Kamis, 14 Agustus 2014

"Hai Dwi & Hai Lisan!"

Bismillahirrahmanirrahim.


وما ينطق عن الهوى, إن هي إلا وحي يوحى

"Tidaklah ia (Muhammad saw) berucap berdasarkan hawa nafsunya, melainkan ia berucap segala yang diwahyukan (Allah swt) kepadanya.

   Semoga ada kaitannya potongan ayat di atas dengan apa yang akan ditulis disini. Setidaknya Basmalah dan potongan ayat membantu niat kita untuk berdakwah bukan menelanjangi seseorang.Peduli bukan cari kesalahan orang lain.

 Sekali lagi Bismillahirrahmanirrahim.

   Dwi Wulandari. Nama yang sangat indah yang diberikan kedua orang tua dengan penuh cinta. Harapannya agar Ia tumbuh layaknya seorang putri kedua nan cantik perilaku dan parasnya. 
   Wulandari berarti bulan purnama yang dapat menerangi kegelapan. Dapat menerangi orang lain khususnya diri sendiri dari gelapnya segala bentuk kezaliman dan kemaksiatan.

   Dwi Wulandari (kemudian disingkat -dw)itu Indonesia banget. Idealnya anak-anak Indonesia yang dapat berprilaku sesuai tuntunan budaya luhur Indonesia yang menjaga nama baik diri sendiri dan keluarga.

    Menjaga pergaulannya dengan lawan jenis, sadar bahwa jika ia terlihat orang lain khususnya keluarga dan guru saat bercengkrama ia akan sangat malu lalu berusaha memperbaiki perilaku dan cara bergaulnya.



  Lisana Sidqi.

   Lisan yang menyetujui/mengatakan/melakukan kebenaran dengan mantapnya. Lisana Sidqi pastinya adalah anak perempuan yang diharapkan menjadi solehah yang tegar menghadapi tantangan zaman yang semakin edan.

Doa untuk  kita semua :

1. Jika putus asa, segera Allah kuatkan kembali hati dan pikirannya untuk terus berjuang memperbaiki kualitas hidup.

2. Jika durhaka, segera Allah sembuhkan hatinya, jadikan anak soleh solehah sehingga anak-anak keturunannya pun menjadi anak-anak yang soleh dan solehah.

3. Jika maksiat, segera Allah balikkan hatinya untuk menyesali perbuatannya lalu memohon ampun kepadanya, karena hanya Allah Yang Maha Pengampun.

4. Jika berzina, mudah2an Allah mengampuninya.Semua dosa Insyaallah diampuni kecuali syirik.

5. Semoga Allah perbaiki kembalihubungannya dengan ortu,khususnya ibu. Karena Ibu adalah kunci kesuksesan.Orang2 sukses pastilah memiliki hubungan yang baik dengan Orangtuanya.

6. Semoga Allah membukakan mata hatinya, agar dapat memilih pasangan yang soleh dan solehah.

7. Semoga Allah memberi kesempatan yang banyak dan luas untuk bertobat sebelum terlambat.

8. Semoga  menjadi hamba2-Nya yang memberi banyak manfaat sebagai tabungan amal kelak di akhirat.

8.Semoga Allah mengkaruniakan kita husnul khatimah.Amin ya rabbal 'alamin



finding nuvo


   Rak-rak di minimarket itu penuh dengan lifebuoy salah satu produk Unilever. Perusahaan suangat buesar dengan ratusan produk yang tiap hari dikonsumsi sebagian besar umat Islam.Strategi marketing yang luar biasa telah mereka terapkan selama ratusan tahun sehingga produk tak pernah alfa di pasarmanapun.

   Unilever dikenal penyumbang dana terbesar Agresi Israel terhadap Umat Islam Palestina yang membantai sedikitnya 2000jiwa tiap tahun.


   Pagi ini, sulit sekali menemukan nuvo pengganti lifebuoy dkk produk unilever.Semangat semakin bertambah ketika kembali mengingat betapa sengsaranya saudara-saudara kita di Gaza.

   Alhmdulillah,meski bukan nuvo kuputuskan tuk membeli detol. Yang penting bukan produk Unilever. Produk2 lain yang mungkin kita ganti adalah : pepsodent/ciptadent, lifebuoy/nuvo/detol,rinso/soklin,sunlight/mamalemon,KFC/McD/sabana dll.

   Terimakasih juga pada Alfa/indomaret yang telah memproduksi sabun-sabun/item2 lain  pengganti produk2 unilever.

   Begitu banyak pengusaha muslim di dunia/indonesia khususnya, masa sih gak bisa konsen imbangi dominasi satu produk saja (lifebuoy)?.Memang tidak mudah, tetapi lebih tidak mudah lagi jika tidak berusaha.

   Dengan kita memboikot produk Unilever/Israe berarti memberi peluang produk2 lokaluntuk bangkit berjuang menjadi raja di rumahnya sendiri. Jika mau pasti bisa.Bravo produk2 lokal, sejahteralah bangsa Indonesia.Amin

Jumat, 08 Agustus 2014

Sang Petualang: Gunung Papandayan

Sang Petualang: Gunung Papandayan: Gunung Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggia...

Sang Petualang: Gunung Papandayan

Sang Petualang: Gunung Papandayan: Gunung Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggia...

Sang Petualang: Pendakian Gunung Pulosari - Banten

Sang Petualang: Pendakian Gunung Pulosari - Banten: Gunung Pulosari adalah gunung berapi di Kabupaten Pandeglang, Banten, Indonesia. Walaupun tidak ada data letusan yang pernah terjadi, tapi...

Kamis, 31 Juli 2014

Ilyas Syifa

"Assalamu'alaikum"

   Ucapnya kepadaku yang mengendarai motor lengkap dengan helm sambil memberi hormat layaknya peserta upacara kepada pembina.Wajahnya berbinar-binar, ikhlas sekali menyampaikan doa keselamatan kepadaku.

"Wa'alaikumussalam"

  Balasku sambil juga menghormat kepadanya.Subhanallah,ucapku dalam hati.Betapa senangnya hatiku saat itu mendapat perlakuan/penghormatan yang luar biasa dari siswa yang kusayangi.

   Saat itu sebenarnya adalah hari yang cukup berat bagiku.Terus berpikir keras bagaimana cara mengkondisikan siswa/i yang tak kunjung memiliki minat untuk belajar dengan segala macam ulahnya.

   Ilyas Syifa, telah mengobati psikisku yang sakit. Ia membuatku kembali tersenyum lebar. Menguatkan kakiku melangkah masuk kelas menghadapi siswa yang tak segan meludahiku.



   Ilyas Syifa. Aku ingin ia tahu betapa bangganya aku saat engkau dan kawan-kawan menaiki podium di MILO CUP 2011. Malam itu seperti mimpi yang tak ingin segera berakhir. Tiupan keras terompet suporter,musik keras iringi kemenangan kita, kembang api, trophy dan medali yang kalian sandang.Wartawan yang mewawancarai. Subhanallah, Alhamdulillah.

   Mungkin semuanya keindahan di atas takkan terulang hingga adik-adik kelasmu mempunyai semangat dan akhlak yang baik terhadap guru-guru mereka.Tak sedikit guru-guru yang telah berbuat banyak demi perkembangan siswa/i-nya dengan imbalan yang tak setimpal yang mereka terima. 

"Respect, That's All"

 Semoga semakin santun dan sukses.Amin

semoga semakin santun

"eh,lo ye"

   Langsung kupandangi siapa yang menegur dan menyalamiku dengan cepat.Belum lagi tangan kita lepas berjabat.Saat itu kita sama-sama di pom bensin. Ia mengantri tepat di depanku.

"gimana,inget gak lo gue siape?"

   Mulai ingat sebenarnya.Ia salah seorang siswaku. Tapi sulit sekali mengingat namanya. Dahiku semakin berkerut mencoba mengingatnya. Tak juga namanya keluar dari file otakku.

"waduh, kebanyakan sih muridnya, dah lupa"
Agak berat sebenarnya katakan itu. Khawatir menyakiti perasaannya.Tapi bagaimana lagi,memang aku tak kunjung mengingat namanya.

"gue, awal. gue masih inget tuh yang lo ajarin فعل-فعلا-فعلوا...,otak gue masih bagus lah"

  Sambil kemudian menghisap kembali rokoknya.Subhanallah, Alhamdulillah. Ucapku dalam hati, cukup berbekas juga yang kuajarkan waktu itu. Jujur bingung sekali apa yang harus kubicarakan. Jarang sekali berhadapan dengan alumni yang semacam ini.Akupun memaksakan perpanjang pembicaraan.

"oh, iya awal"

   Sekarang semakin jelas sosoknya sewaktu MTs dulu. Anak yang cuek sekali kepada guru, terkadang bercanda berlebihan.Kala itu mungkin wajar sebagai anak-anak yang sedang mencari jati diri. Tetapi lingkungan dan pergaulan semakin membentuknya seperti ini dan ia tak berdaya.Jadilah ia karakter tidak santun.Akupun mencoba meneruskan pembicaraan.

"gawe dimana wal?"
"Bekasi"
"tinggal dimana?"
"noh, Argabel"
"Oh"
"Bini gue juga di bekasi, sekarang gue mau kesono. Gue duluan ya!"
"oh, iya"

   Ia pun pergi meninggalkanku.Dalam hati kembali memikirkannya dan berdoa. Semoga ia tidak menganggap dirinya sudah cukup sukses dengan kerjaan dan istri yang ia miliki sehingga ia berlaku layaknya teman kepada gurunya.

   Semoga ia akan terus belajar santun sehingga setiap orang akan nyaman berada di dekatnya.Agar anaknya kelak juga santun seperti ayahnya.Amin.