Kamis, 21 Mei 2026

Entah22Mei2026

Mata terasa sepat seakan tidur terlambat.Mengapa tak lagi menulis karena semakin mahal biaya terbit.Bukan kurang tidur tapi terlalu banyak yang diukur.Aku ujian untukmu,dia ujian untukku.Manusia Tuhan jadikan ujian bagi sesama.Hampir tiap hari komplain kudapat, namun tak pernah minggat.Ukuran manusia sudah terlampaui entah bagaimana lagi.Jika sudah berusaha maksimal lalu apa?, Ada suatu yang harus kau renungkan.Jika tak lagi nyaman dan memaksakan,bagaimana Tuhan?,Kau tahu,perjalanan dari sana kesini dan sebaliknya menguji nyali meski banyak orang sakti.Ya 60menit pagi dan sore itu sungguh membuat lemas.Dalam doa tiap malam kubisikkan,"Ya Rabb jika ini benar mudahkan,jika ini salah mudahkan tuk selesai dengan penuh kedamaian"

Selasa, 26 Agustus 2025

Ratusan

 

Ratusan

 

Ratusan keracunan , atas nama kepedulian

“Ini pengamalan Tradisi Nabi Ibrahim”, kata oknum Agamawan

Ribuan pengangguran, atas nama efisiensi anggaran

Lawan politik dipenjarakan, pajak bagi rakyat kecil dinaikkan

 

Kita bangsa dari negara yang besar, bagaimana mendefinisikan?

Puisi-puisi  dan cerpen bagian dari perlawanan dan perjuangan

Meski tradisi  dekat dengan gadget digalakkan

Jika memang selamanya ideologi itu harus berbenturan

 

Banyak musuh menggunting dalam lipatan, mari kita kembali renungkan

Kemerdekaan adalah anugerah sangat besar dari Tuhan

Jika memang kita harus saling berhadapan

Ada yang masih mungkin dinegosiasikan

 

Jangan rakyat kecil dikorbankan

Stop,stop,stop sudahi keserakahan!

Jika memang tiada lagi dapat kesepakatan

Tiada kata lain,”Lawan Penjajahan!”

 (Jakarta,02Agustus2025)

 

Puisi berjudul “Ratusan” adalah puisi karya Luthfi Mulyadi. Penulis  adalah guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits MIN5 Jakarta Utara. Puisi ini  menggambarkan keresahannya pada kondisi ril yang terjadi pada anak bangsa Indonesia saat ini yang sangat memperihatinkan. Pesan dalam puisi ini adalah harapan agar  elit-elit politik segera menyadari kesalahan-kesalahannya dan kembali membuat kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat.

 

H Line

 

H Line

 

Resah, mengapa semua line berwarna merah disamakan,

Suami istri seharusnya H line berwarna hijau.

Garis hijau itu terlihat tidak sebanyak garis merah yang berlimpah. Garis hijau di atas kepala maksimal jumlahnya empat garis terlihat cerah. Ya, garis hijau paling sedikit berjumlah satu.Tuhan membatasi garis hijau tersebut berjumlah empat, Matsna,Tsulatsa Ruba’.Meski opini terkuat yang terbentuk di masyarakat hanya satu  garis hijau saja.Tak heran di sekitar satu garis hijau muncul pula beberapa garis-garis merah yang berpendar lemah tiada cerah.

Kau tahu, adakah ajaran lain yang membatasi garis hijau ini selain Islam?, Kau tahu sebelum Islam membatasi jumlah istri yang boleh dimiliki, laki-laki jahiliyah dulu bebas memiliki istri dalam jumlah yang sangat banyak meski tanpa tanggungjawab yang baik sebagai kepala keluarga. Ajaran Islam datang membatasi jumlah istri yang boleh dimiliki  untuk melindungi hak-hak kaum wanita. Celakanya banyak yang salah paham tentang Nabi Muhammad saw. Beliau dituduh paedofil dan tukang kawin.

Para haters akan ada sampai kapanpun. Hak dan batil akan bertempur sampai hari kiamat. Saat ajaran Islam berusaha menjaga dan melindungi hak-hak wanita, banyak juga kelompok yang lantang menolaknya. Bisa jadi memang ini adalah akibat dari ulah oknum pelaku yang tidak bertanggungjawab dengan baik saat mereka memiliki lebih dari satu istri. Sayang sekali.

Kau tahu, para tukang ojek dan rakyat biasa yang terlihat ekonomi rendah yang memiliki beberapa garis hijau. Beberapa ahli memang telah menegaskan, ada satu syarat lagi,yaitu keberanian. Mereka lebih berani dibanding para orang kaya. Tak sedikit para orang kaya memiliki satu garis hijau dan beberapa garis merah di atas kepala.

Ratusan tahun opini dibentuk menolak pesan Tuhan hingga begini jadinya. Kalaulah bisa  pesan Tuhan itu diterima, akan sangat indah terlihat garis-garis hijau cerah itu mengalahkan garis-garis merah yang bersinar lemah. Garis-garis itu tak harus bercampur. Garis-garis merah dan hijau itu tak seharusnya berada di atas satu kepala.

Mul selalu resah memikirkan masalah ini. Masalah yang menurutnya tak kunjung selesai. Masalah yang menurut sebagian besar orang sudah tuntas terjawab dan tak perlu lagi dipertanyakan. Baginya ini tetap masalah yang besar kaitannya denga halal dan haram yang membuatnya tenang atau resah gelisah. Opini puluhan tahun dibentuk oleh media bahwa konsep Monogami adalah keniscayaan.

Bahwa pesan Tuhan sesungguhnya adalah monogami.  Sebaliknya poligami adalah bentuk ketidaksyukuran seorang laki-laki terhadap istrinya, terlebih Tuhannya. Aneh, dalam ayat-Nya Tuhan memulai dengan Matsna, Tsulatsa, Ruba’. Tuhan bahkan tidak menyebutkan Ihda (satu). Artinya standar minimal dimulai dari Matsna (dua). Jika tidak, maka mayoritas laki-laki tidak akan puas dan mencari pemuasan di luar.

 

 

Mul sangat menyayangkan Teh Nunuh seorang istri dari seorang da’i terkenal pada masanya menggugat suaminya. Ia lebih memilih cerai dibanding Islah (damai) menerima takdir suaminya yang harus memiliki istri lagi. Lagi-lagi takdir Tuhanpun dipahami berbeda. Jika ada praktek poligami, maka seharusnyalah kembali kepada monogami. Agaknya mereka tidak tuntas memahami jawaban Dr. Dzakir Naik tentang takdir perempuan yang diciptakan dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibanding laki-laki. Bisa jadi rasionya sekarang satu berbanding sepuluh. Maka suatu saat jika memaksakan konsep monogami, aka nada perempuan yang tidak mendapatkan pasangan.

“Kau tahu Jek, seandainya dulu teh Nunuh menerima takdir suaminya, mungkin orang-orang seperti kita punya pilihan argument yang cukup kuat. Secara Financial Kang Uu sudah sangat  berlimpah dan sangat layak untuk menikah lagi. Kang Uu adalah teladan umat yang sangat-sangat mapan. Kang Uu akan menghasilkan keturunan yang soleh dan solehah. Sayang,teh Nunuh menggugatnya. Ini menjadi preseden buruk bagi masadepan poligami Indonesia “, Mul kembali menarik nafas dan menghembuskannya dengan perasaan kecewa.

“Kau mulai lagi bermain-main dengan hukum Mul. Siapalah kau. Ulama pun bukan. Apa yang kau tahu tentang hukum. Sudahlah terima saja takdir ini. Kita yang mempunyai kebutuhan biologis yang lebih memang harus menyalurkannya secara rahasia. Main aman saja. Kau lihat selevel Kang Uu saja dibully seantero raya,dianggap kufur nikmat. Bukankah lebih ringan jika kebutuhan kita tersalurkan dan tak harus bertanggungjawab penuh?,”.

Lugas Jek membalas presentasi Mul. Keduanya ditakdirkan memiliki kebutuhan lebih. Berkali-kali mereka mencoba untuk meredamnya dengan menyibukkan dengan banyak kegiatan,banyak berolahraga, banyak mengaji dan kegiatan outdoor lain, kebutuhan itu tak terobati. “It is Not Apple to Apple”. Bagaimana mencoba mengenyangkan perut dengan dengan hanya minum air putih yang katanya air paling menyehatkan?”

Perbincangan itu tiada ujungnya. Sambil meneguk entah kopi cangkir keberapa. Entah batang rokok yang keberapa. Jelas kontraproduktif bagi seorang laki-laki. Jelas porsi makan tiap orang berbeda banyaknya. Ada yang cukup satu piring, ada pula yang kurang.

“Kau tahu jek, aku juga semakin sering menonton film porno sejak cerai dari istri keduaku. Tiada pernah film itu memuaskan hasrat. Justru semakin menjadi jadi. Saat aku rutin mendapat kepuasan, barang-barang haram itu mampu aku jauhkan”. Poligami head to head dengan film porno bukan rahasia umum.

Kembali Mul menarik nafas panjang dan membuangnya kembali. Dahinya makin berkerut. Ia serius sekali,padahal laki-laki di luar sana sudah menganggap jajan adalah suatu yang lumrah.

Tiba-tiba Syaikh Rahman muncul di depan mereka. Mereka tertegun setelah Syaikh Rahman mengusap kedua mata mereka dengan membaca doa rahasia. Mereka dapat melihat garis-garis hijau itu. Bukan lagi garis-garis merah. Mereka terheran-heran,termangu lalu tersenyum bahagia. Teman-teman para tukang ojek yang selama ini mereka pikirkan buruk dengan pola kehidupan mereka ternyata memiliki garis hijau di atas kepalanya.Ya,teman-teman tukang ojek memiliki dua atau tiga garis hijau. Allahu Akbar!.

 

 

Syaikh Rahman tidak menjelasakan teori apapun. Beliau membiarkan kami berpikir dan merasa. Kami dibiarkan terus berpikir terhadap fenomena yang semakin menjadi jadi di sekitar. Garis-garis merah di kepala itu begitu banyak di kepala anak-anak sekolah sekalipun. Tak mampulah kita berpikir sampai kesana bagaimana ini bisa terjadi.Terlebih bagaimana solusinya.

Tak kuasa kita memikirkan semua. Sebuah doa diingatkan oleh Syaikh Rahman dalam menghadapi dunia yang semakin gila ini. Kita butuh ampunan Tuhan,kasih sayang-Nya, pemeliharaan-Nya, bimbingan-Nya.

اللهم اغفر لامّة سيّدنا محمّد

اللهمّ ارحم امّة سيّدنا محمّد

اللهم اصلح امّة سيّدنا محمّد

اللهمّ استر أمة سيّدنا محمّد

اللهمّ اجبر أمّة سيّدنا محمّد

اللهمّ عاف أمّة سيّدنا محمّد

اللهمّ اغفر لامّة سيّدنا محمّد مغفرة عامة يا ربّ العالمين

اللهمّ ارحم لامّة سيّدنا محمّد رحمة عامة يا ربّ العالمين

اللهمّ فرّج لامّة سيّدنا محمّد فرجا عاجلا يا ربّ العالمين

 (H Line,,Luthfi Mulyadi,17Agustus2025)

 

Luthfi Mulyadi. Penulis  adalah guru mapel Al-Qur’an Hadits MIN5 Jakarta Utara.

 

 

 

Selasa, 15 Juli 2025

Alhamdulillah ANS Luxury 03Juli2025 Done

 Alhamdulillah, tsumma Alhamdulillah terimakasih banyak ya Allah.

Kau sampaikan impian kecil hamba beserta keluarga

Ayah bawa hamba sampai Palembang usia belia

Hamba bawa anak istri lampaui Dharmasraya

Kesan itu sangat mendalam hingga terukir dalam jiwa

Mendorong asa mewujudkannya

Tak hanya sendiri namun membawa cinta bersama

Bahagiakan ia yang korbankan segala

Semoga cukup berarti di hatinya

Nyaman dalam pelukan Sibiru yang genap setahun usianya

Jok nyaman dan luas Rimba Kencana

Anak-anakku tidur pulas di atasnya

Setahun Sibiru memang sudah puluhan ribu jarang bolak balik Padang Jakarta

Wajar ada beberapa kerusakan kecil di beberapa titik saja

Efisiensi sering membawa kecewa

Luxury tak pernah berhenti isi solar meski sebentar saja

Executif tiga kali antre isi solar memberi kesempatan menikmati Mpek-mpek Palembang yang berjuta rasa nikmatnya.

Allahu Akbar nikmatnya

Kemarin kudengar kabar duka

Executif mengalami celaka

Semoga banyak hikmahnya

Executif memang layak pensiun saja

Kembali lagi ke dermaga

Puluhan tahun lalu di malam hari

Berfoto bangga di samping Benteng Jaya

Kini anak-anakku berfoto bangga depan sibiru ceria

Suatu saat mungkin mereka akan juga mempunyai rencana

Bahagiakan anak-anaknya mengukir cerita

Kalimat berkesan itu sungguh membuat bahagia

Dari mulut mungil anak tercinta

Ia bercerita sangat bahagia

Naik bus nyaman berlama-lama

Naik Ferry Batumandi naik turun tangga

Homestay dengan latar gunung Singgalang dibelakangnya

Danau Singkarak layaknya samudera betapa luasnya

Allahu Akbar

Buatku ini jelas sebuah Outingclass IPAS penuh warna

Tak peduli yang harus dikeluarkan berapa juta

Program pendalaman bahasa di Pare bisa jadi tiada beda

Alhamdulillah

tsummal hamdulillah





Selasa, 01 April 2025

Kerak Hitam

 Jidat makin hitam berkerak.Mustahil Allah swt Maha Cinta membuka aib hamba layaknya manusia bodoh mengarak.Sampai kini masih terbelenggu sulit bergerak.Haram atau halal yang menenangkan keram pada pundak.Anehnya pundak makin keras dan kaku sejak beranjak.Ya Allah Yang Maha Bijak,aku hamba-Mu yang lemah lelah serasa diinjak. Beramai-ramai heran pada mata yang terhibur dengan pelampung pancing di atas air beriak.Sumpah detik ini sangat butuh banyak gerak dan gentak.

Rabu, 04 Desember 2024

Siapa Inginkan?

Siapa inginkan kepala Husein cucu Nabi

Muhammad terpenggal di Karbala?

Siapa inginkan Khulafa Rasyidin wafat terbunuh tanpa pri manusia?

Siapa inginkan Marsinah pahlawan buruh mati disiksa dan diperkosa?

Siapa inginkan kepemimpinan kini berjalan mesra?

Siapa berani katakan Allah diam saja?

Aku,kamu,mereka kita semua tak ingin semua yang buruk merajalela

Namun sakit dan perih itu memang harus dirasa

Akankah kita lanjutkan mencomplain takdir-Nya

Ia Yang Maha Kuasa

Sekuat apapun kita katakan tidak,tidak dan tidak lalu berusaha sekuat tenaga

Semua terserah Ia

Sampai nanti Ia putuskan takdir-Nya

Bahkan sehelai daun yang jatuh ke bumi atas izin-Nya

Maafkan hamba-Mu wahai Sang Maha Cinta

(luthfimulyadi,ruanggurumin5,05/12/24,07.16)


Syukur VS Kufur

Kita yang yakin ia kufur

Ia yakin syukur

Mereka vonis ia kufur

Ia penuh syukur pulas tertidur

Kita yakin nikmat harus dibatas

Ia yakin nikmat-Nya Maha Luas

Mereka melihatnya was was

Ia penuh sabar jalani takdir meski tergilas

Kita yang ingin semua baik-baik saja

Ia inginkan yang sama

Mereka yakin ia tidak baik-baik saja

Penuh maaf ia kirimkan doa untuk kita

Kita penuh doa

Kita yakin ia tersesat dalam dosa

Mereka menunggu jatuhnya

Ia tiada henti mencari solusinya

Kita yang berbeda takdir

Kita seragamkan solusi berpikir

Terimakasih pada kita cinta selalu terukir

Semoga kita semua mendapatkan rahmat Allah yang sederas air mengalir

(luthfimulyadi,ruanggurumin5,05/12/24,06.46)


Selasa, 03 Desember 2024

SiTalip

"Hei Talip,mana hasil didikan pesantren anak lu yang lu banggain itu hah?,lihat tuh anak lu usia hampir 17tahun gak mampu rutin bantu emaknya mencuci dan menjemur celana dalam dan bh nya sendiri,hahahaha.Itu yang diaebut anak solehah?"
Siwahid memang paling bisa dan suka berdebat dengan Talip tentang pendidikan.Ia musuh
bebuyutan Talip.Keduanya bersaing membanggakan anak-anaknya. Siwahid tidak menyekolahkan anaknya di pesantren boleh berbangga hati karena anaknya lebih rajin dibanding anaknya Talip yang alumni Pesantren.
Talip diam seribu basa.Ia tak mampu melawan Wahid karena kalah secara fakta.Entah apa yang dipikirkan Talip kini.Akankan ia mengakui kekalahannya atau masih mencoba membuat argumen yang baru.
Celakanya lagi Talip adalah seorang guru madrasah yang seharusnya unggul jika beradu argumen dengan Wahid yang notabene hanya tukang ojeg.
Wahid puas sekali melihat kekalahan Talip.Suatu kebanggaan jika seorang tukang Ojeg mampu mengalahkan guru madrasah.Wahid tidak banyak mendidik anaknya dengan banyak teori pendidikan apalagi membentuk anaknya di pesantren,namun heran anaknya mampu bertumbuh kembang menjadi anak yang penuh empati pada sesama khususnya orangtua.Anak Wahid faktanya mampu membantu ibunya lebih dari sekedar mencuci,menjemur,menggosok pakaian,menyapu,mengepel dan cuci piring.Anaknya mampu mengayomi adik-adiknya bahkan mengajari adiknya belajar.Itu adalah idaman setiap orangtua.
"Ini belum selesai hid,anak-anak kita masih remaja,masih panjang perjalanan.Anak gue karakternye masih bisa diperbaiki.Bisa jadi anak gue bakal punya bisnis bagus dan menghasilkan.Gue dan keluarga akan hidup lebih nyaman nantinya",akhirnya Talip membalas serangan Wahid.
"Lu salah lip,kehidupan anaklu sekarang menggambarkan kesuksesannya nanti.Gimana bisa sukses kalo gak bisa manage waktu dengan baik,bahkan orangtua masih direpotkan?,diri sendiri aja gak bisa diurus,gimana urus yang lain,hahahah",Wahid kembali menyerang Talip.
"Kita liat aja nanti,siapa diantara anakkita yang akan sukses hid,gue males ladenin lu"
Tak mau memperpanjang perdebatan,Talip meninggalkan Wahid.
"Buahahahahaha,udeh kalah kabur,
umur anaknya udeh hampir 17tahun gimana bisa rubah karakternya yang malas menjadi rajin",Wahid menambahkan dan menegaskan kemenangannya atas Talip.
(luthfimulyadi,albayyinah,03/12/24,22.30)

Dua Malam Gelas Juice Mangga

Dua malam gelas plastik juice mangga

Setengah tersisa

Mulai busuk beraroma

Lalat bertelur dan bakteri berkubang di dalamnya

Kaos kaki adik warna pink terpisah dari pasangannya

Bercampur dengan buku latihan berserakan di lantai berdebu

Kandang pengerat dahulu sering di atas kasur tidur bersama

Sadar juga tiap malam tikus bercanda di sekitarnya

Buang kotoran disela-sela

Ah betapa nyamannya

Segera berserakan serpihan sampah cokelat aneka rasa

Mangkok berisi sisa makanan dan gelas plastik air mineral sudah lebih dari tigamalam agaknya

Sebenci itu sedewasa ini pada siapa?

Sedewasa itu hidup kotor dengan nyaman

Seragam sekolah harian

dijemur malam

Setiap hari ibu mencuci dua ember pakaiannya dan seragam

Semoga ibu selalu Allah beri kesehatan,kekuatan dan kebahagiaan

Karena semua sepakat

Ayah berbuat kesalahan

Ia layak diacuhkan

Layak mendapatkan

Seakan ia tanpa jasa dan peran

Seakan ia tiada pernah berikan kebahagiaan

(luthfimulyadi,albayyinah03/12/24,21.46)




Selimut Hari Ini

Sudah lebih dari tiga hari

Sicantik menjulang tinggi

Pamerkan cantik diri

Hanya bagi sebagian warga DKI

Yang diberi kesempatan dan kemampuan menikmati ciptaan Ilahi

Pukul 08.00 pagi tadi

Selimut awan telah menutupi

Tubuhnya yang besar nan tinggi

Perlihatkan pesona yang berbeda lagi

Kemarin terlihat dari kepala hingga kaki

Meski hari tak pagi lagi

Pagi  tadi hanya sebagian badan lalu kepala

tertutup topi 

Cantik sekali

Selimut awan putih itu membuatnya 

kian kontras  terlihat biru pekat

Bak lukisan semakin memikat

Berawal titik air membentuk kabut lalu berubah menjari awan awan mungil mengikat

Berkumpul membesar lalu berpisah rapih tanpa sekat

Dikota halal haram ditiap jengkalnya

Siapa memvonis siapa

Masih banyak manusia yang tetap  berjuang berjalan pada rel-Nya

Perjalanan spiritual pasti berbeda beda

Untuk itu Allah kirimkan para mufassir yang berbeda-beda

Untuk tegaskan bahwa tujuan kita sama

Tiada perlu paksakan satu keseragaman

Takdir kita berbeda jangan paksakan harus jalani ini dengan kesamaan

Bukan hanya kita yang mampu menangis dengan penuh keyakinan

Mereka disana sini pun mampu menangis sesegukan membela kemanusiaan

Tersurat dan tersirat pesan dalam al Quran

Damaikan,damaikan,damaikan

Suatu ketika di kota Madinah

Sang Ansor rela berbagi dengan Muhajirin karena ukhuwah

Suatu ketika di medan perang dekat kota Madinah

Sekarat bersama dan saling berbohong mengalah

Demi kehidupan saudara tercinta raih ridho Sang Maha Pemurah

Cerita di atas hanya dongeng atau sunnah

Aku yang masih berjuang tetap di rel-Nya menolak lemah

Menolak hancur tiada kata menyerah

Bukan,bukan,bukan tanpa usaha ghaib lalu pasrah

Bukan,bukan,bukan,sumpah

Ratusan lebih pintu surga terbuka bagi kita yang berbeda-beda takdir melangkah

Bismillah aku bersama Sang Maha Pemurah

(luthfimulyadi,albayyinah,03/12/24,19.28)




Segeralah Merapat

Awan awan putih beterbangan

di atas gedung-gedung perkotaan

Terbang jauh tinggalkan induknya yang melahirkan

Hutan melahirkannya selepas hujan

Puncak gunung terlihat begitu dekat seakan di depan halaman

Bagi warga kota jelas ini suatu hiburan sebelum liburan

Yang belum tentu semua mampu realisasikan

Mohonku Tuhan

Mudahkan

Awan-awan putih kecil bagai kapas

Dilepas oleh induknya lalu dikipas

Terbang semakin jauh meninggalkan kata-kata pedas

Mencari kenyamanan bertumbuh kembang 

bebas

Dari pusat kota gedung-gedung pencakar langit itu kecil terlihat

Sementara ketinggian gunung menjulang tinggi berlipat lipat

Sang gunung seakan menyapa kita semua yang lupa rutin berdzikir dan bersolawat

Hai manusia-manusia kecil nan sombong cobalah lihat

Ratusan kilometer diriku yang sangat tinggi ini dapat terlihat

Lalu apalah kalian para budak pengejar dunia yang sering lalaikan salat

Panggilan indah-Nya segera terdengar,segeralah merapat

(luthfimulyadi,albayyinah,03/12/24,18.05)



Kamis, 07 November 2024

Suatu Saat Kompetisi

Harapku suatu saat

Foto karya siswa dipampang dan rekap nilai dapat kami lihat

Di ranking berapa kami coba ingin lebih tinggi lagi kejar dan panjat

Video Sang Juara di upload di youtube agar kami dapat menyimak dengan khidmat

Agar kami bisa belajar dari mereka yang hebat

Harapku suatu saat

Karya tulis ilmiah siswa/i  menulis faktual bahasa natural anak yang taat

Begitu pesatnyakah Grade siswa SMP versus Mahasiswa?

Kasihan para mahasiswa tiada percaya diri jika mendekat

Dimana logika jika semua harus juara?

Sementara lomba hanya beberapa cabang saja

Maukah kita juara?

Realistis selenggarakan banyak lomba rutin  oleh Kecamatan dan Kota 

Beda Selatan beda Utara

Bilakah Utara mampu segera berdiri dan berjalan 

mengejar Selatan yang mampu berlari kemana mana

Mudahkan buat anak-anak kita

Tumbuhkan percaya diri pada semua anak-anak kita

Kita anak siapa?

Mari bersama berkaca

Jikalah katagori Achievement 8 kecerdasan  itu belum kita punya

Terlalu banyak beban anak bangsa ditambah tiada pernah tersimpan dalam Longterm Memory sia-sia

Bagaimana jika prioritaskan fokus pada efektifitas KBM membentuk karakter manusia mulia

Bagaimana jika selenggarakan lomba komunitas baik berkata

Mengusir virus anjing yang tersebar di sekeliling kita

Kita semua para pendidik benteng terakhir suarakan nilai kejujuran karakter mulia anak bangsa

Kita semua pahlawan rela berkorban sesuai porsinya

Mari tingkatkan kembali semangat berkorban para pahlawan menggelora

Ki hajar Dewantara berpesan pada kita

Ing Ngarsa Sing Tuladha

Ing Madya Mangun Karsa

Tut Wuri Handayani mari amalkan bersama

Selamat Hari Guru buat kita semua para guru hebat harapan Bangsa

(luthfimulyadi,ruanggurumin5,08/11/24,14.41)


 

Menyerah Pada Merah

Kita yang menyerah 

Bibir yang harus terlihat merah

Merekah

Basah

Bak aktris income puluhan juta rupiah

Semprot kanan kiri parfum sesakkan nafas tetangga sebelah

Sementara baju harian dicuci ibu ayah

Nyaris Tujuh belas tahun bingung melangkah

Tiada mampu berkaca diri bahkan berbenah

Satu atau tiga tahun lagi entah

Ini urgensi bagi masadepan bangsa

Sadisnya gaya hidup perbudak calon anak-anak solehah

Skin care dan kosmetik membunuh karakter para bocah miskin  yang ingin terlihat mewah

Ada kala ibu dan ayah  ceritakan dahulu kala berkhidmat pada orangtua mencuci, menyapu, mengepel, menjemur menggosok pakaian hingga bercucur keringat basah

Di lain waktu bergadang membuat proposal kegiatan OSIS juga kerap dikerjakan selepas belajar malam gelap gulita di kampung orang dengan mesin tik tradisional telah dilakoni ayah 

Gelap gulita sendirian ditemani oleh bunyi jangkrik yang resah

Ibu dan Ayah butuhkan kamu sekarang, ayolah

Namun itu semua  sangat sulit diterima oleh logika bocah

Untuk itu pentingnya belajar sejarah

Tiap malam doa para ibu dan ayah

Agar anak-anaknya menjadi anak yang solehah

Alfatihah (luthfimulyadi,ruangguru,Jumat,8/11/24,13.21)



Minggu, 27 Oktober 2024

Tidak Boleh Lebih Dari Seujung Kuku

 Suatu ketika seorang suami berpesan pada Istrinya.Besok jangan hubungi aku selama satu hari.Sang istri bingung dibuatnya.

Sampailah saat yang telah dipesankan kepada istri.Ia menjumpai suaminya dalam kondisi lemah tak berdaya.Dokter memvonis umurnya tak lama lagi.

"Selamat istriku,kau mampu tak menghubungiku selama satu hari.Harapanku selanjutnya kau mampu tak menghubungiku lebih lama lagi.Suatu saat kita pasti berpisah.Bumi dan langit pasti akan hancur.Laut pasti surut.Mencinta tak boleh lebih dari seujung kuku.Kecil namun terus tumbuh.Haram mencinta melebihi cinta pada Allah dan Rasul-Nya yang akan menolong kita di akhirat nanti.Demikian suamimu memberi nasehat padamu agar mencintai Allah dan Rasul di atas segalanya

"

(Luthfi Mulyadi,Darul Quran Mulia, disarikan dari Tausiyah RAS FM)

Selasa, 15 Oktober 2024

BUKAN

Bukan

Bukan itu

Konsentrasilah  pada bidangmu

Linier pada ijazahmu

Bukan

Bukan itu

Kau ramaikan saja agendaku

Teruslah kau kejar standarku

Yang tiada pernah sampaikanmu 

Teruslah menengadah padaku

Teruslah tiada artinya kau untukku

Teruslah tiada pernah kau miliki waktu

Bukan

Bukan itu

Berapa jumlah bukumu?

Juara 3 miliki minimal 40 buku

Berapa jumlah jurnal nasional dan internasionalmu?

Kemana dan dimana studimu?

Bukan

Bukan itu

Tiada pernah kau sampai padaku

Jikalah kau korbankan lebih banyak waktu

Segera saja tambahkan anggaran kesehatanmu

Kelas-kelas itu pasti akan tambah gaduh

Bukan

Bukan itu

Hanya penggembira acaraku

Buat apa mengundang doktor jika begitu?

Bagaimana jika  suksesmu bukan suksesku

Bukan

Bukan itu

Bilakah tak harus seragam selalu

Bilakah ada nominasi lain yang dituju

Bukan

Bukan itu

Meski aku kamu kita semua mendamba berdiri tegak di atas panggung itu selalu



Kamis, 26 September 2024

Sampai Pada 27September2024

 Sampai pada

Lupa mengasah rasa digerus kerja

Sampai pada 

Tumpukan Lembar Keja Siswa menghiasi meja

Entah kapan sempat dikoreksi dianalisa

Sampai pada berminggu hasil ulanganpun menginap dilaci meja

Dibawa pulang ke rumah lalui puluhan kilometer dan kembali lagi hanya dipandang mata

Sampai pada

Kompetisi Guru Prestasi Indonesia koleksi ratusan sertifikat dan ratusan laporan kerja

Bagaimana jika suatu saat nanti ada tim yang langsung menilai kinerja

Atau ditambah nominasinya

Bagaimana jika buku solo atau antologi dinilai oleh penulis-penulis ternama

Kuantitas kurang agaknya

Bagaimana jika, nominasikan guru honorer di luar daerah sana

Yang tiada rutin berbulan-bulan menunggu untuk menerima haknya

Sampai pada

Mengakali sertifikasi versus harus mengembalikannya

Sampai pada 

Menulis jurnal ilmiah menjadi menjadi asa

Antologi puisi turun tahta

 (LuthfiMulyadi,Ruangguru,27/09/24, 11.32)

Minggu, 28 Juli 2024

Menunggu Rabu

Rabu menunggu Rabu

Kamis menunggu Rabu

Jumat menunggu Rabu

Sabtu menunggu dan berharap menjadi Rabu

Ahad menunggu Rabu

Senin berkhayal Rabu

Selasa berfantasi Rabu

Rabu menunggu sore Rabu

Tiada seindah keringat Rabu

Begitu singkat Rabu yang ditunggu

(luthfimulyadi,ruanggurumin5,29/07/24,08.47)



Selasa, 23 Juli 2024

Putih Cokelat

Surut air laut pagi hari ini

Hamparan karang-karang bolong dimasuki ikan, kepiting dan biota bahari

Hamparan karang-karang tajam tak nyaman dikaki

Dipisah oleh cekung jurang sempit gelap sepi ngeri

Air  masuk dan keluar dari arus bawah laut tiada sepi

Bak kolam yang dikuras lalu terisi lagi

Ibu pencari rumput laut siang bolong bertahun tiada produksi agar-agar terinovasi

Otak-otak dingin keras alot seukuran permen sugus bangga disuguhi 

Pemancing gadungan bermodal joran murah masker dan topi 

Nekat membakar tengkuk tanpa buff dengan sinar matahari

Para bayi cumi-cumi menghampiri

Jika ada bayi,maka ada induknya yang harus ditangkap,otak segera cari solusi

Beralih ke pasir pantai Barat Daya

Bungkusan plastik bening  terombang-ambing bercecer darah amis dan noda

Merusak canda tawa riang anak-anak yang bersuka cita

Ah,dasar manusia

Beralih ke gunung Aseupan di Tenggara

Hijau hamparan sawah mengelilinginya

Ombak pukul 17.00 menuju ujung senja

Pemancing akamsi tiada terlihat bersuka cita

Tiada ikan menyambar umpannya

Meski tlah melewati karang-karang tajam sekelilingnya

Pemancing gadungan tak peduli keras kepala

Ratusan kilometer yang terlewati harus diperjuangkan demi satu asa

Sensasi tiada yang menjualnya

Putih Cokelat butiran pasir pagi hari

Pasir putih itu ternyata ikan Kakaktua yang produksi

Atau kulit kerang yang keras yang saling beradu dihempas ombak lalu 

Allahu Akbar nikmat mana lagi yang kita dustai?

(luthfimulyadi,ruanggurumin5,23/07/24,12.08)



Maaf Tak Sempat

Maaf Ibu, tak sempat rutinku 

Tak sempat  rapihkan kasur

Tak sempat cuci baju

Tak sempat  bersihkan kamar

Tak sempat gantung baju setelah pakai

Tak sempat jaga barang dengan baik

Tak sempat cuci piring

Tak sempat jaga adik

Tak sempat mandikannya

Tak sempat  susul ia  larut malam

Tak sempat tidur tepat waktu

Tak sempat jaga kesehatanku

Tak sempat bangun malam

Tak sempat  tadarrus

Tak sempat muroja'ah hafalan

Tak sempat menyimak bacaan Al-Qur'an

Tak sempat berkata santun

Tak sempat memijat letih tubuhmu bekerja sepanjang hari

Tak sempat peluk cium pipimu

Tak sempat ucapkan tolong, maaf terimakasih dan sayang

Semoga sempat doakanmu

Ibu,aku sangat sibuk mengejar cita-cita,karier dan cinta

Ibu maafkan aku tak sempat

Ibu sempatkanlah layani aku

Ibu sempatkanlah yang tiada aku sempatkan

Ibu sempatkan

Sempatkan

(LuthfiMulyadi,RuangGuruMIN5,23/07/24,14.40)


Kamis, 20 Juni 2024

Menulis Untuk Menulis

 

Menulis Untuk Menulis

 

Tak peduli apapun siapapun

Aku menulis untuk menulis

Tak peduli ada tidak pembaca

Sadar kita bahwa hidayah

adalah hak Tuhan Alam Semesta

Tugas kita hanya menulis, tentang siapa yang akan membaca terserah hidayah Allah Maha Kuasa

Tiada mampu kita yang lemah

memaksa manusia membaca bahkan mencinta

Aku menulis untuk menulis

Otak, rasa dan tangan ini telah sepakat membentuk kata

membentuk kalimat dan paragraf mewakilkan suara jiwa

Tak peduli buku ini laku atau tidak terjual di sana

Aku akan tetap menulis suka cita

Era buku cetak memang sudah berlalu

digantikan digital segala

Namun buku tulisan kita tak pernah kadaluarsa

Sekali lagi biarkan saja

Jika Takdir indah anak cucu akan bangga membacanya

Ya,semoga menjadi inspirasi yang mengalirkan pahala

Bagi kita semua di alam kubur kelak terhindar siksa

Bahkan penciptaan seekor nyamuk saja begitu bermakna

Terlebih kita yang mampu memaknai hidup dan berniat menginspirasi sesama

Semoga

(luthfimulyadi,ruangguru,18/10/23,16.27)-(MemperingatiBulanBahasaOktober2023)