Minggu, 26 April 2020

i salute u

Mantap.Seperti kata itu cukup mewakilkan semangat anak-anak peserta ekskul futsal. Setelah salat Asar berjama'ah di musholla MTs.N1, mereka pun segera berganti kostum siap bersenang-senang di lapangan. Tak peduli langit yang semakin kelam, mereka masih memberi senyuman yang tulus. sekali lagi "I proud with it".Ini cukup mengobati kekecewaan terhadap senior-senior yang rutin mangkir dari latihan. So, tidak heran jika kita Tim futsal MTs.N1 tidak pernah menjadi yang pertama. Kita belum siap menang. Jika ada undangan lomba, kita belum selaras sebagai tim untuk menyiapkan mental juara. Selamanya tidak akan tercapai prestasi itu.Impian tanpa aksi. Keinginan tanpa kerja keras. Idealnya kita pampang impian kita 5cm di depan mata kita.Selalu.ya Selalu. Civitas penggiat alam khususnya para pendaki gunung sangat berbahagia dengan akan hadirnya film "5cm" yang memang telah kita semua alami sendiri. Pastinya ini akan mengisnpirasi banyak pihak. Bulan-bulan dan tahun kedepan setelah launchingnya film itu, akan semakin banyak yang belajar dari alam. Semakin dekat pada Sang Pencipta. Allahu Akbar Yang Maha Indah yang telah mencipta semua keindahan. Harapannya juga kaitannya dengan semangat para peserta ekskul dan keteulusannya, semakin banyak anak-anak yang dapat kubentuk karakternya. yaitu pantang menyerah. Semoga perlahan tapi pasti, menuju ke arah yang lebih baik. Pastinyanya dengan sabar dan Salat.

Minggu, 12 April 2020

nbbl3371mdplviabowongso

NBBL3371mdpl via Bowongso

Ahmad Salim, Ishaq, Ismail, Arya,dan Fairus. Allah swt  takdirkan mereka jadi jama'ahku. Jama'ah NBBL Sumbing3371 mdpl. Gunung tertinggi ketiga di pulau Jawa. Sebulan kami jalin komunikasi, tercetuslah pendakian ini akan melalui jalur Bowongso. Salim request Bowongso mungkin dengan alasan rindu sabana gunung Lawu via Candi Cetho. Ia banyak mengirimku foto-foto indahnya view Bowongso.

Awalnya aku ragu untuk menyetujui pendakian ini lewat jalur tersebut. Alasanku,1. Aku belum pernah melalui jalur itu, 2. Akses ke sana bisa jadi lebih mahal, karena para pendaki lebih familiar lewat Garung yang sangat mudah aksesnya, 3. Jalur Bowongso yang belum sefamilar Garung bisa jadi cukup sepi pendaki. Dengan mayoritas sabana menuju puncaknya, sangat riskan tersesat tanpa bantuan para pendaki lain.

Salim tetap membujukku untuk lewat jalur Bowongso. Ia pikir aku telah hafal semua jalur menuju puncak Sumbing. Wadaw,anda salah bang Salim,hehehe.

26 Desember 2019.Tibalah waktunya. Kami berkumpul di PO Sinar Jaya Mampang. Beberapa orang menyebut penumpang dari sini dengan Mampang Squad. Alhamdulillah, tempat parkir bus yang sebelumnya sempat diportal, kini portal tersebut dilepas. PO Sinar Jaya adalah Perusahaan Otobus besar ternama di Indonesia, loby-loby lahan parkir bisa jadi cukup mudah dengan banyak modal usaha.Bus bisa parkir dengan baik tanpa mengganggu mobil lain ataupu arus lalu lintas. Sebelumnya Armada Sinar Jaya (Sinjay) dan armada Tunggal Daya hanya bisa bergantian parkir sebentar saja di SPBU mampang.

Pukul 17.30 wib Sinjay berangkat. Alhamdulillah kami mendapat 6seat dari depan hingga bisa menikmati perjalanan malam. Kadang aku berpikir, mengapa angkutan masal seperti kereta dengan banyak fasilitas bisa cukup membosankan. Hematku penumpang kereta tidak dapat melihat langsung arah depan. Para penumpang hanya bisa melihat bagian samping meski pemandangan cukup indah. Berbeda dengan bus, penumpang bisa melihat arah depan sebagaimana supir lihat. Meski pada akhirnya semua perjalanan jauh dengan bus juga membosankan.

Alhamdulillah pukul 21.00 Sinjay tiba di Rumah Makan Cikamurang Subang. Agaknya arus lalu lintas cukup lancar meski Sinjay kali ini cukup berjalan santai.Biasanya arus lalu lintas tersendat di daerah bekasi karena adanya pembangunan tol layang dan keluar masuknya kendaraan dari daerah industri Bekasi.

Cikamurang itu tempat indah untuk beristirahat makan, salat  dan menikmati bus sinjay cantik lainnya yang tengah terpakir rapih. Idealnya tiap penumpang menyempatkan turun meski hanya menghirup udara segar. Udara dalam bus dengan AC pastinya tidak sesegar di luar.

Istirahat di sini hanya 30 menit. Pantas saja ada penumpang yang malas turun khawatir tertinggal. Tiap penumpang dituntut bergerak cepat untuk menggunakan waktu 30menit. Makan,salat buang air atau sebaliknya. Mendahulukan buang air kecil/besar karena sudah menahannya selama 3jam. Mendahulukan makan/minum karena sudah lapar. Hematku mendahulukan makan, buang air dan menutupnya dengan salat. Jika kita mendahulukan buang air lalu makan bisa jadi setelah makan/minum kita ingin buang air lagi.

Penting mengatur waktu saat bepergian cukup jauh seperti ini. Ada juga yang memilih tidak makan minum khawatir akan menahan buang air kecil/besar di atas bus. Sayangnya memang Sinjay ke arah Wonosobo atau dengan trayek lebih dekat tidak memfasilitasi toilet. Berbeda dengan beberapa Sinjay ke arah Jogja atau ke Surabaya Jawa Timur dengan Suite Class atau Double Deccker (bus tingkat)

27 Desemeber 2019 pukul 04.30wib Sinjay masuk terminal Mendolo. Saking asiknya tidur kami adalah orang terakhir yang turun dari bus. Ingat carrier yang belum diturunkan, kami segera setengah berlari turun dari bus. Beberapa supir bus kecil angkutan ke gunung Prau Dieng segera menawarkan jasanya. Kami masih masih belum beranjak dari tempat kami menurunkan carrier sementara bus telah melaju menuju tempat parkir. Brrr dinginnya pagi ini. Beratnya kelopak mata ini. Ingin segera  terlelap lagi.

Kami menuju Musholla untuk menunaikan salat Subuh dan mck. Beberapa rombongan pendaki terlihat mengemas dan menyiapkan keberangkatan menuju basecamp. Aku bertemu lagi dengan pak Supri sopir mobil bak yang pernah antar aku dan jama'ah NBBL Sindoro ke Kledung basecamp gunung Sindoro tahun 2016. Sebelum lupa, sopir angkot pulang pun bernama Supri. Agaknya nama Supri adalah nama favorit di daerah Wonosobo dan sekitarnya,hehehe.

Sampai di basecamp para pendaki cukup ramai. Sumbing via Bowongso sudah sefamous ini ternyata. Harus antre menunggu giliran mendaftarkan diri sebagai pendaki melalui jalur ini. Kami segera repacking dan mulai menyortir barang-barang yang tidak begitu penting dibawa. Selesai mendaftar kami memulai pendakian dengan modal bungkus kecil kopi Bowongso dan santan. Bilang "dingin" pun suatu yang haram di sini, selain berkata kasar dan negatif lainnya.Ini yang berbeda dibanding dengan pendakian Sumbing lewat jalur lain. Alhamdulillah dengan izin Allah swt kopi dan santan itu cukup membantu kami saat terkena keram dan luka setelah terjatuh saat turun dari puncak sejati Sumbing.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah berdoa kami memulai pendakian setelah mendapat simaksi dari basecamp. Berhemat tenaga kami naik ojek dari basecamp sampai -parkiran Wadas (gubug kecil tempat meletakkan hasil ladang). Bukan motor trail yang antar kita menuju pos 1 seperti Sumbing via Garung. Motor-motor 4tak biasa atau matic harus melalui medan berbatu tak rata. Cukup was was dan ragu  motor-motor tersebut akan kuat membawa kami dan beban dalam carrier. Dengan sangat berat mesin motor meraung raung berjuang membawa beban berat di atasnya.

Alhamdulillah sampai kita di Parkir Wadas. Hujan mesra segera menyambut kami di parkir. Segera kenakan jas hujan dan lanjutkan pendakian menuju pos pemandangan (gardu pandang).Rehat sebentar di sana. Beberapa dari kami jajan gorengan sambil menunggu hujan reda. Hujan reda, kami melanjutkan pendakian. Hujan kembali turun antar kami sampai pos2 Bogel.

Keram kaki Arya saat hujan deras menuju pos2 pun mewarnai perjalanan menuju pos2. Cukup banyak hotcream dioleskan ke kaki Arya. Beberapa meter  depan kaki Arya kembali keram. Teringat bekal kopi dan santan dari basecamp yang mungkin digunakan. Bismillahirrahmanirrahim. Kopi dan santan dioleskan ke kaki Arya. Alhamdulillah, Arya dapat sampai ke pos2.

Cukup banyak tenda yang sudah berdiri di sana. Pos2 Bogel didominasi dengan sabana sejauh mata memandang ke arah puncak, barat dan timur.Masyaallah indahnya. Kami segera hunting lokasi yang cukup terlindungi dari angin. Alhamdulillah kami mendapatinya meski hanya tertutup beberapa pohon. Setidaknya angin tidak langsung mengenai tenda-tenda kita. Lahan yang miring dan cukup sempit membuat kami sangat selektif memilih bagian mana yang akan kami gunakan. Kami tidak ingin jika hujan tenda kami terendam air yag datang dari lahan yang lebih tinggi. Makanya hitung-hitungan matang tentang kemiringan menjadi penting.

Sore itu setelah hujan reda Masyaallah indahnya. Gunung Slamet beserta Sunset yang cantik terlihat jelas di ufuk barat disertai lautan awan tipis. Jama'ah memilih berfoto-foto di luar.Aku memilih istirahat menabung energi untuk berjuang esok pagi sebanyak mungkin. Pastikan tidurmu nyenyak berkualitas dalam proses pendakian.Terlebih medan yang akan kita lalui cukup jauh dan berat di ketinggian 3000mdpl lebih. Persiapkan energi dan mental untuk naik dan kembali turun sampai rumah masing masing dengan selamat. Energi positif itu harus selalu didengungkan. Lewat jalur ini, diawal saat di basecamp kita sudah diingatkan selalu positif dengan tidak mengatakan kata "dingin" settingan yang luar biasa untuk otak kita.

Malam itu suhu udara cukup bersahabat sekitar 15derajat celcius. Alhamdulillah jama'ah sepakat memaksimalkan istirahat malam tanpa ngobrol-ngobrol di luar tenda. Setelah makan malam semua tidur. Tenda terbaruku perdana dibuka disini. Tenda yang murah meriah yang cukup safety.Alhamdulillah. Jama'ah tidur nyaman berlima. Aku tidur sendiri di tenda single layer yang ditambah 1layer lagi di atasnya. Sebenarnya aku tidak sendiri. Aku ditemani 5carrier yang terlihat seperti bocah yang duduk di pojokan tenda sambil memegangi lutut mereka dalam gelap.

Sempat mengeluh aku dibiarkan tidur sendirian tanpa ditemani. Dalam Halu aku tidur. Suhu yang kian turun derajatnya mencubit cubit pipi membangunkan aku beberapa kali mengingatkan untuk salat Isya sekitar pukul 23.00. Setelah salat aku makan dan tidur lagi. Lagi-lagi dingin menusuk nusuk tulang iga memaksa bangun untuk menghangatkan badan dengan banyak bergerak. Biasanya aku duduk bersila dan mulai menggerakkan kaki dan tangan demi melawan dingin.

Aku mulai membuka mataku. Dalam Halu, aku sudah saling tatap dengan sosok hitam tepat 20cm di hadapanku. Astaghfirullahal'azhiim. Aku pejamkan lagi mataku. Menggerakkan tangan untuk menutupinya saja aku takut. Aku tidak dapat berbuat apa-apa karena takut. Bacaan dzikirku tak mampu kulafalkan. Sosok siapa yang tidur miring menghadapku. Dibelakangnya masih duduk bocah-bocah sambil memegangi lututnya.

Angin dingin kembali membangunkanku pukul 04.00wib.Brrrrrrrr. Dinginnya.Teringat langsung sosok yang ada tepat di depanku. Aku tidak segera membuka mata. Bismillahirrahmanirrahim. Kuyakinkan itu hanya halusinasiku saja. Aku beranikan bangun. Alhamdulillah ia tidak ada. Panggilan alam mendorongku lebih kuat untuk berani. Selesai tuntaskan lalu aku memasak prepare summit attack. Idealnya summit kita lakukan pukul 03.00wib. Safety kita lakukan pukul 05.00 wib agar jalur terlihat jelas dan menghindari resiko hipotermia. Keuntungan lainnya juga agar kita bisa salat subuh dengan cukup nyaman di dalam tenda.

Pukul 05.30 kita mulai bergerak. Lampaui Pos3Gajahan, Lampaui Tanjakan PHP, Zorro...Puncak buntu. Dalam perjalanan setelah Tanjakan PHP bibir Fairus sudah terlihat membiru dan ia mulai kedinginan. Coba saja jika kita benar-benar summit attack pukul 03.00, apa jadinya. Pukul 09.00 dengan limpahan sinar matahari saja masih bisa membuat kami  menggigil kedinginan. Segera aku minta ia membuat pergerakan. Aku persilahkan ia jalan terlebih dahulu dengan syarat kami masih bisa saling lihat. Khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan tanpa aku ketahui.

Benar saja setelah Zorro dan memipir kembali ke arah timur ia mendengar ada suara anak-anak kecil berlarian, padahal tidak ada anak-anak kecil yang mendaki saat itu. Ia setengah berlari turun dan menghampiri dan menceritakan padaku. Aku jawab, mungkin Bogel pos2 dkk tengah bermain lari arian hehehe.
Sampai kita di puncak buntu sekitar pukul 10.30wib. Alhamdulillah cerah dengan limpahan sinar mataahari yang menghangatkan tubuh-tubuh kita. Tak lama kami lanjutkan memipir puncak ke arah selatan untuk mencapai puncak sejati dan puncak Garuda 3371mdpl. Turun dari puncak Garuda teman kami Ishak mengalami musibah. Ia terjatuh ke arah jurang sedalam 50meter. Beberapa pohon edelweis dan cantigi patah tak mampu menahan beban tubuhnya. Alhamdulillah beberapa mampu menahannya tidak jatuh lebih dalam lagi ke dasar jurang. Alhamdulillah.

Baru kali ini aku menyaksikan sendiri rekan pendakianku jatuh. Innalillahi. Jantung terasa copot saat melihatnya. Spontan aku teriak keras memanggil namanya seperti dalam film.Untung saja kejadian itu tidak terjadi. Ishak masih bisa berjalan meski kakinya terluka cukup dalam. Allahu Akbar. Kuingat ia dan saudara kembarnya adalah dua orang hafiz qur'an. Allah pasti melindunginya hamba-Nya yang soleh.Santan dan kopi yang masih tersisa langsung dioles ke kakinya yang terluka. Sekali lagi ini pertolongan Allah swt. Bisa saja Ishak jatuh ke dasar jurang 50 meter dan kita bisa simpulkan akibatnya. Ia terjatuh dari ketinggian 10meter membentur batu gunung, dan ia hanya terluka ringan. Allahu Akbar.Alhamdulillah ya Allah. Aku meminta maaf atas kecerobohanku tidak menjaganya dengan baik.
Lampaui puncak sejati, lampaui puncak buntu,zorro, tanjakan php dan  santai rebahan di gajahan. Masyaallah nikmatnya. Damai sekali rebahkan tubuh saat letih tak terkira. Piling Gud Lakasud,buahahaha.Allahu Akbar benar benar terasa nikmatnya meski hanya sekitar 10 menit kami rebahan di sana. Kami tak ingin buru-buru meski camp pos3 Bogel sekitar 1km lagi di depan sana.
Sekitar pukul 13.00 kami sampai di camp. Bongkar tenda, packing, masak, bersih bersih dan persiapan turun gunung. Pukul 15.00 kami mulai turun gunung setelah berdoa. Pukul 17.30 Hari makin gelap. Nyaris saja kami tidak melampaui pos gardu pandang. Peraturannya, pendakian naik ataupun turun harus berhenti saat maghrib.
Hari semakin gelap.17.50wib, kami tiba di parkiran Swadas. Alhamdulillah masih ada tukang ojek. Hampir saja mereka meninggalkan parkiran karena waktu maghrib yang tinggal beberapa menit lagi. 18.15 wib kami tiba di basecamp. Maunya sih langsung laporan.Lagi aku lupa aturan mainnya. Petugas basecamp baru terima laporan ba'da Isya. Masyaallah.Pikiran masih berkutat mengejar bus terakhir yang berangkat dari Mendolo. Langsung saja kami pesan makan dan teh manis panas. Tak cukup teh manis. Aku melengkapi kesuksesan sampai ke basecamp dengan memesan kopi Bowongso. Aku pesan dua gelas. Masyaallah nikmatnya menyeruput kopi Bowongso sambil menghisap rokok dan saling bercerita keseruaan yang terjadi sejak kemarin pagi. 3batang rokok aku Fairus dan Arya beserta 2gelas kopi Bowongso joinan serasa kopi Gayo Aceh. Serasa akrab sekali dengan anak-anakku yang beranjak dewasa. Terlebih Salim, sang aktifis kampus ternama UI dan Isma'il dan Ishak sang penghafal Alqur'an yang penuh berkah.
Waktu Isya tiba. Alhamdulillah laporan kembali dibuka meski juga harus antre lagi. Tak lupa pemeriksaan sampah yang kami bawa turun. Alhamdulillah.Semoga Allah kuatkan para Volunteer untuk terus bertugas demi kelestarian alam yang kita cintai bersama. Aamiin.
Pak Supri sopir angkot sudah kembali dari Purwokerto mengantar pendaki yang akan pulang naik kereta. Segera kami menuju terminal Mendolo, masih berharap ada pemberangkatan malam ini. Alhamdulillah sesuai harapan. Kami mendapat tiket bus wisata pukul 23.00 wib. Jarang sekali ada bus berangkat malam dari Mendolo.Allahu Akbar. Sambil menunggu keberangatan bus, kami sempatkan mandi dan makan.
سبحان الذي سخّر لنا هذا وما كنّا له مقرنين وإنّا إلى ربّنا لمنقلبون
Bus berangkat pukul 23.00. Senyum puas menghiasi tidur kami yang lelap. Alhamdulillah sampai di Jakarta sesuai rencana 29 Desember 2019. Alhamdulillah Allahu Akbar!

jika kukatakan cinta

hai korban
kalian yang katanya korban
ya kalian
ada yang harus kusampaikan

   aku bohong tentang cinta
   kalian memang sementara
   tlah kuterima sanksinya
   kunikmati tamparannya

hai korban
kalian yang katanya korban
kalian yang katanya penuh kegetiran
kutambahkan untukmu kengerian
  
   hai kalian
   kalian yang katanya korban
   saat kau kuperhatikan
   otak mulai kuaktifkan 
hai kalian
kalian yang katanya korban
jika cinta kukatakan
jariku mulus goreskan
   hai kalian
   kalian yang katanya korban
   jika cinta kukatakan
   fiksi kudendangkan
hai kalian
kalian yang katanya korban
siapapun bisa tunjukkan
siapapun bisa ajarkan
   tentang kesetiaan
   tentang kejujuran
   tentang pengorbanan
   tentang penghormatan
   tentang penghinaan

hai kalian
terimakasih kuhaturkan
seperti ini kita ditakdirkan
dengan karya kubalaskan

Selasa, 31 Maret 2020

ESLA

3tahun yang lalu
kau buat aku kian membiru
tampilkan polos dirimu
juga buatku ragu
jangan2 kau dkk menjebakku
mainkan peran atau sungguh2
itu yang membuatku otakku beku
logika tak mampu menggapai nalarmu
logika dan rasio laki laki pemburu
kupastikan tinggalkanmu dulu
apa untungnya untukku
tegaskan ego laki-laki
celaka,mengapa kau kembali menyapaku
ah,kau sebar lagi pesonamu
aku atau kau sesungguhnya sang korban
jika kita korban mengapa tak saling kuatkan
dulu aku sempat pahamimusepimu
lagi aku coba pahami logika sinyalmu
kesekian kali tak sampai logikaku
irrasional memburumu
aku tak mau tersungkur karenamu
bedebah kau inar
semua bisa menjelaskan kenapa mereka tak layak diburu
semua rasional dan logis
bedebah kau Esla
aku sudah berusaha keras membuat ini rasional
aku menawarkan produkku
aku benefit bahkan berbahaya untukmu
bedebah kau Esla
buat egoku kembali memburumu
buat malam2ku memburu binatang jalang
bisa jadi karma buatku
atas dosa-dosa harapan palsu
bedebah kau Esla
terimakasih tak lagi menyapaku




Rabu, 04 Maret 2020

Lawan Virus Anjing!


Kata Kasar Membuatmu Puas
Kepuasanmu Mengkasariku

Bismillahirrahmanirrahim.

Berawal dari kata yang terulang diniatkan dengan penuh makna. Masuk ke relung hati dan otak kita.Otak dan hati yang bersih kemudian memprosesnya dan mengirimkan perintah ke segenap penjuru organ tubuh untuk melakukan semua yang diyakini oleh hati dan dipahami otak. Berbulan terbentuklah akhlak. Segenap organ tubuh siap berubah menjadi lebih baik dengan niat dan pemahaman yang mantap.

Kita yang sering risih dan terganggu dengan kata-kata kasar yang sering sekali diucapkan oleh anak-anak atau siswa/siswi kita sendiri. Kita yang sering mengeluhkan ini bisa jadi belum maksimal berbuat sesuatu untuk perubahan. Kita yang bisa jadi hampir pasrah dengan keadaan yang memuakkan ini. Kata-kata kasar masuk di semua lini tanpa terkendali. Kata kasar di masjid, di kelas, di ruang guru, di samping guru, di depan guru sekalipun.

Para pelaku kata kasar adalah anak-anak kita korban salah pergaulan. Anak-anak kita yang salah mengakses media sosial di Instagram, Facebook, Twitter atau lainnya. Kata-kata kasar itu telah menjadi kebiasaan yang selalu terucap kapanpun dimanapun. Anak-anak kesayangan kita ini perlu diberikan pemahaman guna mengobati kata-kata kasar yang sering sekali mereka ucapkan.

Good People vs Bad People

Allah swt  menciptakan segala sesuatu berpasangan. Ada baik ada buruk, laki-laki perempuan, ada cepat ada lambat, ada tinggi ada pendek dll. Anak-anak kesayangan kita haruslah dikenalkan pada Komunitas orang-orang baik dengan segala keuntungannya menjadi baik. Orang-orang baik adalah orang dengan kehidupan beradab dalam segala aspek perilaku keseharian termasuk berkata sopan santun. Kenalkan juga pada komunitas orang-orang buruk dengan segala kerugiannya. Kenalkan juga bahwa baik dan buruk akan selalu berlawanan.

Departemen Akhlak

Mendengar kata akhlak segera saja otak kita berpikir dan merespon negatif. Kita yang terbiasa mendengar kabar kemesuman di sekitar kita adalah sesuatu yang biasa terjadi akan sulit menerima ide ini. Terlebih hanya tentang kata-kata kasar yang menurut kita tidak membentuk apa-apa. Kata-kata baik perlahan pasti membentuk bangsa yang baik.Sebaliknya kata-kata kasar membentuk bangsa yang kasar pula.
Sebagaimana dipraktekkan di beberapa Pesantren demi mewujudkan kedisiplinan santri, di sekolah kita agaknya perlu juga dibentuk Dewan Disiplin Siswa yang akan selalu mengawasi perilaku siswa.Sebutlah Bidang Santun Berbahasa yang mengawasi dan memberi sanksi pada siswa yang  tidak mempraktekkan bahasa Arab dan Ingris (sesuai aturan sekolah) bahkan berkata kasar.

 Siapkan mata-mata pencatat pelanggaran (Jasus/Sphy). Catat dan bukukan jenis pelanggaran, tempat pelanggaran hingga waktu pelanggaran. Hal ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kedisiplinan yang terpenting adalah kemauan dari para pendidik untuk menerapkannya. Bayar mereka yang siap menjadi Polisi Akhlak dengan segala konsekwensinya sebagaimana penegak hukum di negara ini. Beri mereka dukungan yang besar demi terwujudnya kedisiplinan yang sangat kita idam-idamkan.  

Ketika Polisi Akhlak Dibenci
Adalah konsekwensi logis jika penegak hukum dibenci, sebagaimana KPK yang selalu  mendapat perlawanan dan ingin dilemahkan oleh orang-orang yang ingin berbuat jahat demi keuntungan pribadi. Selamanya Hak akan selalu berlawanan dengan Batil. Semoga Allah meridhoi segala usaha kita dan memudahkannya.Aamiin




Kupasrahkan Kau Berbuat Itu


Seperti terhipnotis, dengan mudahnya ak menuruti kata-katanya.Mulai ia memanggilku mesra, memintaku duduk di pangkuannya. Saat itu aku hanya mengenakan celana pendek tipis dan kaos.

Ia memintaku memejamkan mata sambil tangannya menutupi mataku sambil berucap "ada kejutan untukmu, surprise untukmu sayang"

Segera aku tidur terlentang pasrah di pangkuannya. Ia mulai mengangkat kaosku hingga perutku. Aku mulai merasakan geli di atas pusatku. Aku penasaran dan coba bangun. Ia memintaku untuk tetap terlentang dengan mata tertutup.

Pusatku kini makin terasa geli. Penasaran memaksaku bangun dan membuka mata. Aku sadar ada yang sedang dilakukan padaku. Aku paksa untuk bangun. Ia kembali memaksaku terlentang. Sekarang aku menangis ketakutan. Ada yang kurasakan pada pusatku.

Sekarang ibu membiarkan aku duduk dan melihat apa yang sedang terjadi. Seekor capung dipegang oleh ayahku. Tangisku berangsur terhenti karena ayah menunjukkan capung yang jarang aku temui di sekitar rumah.

Bentuk matanya lucu sekali. Dengan dua mata yang besar capung terlihat lucu. Ayah menjelaskan salah satu usaha untuk menghentikanku ngompol adalah mendorong capung menggigit pusatku. Kata ayah, aku harus segera berhenti ngompol, karena aku akan segera punya adik. Biar adik saja yang pakai diapersku.

Kini aku paham. Sebisa mungkin Ayah dan Ibu memberi pengalaman digigit capung senyaman mungkin agar aku tidak mengalami trauma. Aku memperhatikan lagi tubuh capung  yang lucu itu mulai matanya yang besar hingga ujung ekor yang menyerupai helikopter. Luar biasa Allah telah menciptakan makhluknya yang cantik.

Kata ayah, pembuatan beberapa jenis pesawat layang dan helikopter terinspirasi dari bentuk tubuh capung. Ayah merapihkan beberapa bagian sayap capung yang lusuh, agar ia bisa terbang melayang dengan baik. "Bismillahirrahmanirrahim, Hap" ayah melepaskan capung tersebut.

Bye bye capung, see you.Terimakasih ya.Semoga aku tidak ngompol lagi. Aamiin

Rabu, 27 November 2019

Miss Kirana


Kucoba memahami tempatku berlabuh
Terdampar di keruhnya satu sisi dunia
Hadir di muka bumi tak tersaji indah
Kuingin rasakan cinta
Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Hanya usung sahaja, Kudamba KIRANA
Ratapan mulai usang, nur yang kumohon
Kuingin rasakan cinta
...
KIRANA jamah aku jamahlah riduku
Hanya wangi terurai yang dapat kucumbu
...
Manis seperti mereka
Tulus seperti adanya
Suci seperti dirimu
Ingin rasakan cintamu

(Dewa19, Kirana1997)

SMA 1 Ciamis Jawa Barat1997.Tiap lagu ada masanya. Lagu masa SMAku  dulu ya Kirana karya Dewa19. Ah, seakan ditakdirkan lagu itu diciptakan oleh Mas Ahmad Dhani mendampingi ceritaku dengan  Miss Kirana. Tks ya mas.Ahay...

Guru baruku ini begitu memesona. Selain fasih sekali ia berbicara  bahasa Inggris dan Arab. Beliau  juga lulusan sekolah ini. Setelah lulus kuliah di UNJ beliau diminta untuk mengajar di almamaternya.

Miss Kirana kami biasa memanggilnya. Putih cantik tinggi semampai. Ah, bagaikan mimpi jika mengikuti pelajarannya. Tambah tak konsen jika ia tersenyum. Ditambah lesung dipipi dan kacamata menyempurnakan cantiknya. Masyaallah. Indahnya ciptaanmu Ya Allah.

Jika boleh  jujur, inginku minta maaf sering menghayalkanmu miss. Bukan aku saja miss. Teman-teman yang lain juga sering menceritakan pesonamu yang kian memikat. Jelas kau menghipnotis kami sebagai laki-laki sejati.

 Seminggu satu kali aku dkk mendapat materi conversation di lab bahasa selama 2jam. Aku dan kawan-kawan sangat menikmati proses belajar. Every single word. Sampai-sampai aku lupa apa yang miss sampaikan. Duh,curhatku semakin panjang.

Sampai saat nenek moyangku. Eh bukan. Sampai saat pertemuan selanjutnya lusa. Kami sering merencanakan agar proses lusa akan berjalan saaaaangat sangat indah. 2jam itu waktu yang sangat singkat. Biasanya rencana tidak berjalan lancar lagi-lagi kami terhipnotis pesonamu.

Sampai tiba harinya di lab bahasa. Biasanya kami memulai dengan membaca vocabulary. Tiba-tiba saja aku yang ditunjuk untuk memimpin bacaan teman-teman.

"Yadi, help me to read vocabularies please!"

"What?,execuse me?,pardon?"

Tidak biasanya Miss Kirana menunjukku. Biasanya temanku Gilang dan Prass yang memiliki fluently  dan suara yang keras yang ditunjuk. Keberanian mereka memperaktekkan conversation pun jauh di atas rata-rata. What's matter with you miss?, you give some attention to me dont you?", Kegeeran dalam hati tanpa berani kuungkapkan.

 Kebingungan segera menyergapku. Apa yang harus kubaca?, Bagaimana membacanya?, Hilang semua konsentrasi. Aku gemetar dibuatnya. Benar-benar gemetar. Whats matter with me?. Aku tergagap dibuatnya di depan teman-teman. Aku malu. Masih tidak percaya dengan penunjukkan Miss Kirana padaku. Kuberanikan bertanya. 

"Me?,  a a a are you serious?"

"yes, you.Im serious ask you to read vocabularies. Would you read it for me?"

Oh my god. Aku masih gemetar dan mematung dibuatnya. Aku belum bisa membaca apapun. Suaraku seakan hilang. Huruf-huruf di buku terlihat samar. Sekian lama menunggu, dengan bijak Miss Kirana menunjuk Gilang untuk membaca. Ia tahu aku begitu tegang saat ini apapun alasannya.

 Ketegangan itupun beraangsur hilang. Tinggal gemetar yang tersisa sampai pelajaran Miss Kirana selesai. Alhamdulillah, akhirnya pelajaran selesai. Terasa lemas sekali setelah itu. Teman-teman mengejekku lebay, padahal inilah yang benar-benar aku rasakan.

Sore itu  sepulang sekolah Miss Kirana berboncengan dengan seseorang laki-laki. Entah siapa laki-laki itu. Kami melongo melihatnya. Obrolanpun segera memanas. Mereka pun segera melintas. Miss Kirana pun tersenyum sedikit malu berpapasan dengan kami.

"Eh, Miss Kirana, sape tuh miss" sapa Gilang

"Eh Gilang, Aku duluan ya!"
 tanpa menjawab pertanyaan Gilang

Setelah mereka menjauh Prass  baru berani menambahkankan

"eh siapa tuh, gile maen bonceng aje. Guru gue tuh kang!"

Naluri laki-laki sejati mulai mengendus ada yang tidak beres. Diskusi dilajutkan di warung kopi.

"Kita harus membuat perhitungan sama Akang itu. Enak aje, tanpa permisi guru kite diboncengin"
"Udeh, kite kempesin aje ban motornye, selesai"
"Lu, yang tanggung jawab ye Yad!"
"Siaaap"

***

Seminggu berlalu tiba lagi saatnya kami masuk lab bahasa untuk mendapat materi conversation. Anak-anak laki kurang antusias sejak papasan minggu lalu.  Selesai materi Miss Kirana mengeluarkan kertas putih terbungkus rapih. Ya, kertas undangan pernikahannya.

"Doain saya ya, Insyaallah minggu depan saya  akan menikah.Pastikan kalian datang ya!"

"What?, Innalilahi wainnailaihi roji'un!" 
serempak anak laki-laki menyambutnya
"Kok gitu sih?" 
agak kecewa mendengar respon kami

"Oh, iya miss maaf kami bercanda", 
padahal kami serius

"Ya udeh, sekali lagi saya minta doa dan kedatangan kalian di acara akad dan resepsinya ya"

"oh,insyaallah miss"
 terpaksa sekali kami menjawabnya.

Tak lama  bel berbunyi. Calon suami Miss Kirana terlihat sedang asyik menunggu di warung kopi cukup jauh dari parkiran. Saatnya beraksi. Ya minimal tes fisik dorong motor sampai tukang tambal ban terdekat. Jaraknya lumayan jauh sekitar 2km. Cukup sadis ya.

Kami mengintai dari kejauhan. Terlihat Miss Kirana agak kecewa harus menunggu calonnya untuk mengisi angin ban. Akhirnya mereka pun jalan berdua.Ampun deh rencana nyiksa malah mereka makin mesra. Nasib-nasib.

Hari yang diidam idamkan pun tiba. Seminggu Miss Kirana menunggu dengan penuh harap. Seminggu kami berdoa yang tidak baik padanya. Astaghfirullah. 

Akad berjalan dengan lancar. Kami tidak menghadirinya. Para siswi tanpa masalah menghadirinya sejak pagi. Kami masih tertahan di warung kopi, bimbang akan hadir atau kah tidak. Jelas masih berat bagi kami tuk merestuinya. Miss Kirana yang kami cintai akan dimiliki seseorang. Malu harus mengakui kesalahan kami membuat ban kempes.

Menit-menit akhir kamipun harus kuat hati menemui Miss Kirana dan suaminya.Tak lupa kami minta maaf karena pernah membuat kempes ban motor suaminya.

"Oh, ternyata kalian" 
gelak tawa pun  segera pecah.

"maafin ya Miss"
"Iya,iya"

Hari itu hari terakhir kami melihat Miss Kirana guru kami yang cantik. Beliau pindah ke Jogja untuk mendampingi suaminya berkarir di sana. Goodbye Miss Kirana. We Still love You, ahay