Doakan saja jawabku. Semoga ada produser mabok yang melirik ceritaku,hehehe. Belum lagi kepastian difilmkan, ada juga yang request menjadi pemain dalam film ini. Alhamdulillah, aku terhibur dengan hal ini.

*** 
 Ampun deh.Ini bener Mae bukan sih?,Jangan-jangan ini jebakan. Aku liat lagi foto postingannya. Masyaallah manisnya. Flashback beberapa tahun lalu ketika beberapa siswi melambaikan tangan dengan mesranya. 

Mae sempat lambaikan tangan dengan malu-malu. Duh manjanya kau saat itu. Fantasiku kembali terbang ke punggungan Salak2 yang gelap gulita dengan jutaan bintang di atasnya. Ingin rasanya  menikmati bintang jatuh di Surya Kencana dengan ia disampingku.

Aku masih bersih keras dengan argumenku. Jika rasa cinta itu tumbuh, aku tidak mau seorang diri disalahkan. Jika ia tumbuh, pasti ada yang menumbuhkan. Bisa jadi ini adalah respon yang wajar dari seorang laki-laki normal yang mempunyai impian yang indah menikmati banyak cinta layaknya Bung Karno ataupun Chairil Anwar sebagai pujangga. 

Dari beberapa perbicanganku dengan teman-teman, 7 dari 10 laki-laki mempunyai fantasi yang sama. Buktinya diskusi tentang poligami sering digelar dengan cukup antusias.

Perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan masih membuatku penasaran. 1 : 5 bahkan 1:7, setujukah kita dengan jumlah laki-laki yang sangat sedikit, ada banyak perempuan yang sampai akhir hayatnya hidup sendiri tanpa pasangan. Inikah yang dimaksud harus menerima taqdir baik dan buruk dalam rukun Iman?

***
Aku sangat menikmati chatku dengan Mae. Tak lupa kusyukuri Alhamdulillah. Dalam sadar kulanjutkan chat dengannya.

"Mae, emang kamu gak takut kalo nanti temen-temen bicarakan kita?,
gimana kalo mereka pikir kita punya hubungan?, Hayoooo!!"

Entah apa yang kulakukan dalam chat ini. Bisa jadi hal yang sangat bodoh yang membuat Mae ketakutan dengan pertanyaanku. Kenyamanan itu seakan harus segera kuakhiri. Bisa jadi Mae makin percaya dengan omongan teman-teman dulu bahwa aku adalah orang yang paling modus. Ada harapan agar Mae takut dan tak lagi memperpanjang chat ini. Aku sadar benar bahwa aku sangat mudah jatuh cinta.

"Enggak, saya gak takut. Saya takut sama Allah swt. Hubungan kita antara adik dan kakak kan"

Demikian lugu jawabannya. Dalam hati berbisik, jika ada orang yang perlu kamu waspadai, orang itu adalah aku Mae. Teman-temanmu benar. Aku adalah orang yang sangat perlu diwaspadai.

"Btw, tks ya. saya senang banget bisa chat sama kamu. Saya jadi curhat deh,hehehe"

Dan setelah chat terakhir itu. Mae tak kunjung menjawabku. Alhamdulillah. Selamat tinggal Mae.

***
Allah Maha Kuasa menghinakan orang yang Ia kehendaki. Allah pun Maha Kuasa memuliakan orang yang Ia kehendaki. Kejadian satu tahun ini pasti ada hikmahnya. Akupun tengah memikirkannya. Menjadi orang yang terhina/direndahkan  memaksa  kita juga harus rendah hati dan bisa menerima kekurangan orang lain. 

Kita diminta untuk menerima orang yang mencoba memperbaiki diri meski telah berbuat dosa besar karena Allah swt pun Maha Mengampuni sebesar apapun dosa hamba-Nya.  Selalu ada kesempatan untuk bertobat. Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri.Allahu Akbar. 

***
Malam Jumat yang penuh berkah tiba. Ayat-ayat Al-Quran dilantunkan. Solawat didendangkan. Indah sekali terdengar bagi sang pemilik hati-hati yang bersih. Alhamdulillah. Hilir mudik jalan-jalan di kota tak kalah meriahnya malam itu. 

Malam Jumat layaknya malam Minggu yang panjang bagi banyak pemuda pemudi yang dimabuk asmara. Beberapa pasangan remaja berboncengan tanpa risih berpeluk mesra lalui masjid musholla penuh gelak tawa bangga. Kontras sekali.

"Sunnah Nabi, Sunnah Nabi, hahahahaha!"

Kilah mereka terkesan lecehkan agama. Astaghfirullahal'azhiiim. Ampuni dosa hamba Ya Allah. Mereka yang maksiat kini bisa jadi akan bertaubat nasuha dan diterima Allah swt. Aku yang taat kini bisa jadi maksiat nantinya tanpa kepastian taubatku diterima.Hidup penuh memang misteri.

Dalam kegalauan itu aku melihat sesosok indah yang seakan aku kenal. Senyumnya seakan palsu menikmati sentuhan demi sentuhan dari pacarnya. Ya, aku kenal kamu. Mae?, kaukah itu.tanyaku dalam hati. Segera doa dan pikiran positif kubunyikan. Untukmu Mae. Untukmu.

 Segera pasangan itu meninggalkan tempatku berdiri. Itu terakhir kalinya aku liat Mae dengan senyuman palsu bersama pacarnya.Ia sempat melirik ke arahku dan memalingkan pandangan. Mata ini  kemudian mengikuti ke arah mereka pergi hingga tak terlihat lagi. Sekali lagi kudoakan yang terbaik untukmu Mae.

Malam itu tak lagi indah kurasakan. Meski lantunan salawat dan ayat-ayat Alquran terdengar dari masjid dan musholla. Betapa lemahnya aku yang tak bergeming. Sesuaikah ini dengan ayat-ayat Alquran dan hadits yang aku pelajari. Inikah sikap seorang muslim yang diminta oleh Allah swt dan Rasul-Nya melihat saudaranya terancam masadepannya?

Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Aku masih saja terjaga dan tak tenang. Aku khawatirkan kamu Mae. Kamu dimana?,Kamu....?,firasat laki-laki yang tak bisa dibohongi. Seorang lelaki bisa tau apa yang terjadi pagi hari itu. Mata memerah menahan kantuk dan pikiran yang kalut. Memikirkan Mae seorang yang ia sayangi. Subuh pun memanggil ia kembali.

***

Seminggu berlalu. Tak kunjung didapatkan kabar tentangmu. Kamu dimana Mae?. Kekhawatiranku bertambah sejak malam itu melihatnya bermesra dengan pacarnya. Celakanya tidak cuma Mae yang terlibat. Beberapa temannya pun  berprilaku yang sama dengan pacarnya. Haruskah aku bahagia melihat kebahagiaannya?

Malam Jumat yang penuh berkah kembali datang. Alhamdulillah. Aku berharap dapat melihatmu kembali meski dengan orang lain Mae. Meski tak tenang hati ini. Malam Jumat ini ternyata berbeda. Konvoi pasangan mesra tak lagi kulihat. Kemana mereka?,Adakah sesuatu yang telah terjadi?.

Hati ini berdegup kencang. Firasat tak baik segera menyelinap ke dalam pikiran. Ada apa denganmu Mae?. Doa terbaikku segera kubacakan. Mata yang lelah ini segera tertutup seakan digelayuti beban. Ada sesuatu yang memaksa malam ini aku segera memejamkan mata.


"Kak Raffi, Kak Raffi, Kak Raffi!"

ada seorang yang berbisik memanggilku dalam mimpi. Setengah sadar aku terjaga.

"Siapa,  siapa itu?"

,tanyaku sambil merasakan dag dig dug di hatiku.


"Kak Raffi, Kak Raffi, Kak Raffi!Huhuhuhuhu", 

Hanya tangis yang kudengar tanpa jawaban apapun.Hati ini semakin berdegup keras.Badan gemetar.
suaranya lirih  menangis tersedu. Siapa gerangan memanggilku lirih.


"huhuhuuhuuuhu,Kak Raffi,Kak Raffi",

Tangisan itu semakin jelas terdengar. Baru kali ini aku mendengar suara lembut menangis lirih di dalam kamarku. Tangisannya mengirimkan pesan penyesalan yang teramat besar. Sedih sekali. Aku kembali mengingat-ingat dengan perasaan takut. Aku pernah mendengar suara ini. 

Sesosok wanita kemudian perlahan muncul di pojok kamarku sambil menutupi wajahnya seakan menahan malu.


"Astaghfirullahal'azhiim, siapa, kamu siapa?"

Kembali kutanya ia dengan penuh ketakutan. Ia pun ta bergeming. Tak menjawab sepatah katapun. Entah apa yang aku dan ia rasakan saat itu. Aku merasa kenal sekali dengan sosok di pojok kamarku.

 Tiba-tiba teringat aku dengan sosok Mae yang kurindukan.Tak selangkahpun aku berani maju menghampiri begitu juga dengan ia. Jika benar ia adalah Mae,  aku ingin sekali mendekatinya.

Jantung ini masih berdegup kencang. Siapa sesungguhnya sosok di pojok kamarku. Bismillahirrahmanirrahim aku beranikan kembali memulai bertanya.
"Mae,kamu kah itu Mae?"

Aku ulangi lagi pertanyaanku saking penasarannya. Sosok yang aku temui di gunung Salak2 jelas berbeda dengan sosok ini. Ia seakan mengirimkan sinyal dan aura damai sekali di hati ini. Untuk kesekian kali hati ini berdebar. Seakan hatiku dan hatinya pernah menyatu. Aku semakin yakin bahwa aku pernah mengenal sosok itu.


"Mae, kamu kah itu?"

Beberapa saat kemudian ia menganggukkan kepalanya.Ya, ia Mae.Pertanyaannya apa yang terjadi padanya?. Kenapa ia datang di tengah malam yang sepi seperti ini dalam keadaan menangis. Seperti ada yang penting ingin disampaikan.


"Maafkan aku kak Raffi, Aku sayang kakak!"

Terkejut sekali aku mendengarnya. Aku memberanikan  diri maju perlahan. Aku sangat ingin mendekatinya.

"Maeeeeeee!"

"Selamat tinggal kak!"

Ia pun menghilang ditelan gelapnya malam.Aku juga sayang kamu Mae.Sebaris doa kembali kukirimkan untuknya. Alfatihah.

Jumat pagi.Terdengar kasak kusuk tetangga di kelurahan tetangga. Telah ditemukan jasad seorang gadis terbujur kaku di dalam kosan pria. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.Semoga Allah mengampuni dosa kita semua.Aamiin.Selamat tinggal Mae.























Selasa, 30 Juli 2019

deru debu merbabu

NBBL Merbabu3142mdpl


Beberapa mungkin hanya basa-basi tuk wujudkan pendakian ke Merbabu, tetapi tidak dengan  Wildan, Fahmi, Bilal, Rifqy, Bina, Adit, Alfarizki, dan Khadavi. Awalnya mereka request ke Lawu. Karena budget yang belum cukup, maka beralih ke Merbabu. Bang Luthfi memberi pandangan yang realistis kaitannya dengan agendanya yang padat. Setelah NBBL Prau, seminggu kemudian disusul NBBL Merbabu dan ditutup single test drive Jogja lewat jalur selatan.

Rencana awal NBBL Merbabu diberangkatkan tanggal 5-8Juli2019. Pemberangkatan dimajukan Selasa-Jum'at 02-05Juli2019 karena Bang Luthfi harus menjaga pamannya yang sedang dirawat di rumah sakit. Bang Luthfi (BL) berterimakasih sekali para jama'ah dapat menerima perubahan jadual ini sehingga BL dapat menjalankan tugasnya. Alhamdulillahirabbil'alamin.

Tunggal Dara Mampang pukul 12.15 wib

Jama'ah telah hadir sejak pukul 10.30wib. Perinsipnya memang lebih baik menunggu dibanding ditunggu dengan penuh keterburuan.PO Tunggal Dara, Sinar Jaya dan bus lainnya memang hanya memiliki waktu yang sangat sedikit berhenti di SPBU Mampang. Pasalnya tempat parkir yang biasa digunakan ditutup. Tidak ada pilihan lain selain menaikkan penumpang dengan ketergesaan di SPBU Mampang.

Macam-macam cerita sejak awal berangkat untuk mendaki.  Ibu Tini penjual tiket PO Maju lancar yang kurang ramah mengawali cerita ini. Para jama'ah kebetulan duduk di samping tempat pembelian tiket PO Maju Lancar tempat Ibu Tini. Segera saja Ibu Tini memasang muka sangar. Ia kecewa penumpang  Tunggal Dara  duduk sekitar warungnya. Pasalnya kami tidak membeli tiket TD di warung miliknya.

Ia bilang ini tempat parkir yang diperuntukkan Maju Lancar. Tunggal Dara tidak berhak parkir di sini. Kita semua hanya bisa mengangguk-angguk di depan Ibu Tini. Bang Luthfi berusaha mengalihkan pembicaraan menanyakan harga tiket ML. Suatu saat BL berencana membeli tiket lewat Ibu Tini. Sayang sekali Ibu Tini tetap bersikap tidak ramah.

Azan Zuhur berkumandang. Jam menunjukkan pukul 12.00wib. Segera kita bergantian salat zuhur+asar. Tak lama TD tiba. TD tidak parkir di tempat ML.Segera Jama'ah bergerak mendekati lalu memasukkan carrier ke dalam bagasi. Awalnya agak deg2an bagasi telah terisi penuh karena bus TD berangkat dari Ciputat. Alhamdulillah semua carrier masuk ke dalam bagasi.

Dapat bagasi. Nyamannya TD dengan toilet, AC , snack, service makan dan selimut. Salah satu alasan BL memilih TD sebagai akses ke Boyolali adalah dekat dari tempatnya tinggal. Bisa saja ia memilih bus dari kampung Rambutan yang relatif lebih murah, akan tetapi berhemat energi dan waktu perlu juga diperhitungkan.

TD antarkan kita sampai di Boyolali pukul 21.30 wib. Agak setengah percaya aku sampai di sini begitu cepatnya.Berbeda sekali dengan Nbbl Merbabu sebelumnya. Beberapa PO seperti Langsung Jaya yang masih menempuh pantura tidak mungkin sampai secepat ini. Bahkan dulu sebelum ada tol transjawa di tahun 2011 BL pernah berangkat pukul 13.00 dari Jakarta, tiba di Boyolali pukul 04.00wib. Saat itu jalur fenomenal Alas Roban pastinya menjadi langganan.

Para sopir mobil bak langsung menawarkan  jasa antar ke basecamp sesaat kami sampai terminal. Dengan tenang Bang Luthfi tidak beranjak sejengkalpun dari tempat ia turun dari bus. Dengan tenang BL menjawab tawaran para sopir tersebut. BL mengajarkan tuk tetap tenang tidak tergesa sesampainya kita di terminal manapun. 

Kita punya hak untuk istirahat dan memilih transportasi apapun yang kita inginkan termasuk ojek jika hanya seorang diri. Ini bagian dari manajemen perjalanan. Tak jarang traveller yang kurang pengalaman langsung menerima tawaran para sopir ataupun tukang ojek.

Udara dingin khas Boyolali langsung menyapa membuat perut keroncongan. Nasi goreng terminal Boyolali dengan porsi besar langsung kami pesan.1porsi bisa untuk 2orang. Kopi dan sebatang rokok menyusul kemudian. Masyaallah, Alhamdulilillah nikmatnya.

Jam masih menunjukkan pukul 23.30. Kami segera menunaikan salat Isya+Maghrib yang sempat tertinggal. Alas kardus kami jadikan alas. Alhamdulillah suhu udara sejuk kisaran 20derajat celcius membuat kami sangat nyaman tidur pulas di depan musholla. 

Suhu udara yang sangat bersahabat meski penduduk terlihat berkain sarung.Musholla dikunci agar kebersihannya tetap terjaga. Masyaallah nikmatnya tidur di udara sejuk depan Musholla terminal Boyolali.

Beberapa rombongan terlihat berangkat lebih awal ke basecamp. Sekali lagi BL mengajarkan manajemen perjalanan yang baik. BL lebih memilih menunggu subuh agar

 1. Dapat  tidur dengan nyenyak di suhu udara yang bersahabat sekitar 20 derajat celcius. Bandingkan  dengan suhu udara di basecamp dengan kisaran rata2 16derajat celcius. (recovery yang maksimal bisa kita dapatkan di suhu yang bersahabat. Tubuh tidak akan cepat drop jika kita menjaga suhu udara dan panas tubuh)

 2. Dapat salat subuh dengan nyaman di musholla (special menjadi imam di terminal Boyolali)

 3. Alhamdulillah masih sempat tahajjud. jelang subuh .Allahu Akbar

 4. Menikmati pemandangan pagi menuju basecamp.Bandingkan jika berangkat ke basecamp malam hari, kita tidak akan bisa menikmati pemandangan gambaran utuh gunung yang akan kita daki merbabu. Pagi hari kita bisa lebih awal menikmati pemandangan gunung Lawu di arah timur.Merbabu di barat laut dan Merapi di barat daya.Allahu Akbar.

Setelah menunaikan salat subuh, kami pun naik mobil pick up meluncur ke pasar cepogo. 300k harga yang layak antarkan kita lewati  tanjakan dan kelokan  ektrem menuju basecamp dengan beberapa konsekwensinya. Aroma kotoran ayam menyengat sepanjang jalan terminal ke Cepogo padahal Boyolali terkenal dengan sapi. Buktinya banyak patung sapi perah ditemukan di beberapa sudut desa.

Sampai di pasar Cepogo, kami belanja sayur asem, nugget dll melengkapi logistik. Sunrise belum tinggi beranjak. Kami pun menjemput sunrise di patung Petruk. Satu lokasi layaknya gardu pandang menuju Dieng Plateu. 

Mesin mobil terus menderu berjuang menahlukkan tanjakan dan tikungan terjal menuju Selo. Tak terbayang jika mesin mobil sampai mogok karena tak kuat melalui tanjakan yang ekstrem.Cukup sulit pastinya meminta bantuan karena jauh dari bengkel.

Tanjakan bertambah ektrem saat masuk gapura  desa. Kemiringannya bisa mencapai 45derajat. Kita yang tak terbiasa melalui jalan tersebut dibuat geleng-geleng kepala karena kemiringannya. 

100meter sebelum  gapura satu titik slah satu carrier jatuh di pertigaan.Dengan sigap salah seorang jama'ah segera turun dan mengambilnya, meski bukan carriernya yang jatuh. Masyaallah. Perjalanan baru dimulai, Alhamdulillah kita sudah bisa saling membantu. Senyum sumringah segera berkembang di wajah BL.

Setelah membayar retribusi desa,  kami menuju basecamp. Sarapan di basecamp menikmati hangatnya mentari pukul 07.00 ditemani fredy mercury. Sortir barang bawaaan.Isi 2 dirigen 3liter. Kami registrasi di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu yang kian cantik membenahi diri demi kenyamanan pengunjung.

Pukul 08.30 pendaftaran dibuka. Antrean panjang pendaftar entri data kembali menguji kesabaran..Entri data selesai pukul 10.00 lanjut briefing oleh volunteer. Tisue basah dilarang naik. Suhu ekstrem di atas sana mewajibkan pendaki membekali diri dengan  sleepingbag. Alhamdulillah suhu sangat bersahabat di atas sana sekitar 15derajat celcius. Suhu terendah di malam hari baru mencapai 10derajat celcius.

Kembali kami berdoa sebelum memulai tracking.Musim kemarau membuat gunung manapun berdebu terlebih Merbabu. Jadilah jalur merbabu berkabut coklat saat para pendaki berpapasan naik dan turun. 

Ketebalan debu bisa mencapai  15cm di tiap track yang terjal. Buatku wajib gunakan masker ataupun buff untuk menghindari debu masuk ke hidung. Menggunakan kacamata juga sangat dianjurkan guna menghindari debu masuk mata.

Lampaui pos Dok Malang, Simpang Macan, Pos2 dan sampai di pos3 Batu Tulis. Kami salat asar+zuhur+makan di sini sekitar  pukul 16.00wib. BL menanyakan kesiapan jama'ah untuk melanjutkan tracking ataupun mendirikan tenda di pos3. Jama'ah sepakat melanjutkan tracking ke sabana1.

Tracking menuju sabana1 semakin ektrem pastinya. Tebalnya debu membuat jalur cukup licin. Luar biasa perjuangan  Reza dkk menuju sabana1 hingga merangkak. Terpeleset dan gagal meraih pegangan adalah hal yang biasa terlihat di jalur ini. 

Ekspresi Reza yang lucu membuat jama'ah terus bersemangat meneruskan tracking. Bisa jadi Reza punya banyak fans cewek di sekolah karena humorisnya,hehehe. Beberapa pendaki terlihat melepas alas kaki dengan alasan lebih nyaman dan mengurangi licin.

Alhamdulillah pukul 17.30 jama'ah NBBL sampai di sabana1. Gelap dan dingin mulai menyergap. Beberapa jama'ah bingung dalam kondisi seperti itu dan memilih diam menahan dingin. Maklum pemula. 

Suhu udara terus turun pada pukul 18.00 karena matahari menjauh dan tenggelam. BL mengenal ini sebagai transisi suhu udara siang jelang malam hari. Seharusnya kita terus beraktifitas meski hanya menggerakkan badan, menggosok telapak tangan mengurangi dingin.

Tenda loreng berdiri, disusul tenda merah biru lalu tenda monodome hijau dan biru. Jama'ah segera masuk tanpa pilih-pilih tenda. Seperti biasa BL adalah orang terakhir yang masuk tenda. Ia memastikan tenda para jama'ah safety. Memastikan pasak dan flysheet terpasang dengan baik antisi pasi angin kencang dan hujan yang mungkin saja datang.

BL kembali menanyakan kesehatan jama'ah jelang malam panjang yang bisa saja membekukan segala. BL meminta jama'ah tuk makan sebelum tidur. Khususnya yang merasakan sakit kepala BL memberinya obat berharap kondisinya segera membaik esok hari.

Penurunan  suhu udara terus berlangsung. Saat ini biasa para pendaki beradaptasi dengan cepat dengan suhu udara. Biasanya setelah makan dan tidur minimal selama 2jam kondisi tubuh berangsur lebih segar. 

Wildan melapor jaket dan sleepingbagnya   basah terguyur air drigen.BL segera meminta jaket dan SB tersebut tidak dipakai. Untungnya kondisi  Wildan cukup fit untuk melawan dinginnya malam di sabana1.

Pukul 22.00 wib BL bangun. Jutaan bintang menyambut dengan mesra. Menemani hamba yang tengah memuja cantik ciptaan Sang Pencipta. Beberapa bintang jatuh terlihat di beberapa titik. Masyaallah. Lampu-lampu terlihat jauh di kota Jogjakarta di sebelah barat Daya. 

BL mulai memasak sambil menikmati semua keindahan itu. Memasak sayur asam untuk dimakan esok hari. Beberapa jama'ah juga bangun karena lapar. Masak air panas untuk sedu Energen, Milo dll prioritas hangatkan badan. Semua wajib minum air hangat meski sedikit. Jama'ah yang masih lapar boleh masak mie setelah itu.

Pukul 00.00 jama'ah kembali tidur. BL mengingatkan untuk memasang alarm untuk bangun pada pukul 03.00wib. Beberapa memutuskan untuk tidak summit karena kondisi yang tidak fit. Salut bagi jama'ah yang bisa melawan ego dan memprioritaskan keselamatan (safety first). 

Naik gunung tidak selalu tentang puncak.Bagaimanapun nyawa seorang manusia teramat berharga. "Saya sudah sangat  senang bisa sampai tempat sabana1 dengan selamat bang, tinggal selanjutnya berusaha keras menjaga diri ini selamat sampai rumah". Masyaallah indahnya pernyataan Reza dkk kaitannya dengan summit attack. Dengan penuh kesadaran ia berkata seperti itu.

Pukul 03.00 beberapa jama'ah yang berencana summitattack dibangunkan oleh BL.Tiba-tiba saja ada pendaki yang minta bantuan temannya sakit. Salah satu temannya bahkan bercerita ia sempat terlihat kesurupan. 

BL langsung saja meminta teman-temannya juga ikut membantu dalam proses penyembuhan. 100xistighfar dan 100xsalawat serta doa sayyidul istighfar mohon pada Allah yang Maha Kuasa. Mudah2an dengan wasilah istighfar dan salawat bisa membantunya sembuh. 

Secara, bagaimana kita bisa ikut membantu kesembuhan teman kita jika kita masih punya banyak dosa dan jarang bersolawat.Proses tersebut insyaallah menjadi berkah buat semua yang memang jarang beristighfar dan bersalawat. Amiin.


Jam menunjukkan pukul 04.00wib. Jama'ah yang berencana  summit attack belum juga siap. Pendaki lain sudah mulai berangkat summit.BL lalu memutuskan menunggu subuh agar jama'ah bisa salat terlebih dahulu. Selepas subuh kitapun berangkat summit attack. BL Wildan, Davi dan Bilal.  Bismillahirrahmanirrahim.

Pukul 05.00wib kita mulai tracking. Lampaui sabana2 pukul 06.30. BAB di jalur antara sabana2 dan puncak itu sesuatu banget. Insyaallah terkenang sepanjang masa,hehehe.

Setelah urusan penting itu selesai kamipun melanjutkan perjuaangan menuju puncak Kenteng Songo 3142mdpl. Alhamdulillah pukul 07.30 kami tiba di puncak. Istirahat,makan dan foto-foto sampai pukul 08.00.

08.05 wib kami kembali turun ke camp di  Sabana1. Tidak sengaja kami memilih jalur turun di sisi barat daya puncak. Ya, jalur ya lebih maknyus dibanding jalur waktu naik. Wildan, Bilal dan Davi begitu menikmati jalur ini. Mereka tak sungkan-sungkan berselancar. Bahkan Wildan sempat berguling-guling. Untung saja kepalanya tidak membentur batu.

Lampaui Sabana2 kitapun tiba di Sabana1 pukul 09.30. Beres-beres, bongkar tenda, packing, masak, makan lalu opsih.Jama'ah siap bergerak turun gunung pukul 11.00wib. Lampaui pos3, pos2,simpang macan,dok malang. 

Alhamdulillah tiba kembali di basecamp pukul 15.00. Laporan ke Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dan mengembalikan gelang orange pendaki. Gelang yang dilengkapi chips ini sangat penting bagi pendaki. 

Dengan gelang ini posisi pendaki dapat diketahui. Jika sampai ada laporan pendaki yang hilang petugas sar akan lebih mudah menemukannya. Ini salah satu kelebihan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu yang makin kece.

Setelah menyerahkan sampah dan laporan ke petugas kami segera mengambil barang-barang sortiran dibasecamp. Sambil menunggu giliran ke toilet tak lupa kami menikmati es sueger Merbabu. Masyaallah sueeeeeegeeerr bgt.Jeli, susu kental manis, alpukat dan melon..Muantab Manyuzzz. Alhamdulillah, semua jama'ah bisa menikmatinya

Mobil colt  bergambar  Tayo terlihat sudah siap antar kita menuju terminal Boyolali. Ikat carrier di atas kap mobil. Pukul 16.00 kita pun berangkat. Bismillahirrahmanirrahim.Pukul 16.30 kita sampai di terminal Boyolali. Sudah ramai sekali terminal dengan belasan bus ke berbagai jurusan khususnya ke Jakarta.

Sopir Tayo mengantarkan kita untuk membeli tiket murah menuju Jakarta. Langsung BL menanyakan kondisi bus tersebut. Nama bus sangat asing di telinga BL. Segera saja BL tolak. Sebisa mungkin kita berusaha mendapat bus terbaik. BL pernah trauma pernah naik bus dengan kondisi yang tidak prima.

BL terus berjuang  mencari tiket bus terbaik yang mungkin didapat. Tiap stand PO bus telah ditanyakan. Masih berharap ada sisa tiket.Sinar Jaya, Sudiro Tungga Jaya, Gajah Mungkur, Langsung Jaya, Rosalia Indah dll. Hasilnya nihil. Semua bus ke arah Jakarta telah full di booking.Sementara jama'ah masih istirahat. ketika bus2 dari solo telah sepenuhnya dibooking.

Alasan BL tidak memesan sejak awal adalah  : 
1.terlalu lama menunggu loket tiket bus buka di teminal yang buka pukul 08.00
2. kemungkinan besar tiba di terminal jelang maghrib saat mayoritas bus telah berangkat ke Jakarta pukul 16.00 (tiket hangus-mubazir)
3.jika sejak awal telah memesan tiket, kita akan terburu-buru dan tidak menikmati perjalanan turun yang masih harus ektra hati2.

BL hampir putus asa. Haruskah menginap semalam lagi di terminal dan berangkat besok sore. Azan maghrib berkumandang.Belum lagi kita sempat salat, ada tawaran bus terakhir ekonomi duduk lesehan.Alhamdulillah jama'ah bisa menerimanya dengan lapang dada demi sampai Jakarta besok pagi dan segera menjaga paman yang sakit.

BL menambahkan, suatu trip/perjalanan sewaktu waktu mengalami hambatan atau kesulitan. Di balik kesulitan itu pasti ada hikmahnya.BL juga  meminta jama'ah untuk menikmati semua proses dan cerita sejak berangkat hingga pulang. Karena bisa jadi cerita yang tidak nyaman itulah yang menarik

Benar saja ban bus sebelah kanan pecah di tol Salatiga-Semarang. Kami pun bekerjasama atur lalu lintas dengan headlamp agar crew yang mengganti ban tidak tertabrak oleh mobil atau bus yang melintas. Hujan gerimis menemani proses seru pada malam itu. Malam yang mengkhawatirkan hikmahnya penumpang ekstra berdzikir karena ban belakang terus bersentuhan dengan body bus yang bisa membuat pecahban di tempat lain.

Juma't 05juli 2019 pukul 10.00wib alhamdulillah jama'ah nbbl tiba dengan selamat di rumah masing. Semoga kegiatan ini penuh berkah bagi siapapun. Aamiin. Terimakasih atas kepercayaan jama'ah pada Bang Luthfi.





Jumat, 28 Juni 2019

NBBL PRAU2590mdpl

NBBL PRAU2590mdpl

Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah Nbbl Ciremai 3078mdpl sesungguhnya adalagi kegiatan jelajah gunung Kencana 1800mdpl dengan membawa bendera Pramuka MTsN1 Jakarta di bulan April 2019. Peserta dalam kegiatan itu di antaranya adalah Pak Lahmudin (guru TIK MTsN1), bang Fegy (karyawan pak Lahmudin), Rizka/Cica anak pak Lahmudin, aku dan anakku Mulya Nur Izza, Farhan Aziz85, Ammar85, Faqih83, Arya83,Luthfi Arsya83, Afif81, Raya75, Nazwa75, Destria alumni MTsN1 2018, Fitri Aliyah Sa'adatuddarain, Mohon maaf, kegiatan itu belum sempat kutulis di blog luthfi2211mdpl.

Sang Penggagas
Penggagas Nbbl gunung Prau sesungguhnya adalah beberapa jama'ah reuni jama'ah Nbbl gunung Kencana. Sebut saja Farhan Aziz kelas85. Ia terus memintaku untuk mengagendakan kegiatan ini setelah Idul Fitri. Kita sepakati tanggal 21-24Juni pada saat Ramadhan. Faktanya semangat pendakian Prau telah lama digaungkan setelah turun dari gunung Kencana.

Farhan Aziz kelas85, agaknya memang layak namanya disebut. Suatu trip/pendakian pastinya memakan biaya yang tidak sedikit buat siswa/i yang masih duduk di kelas8. Terlebih destinasi yang dituju cukup jauh.Tidak sedikit peserta yang berguguran membatalkan ikut serta dengan alasan yang macam-macam. Padahal libur setelah Idul Fitri adalah waktu ideal untuk melakukan trip karena ditopang oleh uang lebaran yang mereka dapatkan.

Jadilah uang receh lebaran Aziz dibayarkan untuk biaya trip. Ia juga melakukan hal yang sama waktu ikut NBBL gunung Pulosari1346mdpl Pandeglang 2018. Salut buat Aziz yang berani menabung untuk satu impiannya naik gunung. Ke depan ia juga insyaallah akan terbiasa kebiasaan yang sangat baik yaitu menabung untuk hal-hal penting lainnya.

Para Jama'ah
Setelah beberapa kali technical meeting, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Jum'at 21 Juni2019. Jama'ah Nbbl berkumpul di SPBU Mampang untuk pemberangkatan pukul 16.00wib. Allah swt pun menakdirkan Jama'ah Nbbl Prau sebagai berikut : 1. Mulya Nur Izza MI RPI , 2. Rizka MTsN16, 3. Destria alumni MTsN1 2018, 4. Kayla Shabrina kelas 85, 5. Farhan Aziz kelas85, 6. Luthfi Arsya kelas83, 7.Nazwa Putri kelas75, 8. Fadly alumni MTsN1 2018, 9.Risyad kelas X Aliyah Alkhairiyah, 10. Hafiz kelas9 SMP, 11. Abi kelas9 SMP.

 Armada Sinar Jaya mengantarkan kami tiba di terminal Wonosobo Sabtu, 22 Juni 2019 pukul 05.30. Setelah repacking, melengkapi logistik yang kurang dan memastikan dapat tiket pulang kami melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Dieng dengan menumpang bus kecil pukul 08.30 wib

Pukul 10.00 kami tiba di Dieng. Foto-foto di Plang Besar Dieng kemudian lanjut mulai tracking ke basecamp.10.30wib kami tiba di basecamp. Berbeda sekali dibanding Agustus tahun lalu. Basecamp Dieng memperketat pemeriksaan barang bawaan pendaki.

Volunteer Prau via Dieng
Para volunteer terlihat lebih tegas khususnya pada barang bawaan pendaki berupa botol minum mineral sekali pakai, tissue basah dan logistik lainnya yang menghasilkan sampah plastik. Awalnya kesal rasanya harus bongkar kembali carrier dan menunggu lama antrean untuk diperiksa. Demi kelestarian alam untuk dinikmati anak cucu kita selanjutnya kami pun patuh pada peraturan yang dibuat pihak pengelola.

Salah seorang volunteer menegaskan kerusakan telah jelas terjadi di atas sana. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengurangi kerusakan tersebut demi anak cucu kita. Kami pun makin paham dan makin bisa menerima. Kami mengganti botol air minum dengan drigen 4liter. Tissue basahpun harus kami tinggalkan di basecamp. Hanya tissue kering yang diperbolehkan naik ke atas.

Berbeda sekali dengan basecamp Patak Banteng. Pendaki  lebih banyak memilih jalur tersebut menghindari pemeriksaan yang ketat basecamp Dieng. Tak heran sampah menggunung di sunrisecamp 2565mdpl  jalur pendakian Patak Banteng.

OTW pos1
Pukul 12.30 wib setelah pemeriksaan oleh volunteer kami memulai pendakian. Track menuju pos1 didominasi oleh ladang petani kentang,bawang, carica dll. Sinar matahari pukul 12.30 terasa panas menyengat kulit meski sesekali angin dingin bertiup. Mesin penyiram ladang yang berputar-putar cukup menyegarkan kepala para pendaki ketika melewatinya. Tingkah konyol Izza dengan membuka mulut menadahi air membuatku tersenyum. Debu musim kemarau ikut menyertai perjalanan sebelum memasuki hutan cemara. 

Pukul 13.00wib kami sampai di Pos1 2300mdpl. Mulai pintu rimba pos1,pos2 hingga pos3 medan masih cukup tertutup pohon. Jika panas menyengat baiknya pendaki tidak terburu-buru mencapai puncak 2590/camping ground. Pendaki bisa menunggu di bawah pohon antara pos3 dan puncak.

Pendakian gunung Prau sangat direkomendasikan buat para pemula karena jarak tempuhnya rata-rata hanya membutuhkan waktu 3jam. Pendaki tidak perlu terburu-buru mencapai puncak/camping ground. Mereka bisa menikmati suasana/suara alam lebih lama saat masuk hutan cemara pos1 hingga pos2.

Nbbl Prau pun bisa dikatakan pendakian yang sangat santai. Terlebih cuaca sangat mendukung. Pukul 13.30 wib aku Cica dkk masih di pos1. Fadly dkk sangat bersemangat meneruskan menuju pos selanjutnya. Aku mengutus Hafiz untuk mengejar Fadly dkk agar tidak terlalu jauh dari kawan-kawan yang lain.

Dalam pendakian kali ini Cica (Rizka) tidak dalam keadaan fit. Terlebih ia sedang menstruasi. Pergerakannya cukup lambat membuat kawan-kawan bosan dan tak sabar. Di satu sisi ada benarnya, seorang dengan motivasi tinggi dan fisik yang kuat dipersilahkan jalan terlebih dahulu dan menunggu di titik tertentu yang telah disepakati. Di sisi lain terkadang pendaki yang lemah fisiknya bisa bertambah motivasinya jika berada di depan. Di sinilah seorang guide harus bijak bersikap. Ini berlaku untuk gunung dengan track yang relatif singkat dan mudah seperti Prau.

Pos3 Cica
Dengan usaha kerasnya Cica akhirnya berhasil sampai di pos3 2450mdpl. Ia sempat menangis karena letih. Berbeda ketika ia menangis karena takut jatuh di tanjakan Sambalado gunung Kencana1800mdpl dengan tanjakan kayunya yang sangat curam. Aku dan teman-teman pendaki lain terus memberi semangat agar ia meneruskan perjalanan.500 meter lagi ia akan tiba di puncak 2590mdpl dan segera mendirikan tenda untuk istirahat.

Pukul16.00 seluruh jama'ah Nbbl tiba di puncak2590mdpl. Izza ternyata sudah tiba terlebih dahulu bersama kawan-kawan yang lain. Ia terlihat sangat asyik menikmati indahnya pemandangan. Entah tulisan apa yang dibuat untuk walikelasnya yang juga gemar naik gunung. Pendakian ini juga sekaligus hadiah khatam Alqur'an dariku. Sebelumnya ia minta diajak ke Dufan.

Hobi Terindah 
Trip ini sekaligus  pendidikan karakter bagi Izza. Belum banyak anak seumurnya dapat menikmati pengalaman langsung seperti ini. Suatu saat iapun tidak tergantung pada lowongan kerja yang terbatas,akan tetapi justru tertantang untung mengembangkan peluang usaha di bidang pariwisata. Ia juga sepakat, bahka hobi yang terindah adalah hobi yang dibayar. Ya, apalagi selain menjadi Next mountain guide yang mumpuni pastinya.
Nyaris Hipo di 2590mdpl

 Cica terlihat agak sesak dan menggigil kedinginan padahal matahari masih cukup terik sore itu. Jama'ah masih terkesima dengan pemandangan yang sangat indah di puncak jelang sunset.
Segera saja aku turun ke campingground Telaga Wurung 50meter dari puncak. Segera aku dirikan tenda untuk mengamankan Cica dari resiko terserang Hipotermia. Ya penyakit kehilangan daya panas tubuh di ketinggian sering kali berakibat kematian. 

Syukur salah satu tenda yang kubawa sangat mudah didirikan tanpa repot memasukkan satu persatu frame. Ya, awalnya aku kurang berkenan dengan packing tenda berbentuk lingkaran lebih besar dari packingan tenda biasanya yang berbentuk balok. Disini aku sangat terbantu. Alhamdulillah

 Cowok2 ganteng Jama'ah NBBL
Hafiz, Abi dan Risyad segera membawa Cica dan carriernya turun dari puncak menuju tenda yang telah kusiapkan. Salut buat cowok-cowok  ganteng itu sangat peka ketika temannya butuh bantuan. Menggigil di 2590mdpl saat terik matahari itu sesuatu banget. Ternyata pakaian Cica basah dengan keringatnya. Segera kuminta mengganti pakain baru dan menyelimuti dengan jaket temannya.Pakaian yang basah segera dijemur mumpung matahari masih terik.

16.30wib jama'ah masih asik menikmati pemandangan di puncak. Masyaallah betah sekali mereka di sana. Aku segera memanggil mereka untuk mendirikan tenda lainnya. Tak lama mereka turun. Alhamdulillah. Kuingatkan mereka untuk menunaikan salat asar+zuhur yang sempat tertinggal. Setelah semua tenda berdiri dan kuanggap safety mereka kembali bergerak ke arah timur menuju bukit teletubies untuk menikmati sunset. Masyaallah cantiknya sunset sore itu. Tak lama mereka kembali karena suhu mulai semakin dingin. 

Perfect Sunset
Sunset,lautan awan view gunung Slamet yang sempurna. Masyaallah. Inilah keuntungan jika mendirikan tenda di sekitar Telaga Wurung. Banyak pendaki berebut mendirikan tenda di sunrisecamp di sisi timur gunung Prau. Ratusan tenda berdiri disana berjejalan sekali layaknya bazar pasar malam. Berbeda dengan Telaga Wurung yang terlihat lebih sepi dan asri.

Maghribpun menjelang. Udara dingin segera menyergap. Sebagian besar jama'ah telah bersiap menghadapi dinginnya malam di dalam tenda. Risyad segera menghampiriku. Ia melaporkan Hafiz dan Abi masih ada di sekitar bukit Telletubies. Segera saja aku susul. Untungnya mereka belum sampai sunrisecamp yang berjarak kurang lebih 1km. Malam hari melintasi bukit Telletubies kadang menyesatkan khususnya bagi pemula. Tak lama setelah beberapa kali kupanggil, mereka pun kembali. Alhamdulillah.

Segera mereka melapor betapa indahnya sunset di tempat mereka berdiri. Abi juga bertemu kenalannya. Segera aku jelaskan bahwa mereka adalah tanggungjawabku. Mereka harus patuh pada peraturanku sebagai guide.

Setelah makan malam jama'ah pun segera istirahat. Kembali kuingatkan untuk menunaikan salat Isya+Maghrib. Beberapa terbangun pada pukul 22.00 wib karena lapar dan ingin buang air kecil. Jutaan bintang menemani kita malam itu. Beberapa komet/bintang jatuhpun bisa kita nikmati di sini. Tak lama kita bisa bertahan di luar. Suhu memang masih berkisar 10derajat celcius. 

Alhamdulillah.Berbeda sekali dengan keterangan di sosmed yang bisa mencapai 3derajat celsius.Bisa jadi ini rezeki jama'ah Nbbl diberi suhu yang cukup hangat seperti halnya di Ciremai Desember2018. Jama'ah segera masuk ke dalam tenda untuk kembali beristirahat.

Alhamdulillahilladzi Ahyaanaa ba'da maa amaatanaaa wailahinnusyuur

Minggu, 23Juni2019
Pagi menjelang. Aku terbangun pukul 04.00wib. Segera kubangunkan jama'ah untuk prepare salat subuh. Agenda setelah ini adalah tracking menuju sunrisecamp untuk mendapat view lebih dekat dengan gunung Sindoro Sumbing.

Setengah jam berlalu. Semua jama'ah telah menunaikan salat subuh. Kami pun bergerak menuju sunrisecamp. Tidak ada pilihan lain untuk Cica kecuali ikut meski faktanya ia masih merasakan lemas. Jika ia tetap di tenda siapa yang akan menemani. Ribuan pasang mata pendaki terkonsentrasi menikmati sunrise di sunrisecamp.

Bismillah Cica terus berjuang melangkahkan kaki menuju sunrisecamp.Pukul 06.30 kami semua tiba di sana. Para jama'ah terdiam, terkesima memandang sunrise nan indah dan gunung Sindoro Sumbing yang amat gagahnya.Pukul 07.15 kami kembali ke camp untuk berkemas.

Berkemas,makan, operasi semut dan kembali ke basecamp Dieng untuk lapor diri. Pukul 11.00 kami siap turun gunung. Pesanku pada jama'ah, agar tetap hati-hati. Cukup sering pendaki mengalami kecelakaan saat turun gunung. Setelah berdoa kitapun menuruni gunung menuju basecamp Dieng.

Pukul 13.00 kami tiba dibasecamp Dieng. Lapor diri pada volunteer. Beberapa menyempatkan membeli souvenir ala gunung Prau.

14.00 wib bus kecil meluncur meninggalkan Dieng menuju terminal Mendolo Wonosobo. Beberapa titik kemacetan menghambat laju bus. Agak khawatir tertinggal bus jika sampai di terminal terlambat. Alhamdulillah pukul 16.00wib kami tiba di Mendolo.17.00wib Bus melaju meniggalkan Wonosobo.Senin, pukul 07.30wib kami tiba di PO Sinar Jaya Pasarminggu. Alhamdulillah semua kembali ke rumah masing-masing dengan selamat, karena itulah tujuan utama dari tiap perjalanan.



Selasa, 30 April 2019

Nbbl3078mdpl

Nbbl3078mdpl,22-24Desember2018

Reza, Farizi, Fahmi, Armada, Fadhli,Tegar, Pikar, Acay, Farhan  Al-Mu'iz, semua alumni MTsn1 Jakarta tahun 2018.


Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil'alamin. 8 bulan tak jumpaimu Bloggku. Hari ini kumulai kembali menuliskan catatan pendakianku bersama para siswa kebanggaan. 

Pahala berlipat ganda pastinya Allah berikan padamu sobatku yang luar biasa  dengan segala dedikasimu di dunia pendidikan, membuka kembali akses internet di ruang guru. Kusebut namamu dengan bangga Bapak Lahmudin S.Kom. Sahabat sekaligus motivator buatku. Tks sobat.

Hari ini terasa bebas lepas membiarkan jari-jari ini menekan tuts laptop yang juga rindu tuk dicumbu. Ya, 8 bulan adalah waktu yang cukup lama tuk merindu. Waktu yang lama tuk membiarkan puluhan cerita tak tertuliskan. 8bulan cukup singkat tuk merubah seseorang hamba menjadi lebih bersyukur dan terus bersyukur. Semoga seterusnya.Aamiin. Allahu Akbar!
                                            
                                                 ***

Setelah beberapa kali technical meeting,tibalah waktunya tuk otw Ciremai 3078mdpl. Jelas harus sabar menunggu mereka lebih matang dan siap tuk pendakian ini. Reza, Farizi, Fahmi, Armada,Fadhli,Tegar,Pikar, Acay, Farhan  Al-Mu'iz, semua alumni MTsn1 Jakarta tahun 2018. Mereka luar biasa kompaknya melanjutkan  kakak kelas mereka alumni 2016. Alhamdulillah.

                                                  ***

Setia Negara Pukul Tiga

Malam panjang menemani obrolan menunggu keberangkatan bus Setia Negara di luar terminal pasar Minggu. Setia Negara dengan gambar kuda  didominasi warna Kuning Hitam kontras sekali. Bus ini  katanya mempunyai pelayanan terbaik melayani trayek Jakarta Kuningan Jawa Barat. Bus dengan AC ini dijadualkan berangkat pukul 03.00 wib pagi. 

Berbeda dengan bus lainnya seperti Luragung yang kebanyakan non AC. Bus dengan pelayanan terbaik ternyata juga menaikkan penumpang di luar batas seat yang disediakan. Crew menyiapkan kursi-kursi plastik untuk mengisi bagian tengah bus. 

Penumpang yang siap berdiri pun ada juga. Mantab. Hal ini membuat akses keluar masuk bus bagi penumpang yang duduk menjadi sangat sulit. Padahal mck ketika di rest area adalah suatu kebutuhan. Semoga ke depan mereka mengedepankan kenyamanan. Aamiin.

Setelah menunggu lama dengan banyak cerita, tukang sayur terminal, toilet terminal, kencing di kali, dan cerita para janda, bus pun berangkat meninggalkan Jakarta. Entah kenapa anak-anak begitu antusias bercerita tentang janda. Ahay... Semoga hanya cerita. Semoga.

                                                   ***

Masuk kota Kuningan menuju Cirendang hujan deras. Khawatir segera menyelimuti hati dan pikiran. Siapapun tidak ingin mendaki hujan-hujanan. Kebelet pipis segera juga menyerang. Tak jauh lagi sebenarnya kita turun, tapi macet tak dapat dihindari. 

Setengah jam tersiksa menahan kebelet pipis, akhirnya bus pun berhenti. Segera kuintruksikan anak-anak tuk menurunkan carrier dari bagasi. Ini emergency. Aku harus segera turun terlebih dahulu mencari toilet. Toilet tak kutemukan, bongkaran rumah kosongpun jadi. Alhamdulillah akhirnya berhasil pipis dengan sukses.

                                                    ***
  Pukul 11.00 wib, setelah melengkapi logistik yang dirasa kurang, kitapun meluncur menuju basecamp Palutungan dengan angkot pilihan. Setelah registrasi kembali kita repacking. Qada' salat Subuh, Salat Zuhur+Asar. Berdoa dan memulai pendakian pukul 14.00wib. Bismillahirrahmanirrahim

Lampaui Pintu Gerbang Palutungan berfoto-foto. Cigowong, Kuta. Sampai di Paggunyangan Badak pukul 17.00. Di pos Cigowong kita cukup lama beristirahat. Beberapa pendaki tertangkap mendaki tanpa simaksi dan terpaksa kembali turun.

 Aku memutuskan camp di Paggunyangan Badak karena kondisi pasukan yang terlampau letih. Kita akan lanjutkan lagi besok pagi. Sore itu indah sekali setelah hujan. Mega merah sedikit terlihat menembus pohon-pohon tinggi lebat di Paggunyangan Badak. Subhanallah.

Ba'da maghrib biasanya suhu di gunung mendadak turun drastis. Tidak saat itu. Paggunyangan Badak terasa cukup hangat sekitar 20derajat celcius. Tanpa jaket kita cukup nyaman berkegiatan di sini. Hanya ada sekitar 7tenda yang berdiri di sekeliling kami. Pendaki lain menargetkan camp di pos yang lebih tinggi.

Ba'da isya hujan mulai turun hingga jelang subuh. Rencana kita summit attack pukul 03.00 gagal karena hujan belum juga reda. Safety first. Kita mulai summit attack pukul 07.00. Lampaui Arban2050mdpl, Assoy 2200mdpl, Pasanggrahan 2450mdpl, Sahyang Ropoh2650mdpl pukul 12.00 wib, Triangulasi13.00., Gua Walet 2950mdpl 14.30, 

Melawan Ego di 2950mdpl 

2teman kita tertatih berjuang keras mencapai gua walet. Sebelumnya mereka sangat kepayahan dehidrasi terbakar terik matahari siang itu. Bang Luthfi (BL) sempat bingung karena keduanya seperti tak mampu lagi meneruskan pendakian. 

Dengan segala cara Bang Luthfi membangkitkan mereka minimal bisa mencapai goa Walet. Alhamdulillah mereka yang tak lagi kuat kita beri kesempatan beristirahat di goa Walet. Pastinya di sana lebih aman jika tiba2 hujan deras turun bahkan jika terjadi badai.


OTW Puncak3078mdpl

Semua skenario Allah swt. Fadli yang sebelumnya  menyerah , kembali bangkit, Farhan dengan sangat berbesar hati mengalah menjaga temannya di gua Walet dan tidak berangkat ke puncak yang tinggal 150meter lagi. Subhanallah. Ini suatu pencapaian yang baik bagi satu tim pendakian. 

Demi keselamatan bersama, harus ada yang jujur ia tidak lagi kuat melanjutkan pendakian. Lebih baik ia istirahat dan menyiapkan energi untuk turun gunung melalui jalur yang tidak kalah sulit menyeimbangkan beban badan dan barang bawaan.

Puncak Ciremai 3078mdpl pukul 15.00wib

Alhamdulillah kita berhasil mencapai puncak Ciremai. Masih ada tugas berat menanti setelah ini. Ya, turun dengan selamat sampai tiba di rumah. Tak lama kita pun berfoto di puncak. pukul 15.30 kita turun ke gua Walet menyusul 2teman yang masih mengumpulkan tenaga di sana. Semoga mereka cukup mengumpulkan tenaga di sana. 

Hujan es di bawah Gua Walet 2700mdpl

Pukul 15.50  kabut, gerimis mulai turun. Angin bertiup kencang. Tak lama hujan deras turun, meyusul butiran kecil es. Masyaallah jarang sekali ini aku temui di Ciremai. Kita segera menggunakan raincoat. Beberapa tidak siap dengan raincoat yang standar. Sol sepatu Reza copot menamb ah seru perjalanan turun kita dari goa Walet. Beberapa terpeleset.

 Gua Walet-Paggunyangan Badak16.00 - 20.00 wib

10 orang 4senter, I'm Sorry Gaiz. Turun malam diguyur hujan deras dan petir dari gua walet sampai Paggunyangan Badak mungkin biasa dilalui banyak pendaki, tidak dengan aku dan pasukan. 

Dingin, lapar, lemas, harap-harap cemas. Aku lebih memilih turun siang hari saat semua terlihat jelas agar segala resiko dapat diminimalisir. Alhamdulillah pukul 20.00 wib kita sampai di camp dengan basah kuyup kedinginan.

Frame Tenda Patah Ulah Tetangga

Innalillahi wa innailaihi Roji'un. Sesampainya kita di camp 1tenda kita hancur. Framenya patah dugaan kuat dilakukan pendaki yang mendirikan tenda persis di depan tenda kita. Flysheet kita pun sudah mereka acak2. 1tenda hancur kebanjiran karena flysheet yang dibuka. Dugaan kuat mereka menginjak frame saat menarik tali merubah flysheet tenda kita.

Malam itu emosi nyaris pecah jika tidak diredam. Jelas mereka tidak dapat memberi penjelasan yang memadai tentang kondisi tenda kami yang hancur. Setibanya kami di camp mereka terlihat bingung menjelaskan kesalahan mereka.

Hampir saja kita berkelahi gara-gara ini. Dalam kondisi basah kuyup, kedinginan kelaparan tenda kami tempat kami istirahat hancur.Jika saja benar tenda kami hancur karena derasnya arus air kami bisa terima dengan lapang dada. Faktanya mereka mengobrak-abrik flysheet kami.

 Segera barang-barang yang ada di dalam tenda loreng yang patah framenya di evakuasi ke tenda merah biru. Kapasitas 4 terpaksa diisi enam orang. Kami tidur nyaris telanjang karena pakaian kering basah karena tenda hancur.  

Lebih baik bertelanjang dada sekalian dari pada harus memakai kaos basah yang dapat beresiko hipotermia. Alhamdulillah beberapa kain sarung dan jaket tidak ikut basah, hingga dapat kupinjamkan ke anak-anak yang pakaian keringnya basah semua.

Disini kita belajar berkorban demi tim. Saling memberi yang kita punya. Ada yang tidur dengan selembar kain sarung tanpa celana. Ada yang pakai celana telanjang dada. Malam itu sangat panjang kami tidur sambil duduk bertumpukan menahan amarah ingin balas dendam. Ingin rasanya  kembali hancurkan tenda mereka yang telah menghancurkan tenda kami.

 Sekali lagi Farizi yang terkenal kalem menunjukkan emosinya ingin segera menyerang. Luar biasa mencekam malam itu kami menahan dendam. Hasrat Balas Dendam Anak Kapal. Alhamdulillah anak-anak berhasil menahan emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun. Kami lalui malam itu tanpa balas dendam.

 Pagipun menjelang. Alhamdulillahilladzi Ahyaanaa Ba'da Maa Amaatanaaa Wa Ilaihinnusyuur. Indahnya skenario Allah swt. 2malam di Paggunyangan Badak semua selamat sehat sampai detik ini.

Cukup mengherankan terduga penghancur tenda kami tidak segera summit attack. Mereka menunggu kita rapih packing memastikan kita turun hingga pukul 10.00wib. Ini semakin menguatkan dugaan bahwa merekalah pelakunya. Mengapa mereka tidak segera summitattack di pagi hari?, padahal jarak dari Pagunyangan Badak ke puncak masih sangat jauh.

 Pukul 10.00 kita pun turun setelah berkemas. Lampaui Kuta. Sekali lagi berlama-lama makan gorengan di Cigowong. Lampaui gerbang Palutungan, sampai di basecamp pukul 15.00wib. 

Tiba di basecamp, Ayahnya Acay telah menunggu lama sejak siang. Acay akan segera di ajak berlibur ke kampungnya Ciamis. Kita berpisah dengan Acay di basecamp. 

Tks Acay dan ayah yang telah mensuport kegiatan ini. Tks semua yang telah saling bantu demi suksesnya tujuan kita kembali lagi ke rumah masing-masing dengan selamat. 

Alhamdulillahirabbil'aalamiin.Nbbl3078mdpl sukses.






Senin, 22 Oktober 2018

ibu aku pulang

Siang itu ia berjalan terburu-buru. Panas terik sinar matahari pukul 15.20 masih luar biasa terasa panasnya. Kulitnya yang hitam mengucurkan banyak keringat. Ia mendahului pulang kawan-kawannya yang masih asik bermain di sekolah. 

Beberapa kawan begitu menikmati masa remajanya meski hanya saling lihat dari kejauhan. Beberapa pasangan yang nekat kadang juga ada yang memanfaatkan sepinya kontrol dari keamanan untuk berduaan di kelas atau di meja piket.

Seorang menegurnya di tengah perjalanan pulang. 
"hei kamu, ya kamu. kamu gak ikut ekskul?" tanya orang itu.
"eh, pak Adi.gak pak, saya gak ikut ekskul apa-apa?" jawabnya.
"oh, emang kenapa?", kejar pak Adi penasaran. Remaja seumurnya baiknya memang sibuk berorganisasi atau ikut salah satu ekskul yang melatih sosialisasinya.

"ibu saya sakit pak, saya harus segera pulang"
"masyaallah, emang rumah kamu dimana?, biar kita bareng."

Pak Adi menawarkan. Pak Adi baru 2minggu ditinggal ibunya. Dua bulan sebelumnya ayahnya telah mendahului berpulang ke rahmatullah. Tersentuh langsung hati Pak Adi mendengar jawaban Arju yang bergegas pulang guna merawat ibunya yang sakit.

Remaja belasan tahun yang menghadapi ibunya yang sakit dan merawatnya adalah hal luar biasa. Ia menyesali pernah beberapa kali agak terpaksa melayani ibunya yang kini tiada lagi. Ya dengan usia yang tak muda lagi masih saja belum bisa berbakti pada ibu dengan optimal. Astaghfirullahal'azhiim.

Pak Adi segera membonceng Arju di belakangnya dan mengantarnya ke rumah.

"Semoga ibumu segera sembuh ya Ju", doa pak Adi
"terimakasih ya pak", ia pun tersenyum lebar

Alhamdulillah, siang itu dua hamba Allah saling membantu dan mendoakan untuk kebaikan bersama.

Selasa, 09 Oktober 2018

semua milik Allah,mari ikuti aturannya

gunung, lembah, hutan pantai danau dan semua keindahan lainnya adalah milik Allah swt
jika ada makhluknya yang berani menikmati semua itu dengan sembarangan,umbar aurat, mabuk-mabukan, dekati zina bahkan berzina, maka kita harus berani juga menikmati semua itu dengan aturan2nya, dengan kegiatan2 yang memang dicintai-Nya. tadarrus, tafakkur, tadabbur, Dzikir, salat berjama'ah, bahkan tahlil dan arwah bagi para almarhum kakek nenek, ayah, ibu , guru tercinta.
Mari warnai mari imbangi kemaksiatan dengan ketaatan. Allahu Akbar!

malam itu 08/10/18

kalut karena fingerprint tak terbaca berhari-hari
jelang pemberkasan aku panik
ya, masih belum terima aku sistem ini yang membuatku seakan mengemis
ah,kenapa arsip tak juga kucinta
arsip seharusnya jadi bagian hidupku sebagai employ
perut lapar antar santap ketoprak Cirebon
Badan yang masih belum vit tagihku minum susu jahe+telur bebek
Ah, susah juga ternyata menemukannya
Dua anak perempuan usia 7tahun bercengkrama di depan warung rokok
bermodal tas seharga 5ribuan mereka berfantasi entah bermain apa
gelak tawa bahagia mereka dorongku juga bahagia
bahagiaku mereka sementara terbebas dari handphone
nikmati permainan mereka yang sederhana
Alhamdulillah, kubahagia
di belakangku odong2 sedang menghibur anak2 berumur 2tahun
membunyikan lagu2 anak yang seharusnya mereka butuhkan
Alhamdulillah, kubahagia