semua tentang proses pembelajaran, usaha menjadi manusia yang bermanfaat dan lebih baik.
Kamis, 21 Mei 2026
Entah22Mei2026
Selasa, 26 Agustus 2025
Ratusan
Ratusan
Ratusan keracunan , atas nama
kepedulian
“Ini pengamalan Tradisi Nabi Ibrahim”,
kata oknum Agamawan
Ribuan pengangguran, atas nama
efisiensi anggaran
Lawan politik dipenjarakan, pajak
bagi rakyat kecil dinaikkan
Kita bangsa dari negara yang besar,
bagaimana mendefinisikan?
Puisi-puisi dan cerpen bagian dari perlawanan dan
perjuangan
Meski tradisi dekat dengan gadget digalakkan
Jika memang selamanya ideologi itu
harus berbenturan
Banyak musuh menggunting dalam
lipatan, mari kita kembali renungkan
Kemerdekaan adalah anugerah sangat
besar dari Tuhan
Jika memang kita harus saling
berhadapan
Ada yang masih mungkin
dinegosiasikan
Jangan rakyat kecil dikorbankan
Stop,stop,stop sudahi keserakahan!
Jika memang tiada lagi dapat
kesepakatan
Tiada kata lain,”Lawan Penjajahan!”
(Jakarta,02Agustus2025)
Puisi
berjudul “Ratusan” adalah puisi karya Luthfi Mulyadi. Penulis adalah guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits
MIN5 Jakarta Utara. Puisi ini
menggambarkan keresahannya pada kondisi ril yang terjadi pada anak
bangsa Indonesia saat ini yang sangat memperihatinkan. Pesan dalam puisi ini
adalah harapan agar elit-elit politik
segera menyadari kesalahan-kesalahannya dan kembali membuat kebijakan-kebijakan
yang pro-rakyat.
H Line
H Line
Resah, mengapa semua line berwarna merah disamakan,
Suami istri seharusnya H line berwarna hijau.
Garis
hijau itu terlihat tidak sebanyak garis merah yang berlimpah. Garis hijau di
atas kepala maksimal jumlahnya empat garis terlihat cerah. Ya, garis hijau
paling sedikit berjumlah satu.Tuhan membatasi garis hijau tersebut berjumlah
empat, Matsna,Tsulatsa Ruba’.Meski opini terkuat yang terbentuk di
masyarakat hanya satu garis hijau
saja.Tak heran di sekitar satu garis hijau muncul pula beberapa garis-garis
merah yang berpendar lemah tiada cerah.
Kau
tahu, adakah ajaran lain yang membatasi garis hijau ini selain Islam?, Kau tahu
sebelum Islam membatasi jumlah istri yang boleh dimiliki, laki-laki jahiliyah
dulu bebas memiliki istri dalam jumlah yang sangat banyak meski tanpa
tanggungjawab yang baik sebagai kepala keluarga. Ajaran Islam datang membatasi
jumlah istri yang boleh dimiliki untuk
melindungi hak-hak kaum wanita. Celakanya banyak yang salah paham tentang Nabi
Muhammad saw. Beliau dituduh paedofil dan tukang kawin.
Para
haters akan ada sampai kapanpun. Hak dan batil akan bertempur sampai hari
kiamat. Saat ajaran Islam berusaha menjaga dan melindungi hak-hak wanita,
banyak juga kelompok yang lantang menolaknya. Bisa jadi memang ini adalah akibat
dari ulah oknum pelaku yang tidak bertanggungjawab dengan baik saat mereka
memiliki lebih dari satu istri. Sayang sekali.
Kau
tahu, para tukang ojek dan rakyat biasa yang terlihat ekonomi rendah yang
memiliki beberapa garis hijau. Beberapa ahli memang telah menegaskan, ada satu
syarat lagi,yaitu keberanian. Mereka lebih berani dibanding para orang kaya. Tak
sedikit para orang kaya memiliki satu garis hijau dan beberapa garis merah di
atas kepala.
Ratusan
tahun opini dibentuk menolak pesan Tuhan hingga begini jadinya. Kalaulah
bisa pesan Tuhan itu diterima, akan
sangat indah terlihat garis-garis hijau cerah itu mengalahkan garis-garis merah
yang bersinar lemah. Garis-garis itu tak harus bercampur. Garis-garis merah dan
hijau itu tak seharusnya berada di atas satu kepala.
Mul
selalu resah memikirkan masalah ini. Masalah yang menurutnya tak kunjung
selesai. Masalah yang menurut sebagian besar orang sudah tuntas terjawab dan
tak perlu lagi dipertanyakan. Baginya ini tetap masalah yang besar kaitannya denga
halal dan haram yang membuatnya tenang atau resah gelisah. Opini puluhan tahun
dibentuk oleh media bahwa konsep Monogami adalah keniscayaan.
Bahwa
pesan Tuhan sesungguhnya adalah monogami.
Sebaliknya poligami adalah bentuk ketidaksyukuran seorang laki-laki
terhadap istrinya, terlebih Tuhannya. Aneh, dalam ayat-Nya Tuhan memulai dengan
Matsna, Tsulatsa, Ruba’. Tuhan bahkan tidak menyebutkan Ihda (satu).
Artinya standar minimal dimulai dari Matsna (dua). Jika tidak, maka
mayoritas laki-laki tidak akan puas dan mencari pemuasan di luar.
Mul
sangat menyayangkan Teh Nunuh seorang istri dari seorang da’i terkenal
pada masanya menggugat suaminya. Ia lebih memilih cerai dibanding Islah (damai)
menerima takdir suaminya yang harus memiliki istri lagi. Lagi-lagi takdir
Tuhanpun dipahami berbeda. Jika ada praktek poligami, maka seharusnyalah
kembali kepada monogami. Agaknya mereka tidak tuntas memahami jawaban Dr.
Dzakir Naik tentang takdir perempuan yang diciptakan dengan jumlah yang jauh
lebih banyak dibanding laki-laki. Bisa jadi rasionya sekarang satu berbanding
sepuluh. Maka suatu saat jika memaksakan konsep monogami, aka nada perempuan
yang tidak mendapatkan pasangan.
“Kau
tahu Jek, seandainya dulu teh Nunuh menerima takdir suaminya, mungkin orang-orang
seperti kita punya pilihan argument yang cukup kuat. Secara Financial Kang Uu
sudah sangat berlimpah dan sangat layak
untuk menikah lagi. Kang Uu adalah teladan umat yang sangat-sangat mapan. Kang
Uu akan menghasilkan keturunan yang soleh dan solehah. Sayang,teh Nunuh
menggugatnya. Ini menjadi preseden buruk bagi masadepan poligami Indonesia “,
Mul kembali menarik nafas dan menghembuskannya dengan perasaan kecewa.
“Kau
mulai lagi bermain-main dengan hukum Mul. Siapalah kau. Ulama pun bukan. Apa
yang kau tahu tentang hukum. Sudahlah terima saja takdir ini. Kita yang
mempunyai kebutuhan biologis yang lebih memang harus menyalurkannya secara
rahasia. Main aman saja. Kau lihat selevel Kang Uu saja dibully seantero
raya,dianggap kufur nikmat. Bukankah lebih ringan jika kebutuhan kita
tersalurkan dan tak harus bertanggungjawab penuh?,”.
Lugas
Jek membalas presentasi Mul. Keduanya ditakdirkan memiliki kebutuhan lebih.
Berkali-kali mereka mencoba untuk meredamnya dengan menyibukkan dengan banyak
kegiatan,banyak berolahraga, banyak mengaji dan kegiatan outdoor lain,
kebutuhan itu tak terobati. “It is Not Apple to Apple”. Bagaimana
mencoba mengenyangkan perut dengan dengan hanya minum air putih yang katanya
air paling menyehatkan?”
Perbincangan
itu tiada ujungnya. Sambil meneguk entah kopi cangkir keberapa. Entah batang
rokok yang keberapa. Jelas kontraproduktif bagi seorang laki-laki. Jelas porsi
makan tiap orang berbeda banyaknya. Ada yang cukup satu piring, ada pula yang
kurang.
“Kau
tahu jek, aku juga semakin sering menonton film porno sejak cerai dari istri
keduaku. Tiada pernah film itu memuaskan hasrat. Justru semakin menjadi jadi. Saat
aku rutin mendapat kepuasan, barang-barang haram itu mampu aku jauhkan”. Poligami
head to head dengan film porno bukan rahasia umum.
Kembali
Mul menarik nafas panjang dan membuangnya kembali. Dahinya makin berkerut. Ia
serius sekali,padahal laki-laki di luar sana sudah menganggap jajan adalah
suatu yang lumrah.
Tiba-tiba
Syaikh Rahman muncul di depan mereka. Mereka tertegun setelah Syaikh Rahman
mengusap kedua mata mereka dengan membaca doa rahasia. Mereka dapat melihat
garis-garis hijau itu. Bukan lagi garis-garis merah. Mereka terheran-heran,termangu
lalu tersenyum bahagia. Teman-teman para tukang ojek yang selama ini mereka pikirkan
buruk dengan pola kehidupan mereka ternyata memiliki garis hijau di atas
kepalanya.Ya,teman-teman tukang ojek memiliki dua atau tiga garis hijau. Allahu
Akbar!.
Syaikh
Rahman tidak menjelasakan teori apapun. Beliau membiarkan kami berpikir dan merasa.
Kami dibiarkan terus berpikir terhadap fenomena yang semakin menjadi jadi di
sekitar. Garis-garis merah di kepala itu begitu banyak di kepala anak-anak
sekolah sekalipun. Tak mampulah kita berpikir sampai kesana bagaimana ini bisa
terjadi.Terlebih bagaimana solusinya.
Tak
kuasa kita memikirkan semua. Sebuah doa diingatkan oleh Syaikh Rahman dalam
menghadapi dunia yang semakin gila ini. Kita butuh ampunan Tuhan,kasih
sayang-Nya, pemeliharaan-Nya, bimbingan-Nya.
اللهم
اغفر لامّة سيّدنا محمّد
اللهمّ
ارحم امّة سيّدنا محمّد
اللهم
اصلح امّة سيّدنا محمّد
اللهمّ
استر أمة سيّدنا محمّد
اللهمّ
اجبر أمّة سيّدنا محمّد
اللهمّ
عاف أمّة سيّدنا محمّد
اللهمّ
اغفر لامّة سيّدنا محمّد مغفرة عامة يا ربّ العالمين
اللهمّ
ارحم لامّة سيّدنا محمّد رحمة عامة يا ربّ العالمين
اللهمّ
فرّج لامّة سيّدنا محمّد فرجا عاجلا يا ربّ العالمين
(H Line,,Luthfi Mulyadi,17Agustus2025)
Luthfi
Mulyadi. Penulis adalah guru mapel
Al-Qur’an Hadits MIN5 Jakarta Utara.
Selasa, 15 Juli 2025
Alhamdulillah ANS Luxury 03Juli2025 Done
Alhamdulillah, tsumma Alhamdulillah terimakasih banyak ya Allah.
Kau sampaikan impian kecil hamba beserta keluarga
Ayah bawa hamba sampai Palembang usia belia
Hamba bawa anak istri lampaui Dharmasraya
Kesan itu sangat mendalam hingga terukir dalam jiwa
Mendorong asa mewujudkannya
Tak hanya sendiri namun membawa cinta bersama
Bahagiakan ia yang korbankan segala
Semoga cukup berarti di hatinya
Nyaman dalam pelukan Sibiru yang genap setahun usianya
Jok nyaman dan luas Rimba Kencana
Anak-anakku tidur pulas di atasnya
Setahun Sibiru memang sudah puluhan ribu jarang bolak balik Padang Jakarta
Wajar ada beberapa kerusakan kecil di beberapa titik saja
Efisiensi sering membawa kecewa
Luxury tak pernah berhenti isi solar meski sebentar saja
Executif tiga kali antre isi solar memberi kesempatan menikmati Mpek-mpek Palembang yang berjuta rasa nikmatnya.
Allahu Akbar nikmatnya
Kemarin kudengar kabar duka
Executif mengalami celaka
Semoga banyak hikmahnya
Executif memang layak pensiun saja
Kembali lagi ke dermaga
Puluhan tahun lalu di malam hari
Berfoto bangga di samping Benteng Jaya
Kini anak-anakku berfoto bangga depan sibiru ceria
Suatu saat mungkin mereka akan juga mempunyai rencana
Bahagiakan anak-anaknya mengukir cerita
Kalimat berkesan itu sungguh membuat bahagia
Dari mulut mungil anak tercinta
Ia bercerita sangat bahagia
Naik bus nyaman berlama-lama
Naik Ferry Batumandi naik turun tangga
Homestay dengan latar gunung Singgalang dibelakangnya
Danau Singkarak layaknya samudera betapa luasnya
Allahu Akbar
Buatku ini jelas sebuah Outingclass IPAS penuh warna
Tak peduli yang harus dikeluarkan berapa juta
Program pendalaman bahasa di Pare bisa jadi tiada beda
Alhamdulillah
tsummal hamdulillah
Selasa, 01 April 2025
Kerak Hitam
Jidat makin hitam berkerak.Mustahil Allah swt Maha Cinta membuka aib hamba layaknya manusia bodoh mengarak.Sampai kini masih terbelenggu sulit bergerak.Haram atau halal yang menenangkan keram pada pundak.Anehnya pundak makin keras dan kaku sejak beranjak.Ya Allah Yang Maha Bijak,aku hamba-Mu yang lemah lelah serasa diinjak. Beramai-ramai heran pada mata yang terhibur dengan pelampung pancing di atas air beriak.Sumpah detik ini sangat butuh banyak gerak dan gentak.
Rabu, 04 Desember 2024
Siapa Inginkan?
Siapa inginkan kepala Husein cucu Nabi
Muhammad terpenggal di Karbala?
Siapa inginkan Khulafa Rasyidin wafat terbunuh tanpa pri manusia?
Siapa inginkan Marsinah pahlawan buruh mati disiksa dan diperkosa?
Siapa inginkan kepemimpinan kini berjalan mesra?
Siapa berani katakan Allah diam saja?
Aku,kamu,mereka kita semua tak ingin semua yang buruk merajalela
Namun sakit dan perih itu memang harus dirasa
Akankah kita lanjutkan mencomplain takdir-Nya
Ia Yang Maha Kuasa
Sekuat apapun kita katakan tidak,tidak dan tidak lalu berusaha sekuat tenaga
Semua terserah Ia
Sampai nanti Ia putuskan takdir-Nya
Bahkan sehelai daun yang jatuh ke bumi atas izin-Nya
Maafkan hamba-Mu wahai Sang Maha Cinta
(luthfimulyadi,ruanggurumin5,05/12/24,07.16)
Syukur VS Kufur
Kita yang yakin ia kufur
Ia yakin syukur
Mereka vonis ia kufur
Ia penuh syukur pulas tertidur
Kita yakin nikmat harus dibatas
Ia yakin nikmat-Nya Maha Luas
Mereka melihatnya was was
Ia penuh sabar jalani takdir meski tergilas
Kita yang ingin semua baik-baik saja
Ia inginkan yang sama
Mereka yakin ia tidak baik-baik saja
Penuh maaf ia kirimkan doa untuk kita
Kita penuh doa
Kita yakin ia tersesat dalam dosa
Mereka menunggu jatuhnya
Ia tiada henti mencari solusinya
Kita yang berbeda takdir
Kita seragamkan solusi berpikir
Terimakasih pada kita cinta selalu terukir
Semoga kita semua mendapatkan rahmat Allah yang sederas air mengalir
(luthfimulyadi,ruanggurumin5,05/12/24,06.46)
Selasa, 03 Desember 2024
SiTalip
Dua Malam Gelas Juice Mangga
Dua malam gelas plastik juice mangga
Setengah tersisa
Mulai busuk beraroma
Lalat bertelur dan bakteri berkubang di dalamnya
Kaos kaki adik warna pink terpisah dari pasangannya
Bercampur dengan buku latihan berserakan di lantai berdebu
Kandang pengerat dahulu sering di atas kasur tidur bersama
Sadar juga tiap malam tikus bercanda di sekitarnya
Buang kotoran disela-sela
Ah betapa nyamannya
Segera berserakan serpihan sampah cokelat aneka rasa
Mangkok berisi sisa makanan dan gelas plastik air mineral sudah lebih dari tigamalam agaknya
Sebenci itu sedewasa ini pada siapa?
Sedewasa itu hidup kotor dengan nyaman
Seragam sekolah harian
dijemur malam
Setiap hari ibu mencuci dua ember pakaiannya dan seragam
Semoga ibu selalu Allah beri kesehatan,kekuatan dan kebahagiaan
Karena semua sepakat
Ayah berbuat kesalahan
Ia layak diacuhkan
Layak mendapatkan
Seakan ia tanpa jasa dan peran
Seakan ia tiada pernah berikan kebahagiaan
(luthfimulyadi,albayyinah03/12/24,21.46)
Selimut Hari Ini
Sudah lebih dari tiga hari
Sicantik menjulang tinggi
Pamerkan cantik diri
Hanya bagi sebagian warga DKI
Yang diberi kesempatan dan kemampuan menikmati ciptaan Ilahi
Pukul 08.00 pagi tadi
Selimut awan telah menutupi
Tubuhnya yang besar nan tinggi
Perlihatkan pesona yang berbeda lagi
Kemarin terlihat dari kepala hingga kaki
Meski hari tak pagi lagi
Pagi tadi hanya sebagian badan lalu kepala
tertutup topi
Cantik sekali
Selimut awan putih itu membuatnya
kian kontras terlihat biru pekat
Bak lukisan semakin memikat
Berawal titik air membentuk kabut lalu berubah menjari awan awan mungil mengikat
Berkumpul membesar lalu berpisah rapih tanpa sekat
Dikota halal haram ditiap jengkalnya
Siapa memvonis siapa
Masih banyak manusia yang tetap berjuang berjalan pada rel-Nya
Perjalanan spiritual pasti berbeda beda
Untuk itu Allah kirimkan para mufassir yang berbeda-beda
Untuk tegaskan bahwa tujuan kita sama
Tiada perlu paksakan satu keseragaman
Takdir kita berbeda jangan paksakan harus jalani ini dengan kesamaan
Bukan hanya kita yang mampu menangis dengan penuh keyakinan
Mereka disana sini pun mampu menangis sesegukan membela kemanusiaan
Tersurat dan tersirat pesan dalam al Quran
Damaikan,damaikan,damaikan
Suatu ketika di kota Madinah
Sang Ansor rela berbagi dengan Muhajirin karena ukhuwah
Suatu ketika di medan perang dekat kota Madinah
Sekarat bersama dan saling berbohong mengalah
Demi kehidupan saudara tercinta raih ridho Sang Maha Pemurah
Cerita di atas hanya dongeng atau sunnah
Aku yang masih berjuang tetap di rel-Nya menolak lemah
Menolak hancur tiada kata menyerah
Bukan,bukan,bukan tanpa usaha ghaib lalu pasrah
Bukan,bukan,bukan,sumpah
Ratusan lebih pintu surga terbuka bagi kita yang berbeda-beda takdir melangkah
Bismillah aku bersama Sang Maha Pemurah
(luthfimulyadi,albayyinah,03/12/24,19.28)
Segeralah Merapat
Awan awan putih beterbangan
di atas gedung-gedung perkotaan
Terbang jauh tinggalkan induknya yang melahirkan
Hutan melahirkannya selepas hujan
Puncak gunung terlihat begitu dekat seakan di depan halaman
Bagi warga kota jelas ini suatu hiburan sebelum liburan
Yang belum tentu semua mampu realisasikan
Mohonku Tuhan
Mudahkan
Awan-awan putih kecil bagai kapas
Dilepas oleh induknya lalu dikipas
Terbang semakin jauh meninggalkan kata-kata pedas
Mencari kenyamanan bertumbuh kembang
bebas
Dari pusat kota gedung-gedung pencakar langit itu kecil terlihat
Sementara ketinggian gunung menjulang tinggi berlipat lipat
Sang gunung seakan menyapa kita semua yang lupa rutin berdzikir dan bersolawat
Hai manusia-manusia kecil nan sombong cobalah lihat
Ratusan kilometer diriku yang sangat tinggi ini dapat terlihat
Lalu apalah kalian para budak pengejar dunia yang sering lalaikan salat
Panggilan indah-Nya segera terdengar,segeralah merapat
(luthfimulyadi,albayyinah,03/12/24,18.05)
Kamis, 07 November 2024
Suatu Saat Kompetisi
Harapku suatu saat
Foto karya siswa dipampang dan rekap nilai dapat kami lihat
Di ranking berapa kami coba ingin lebih tinggi lagi kejar dan panjat
Video Sang Juara di upload di youtube agar kami dapat menyimak dengan khidmat
Agar kami bisa belajar dari mereka yang hebat
Harapku suatu saat
Karya tulis ilmiah siswa/i menulis faktual bahasa natural anak yang taat
Begitu pesatnyakah Grade siswa SMP versus Mahasiswa?
Kasihan para mahasiswa tiada percaya diri jika mendekat
Dimana logika jika semua harus juara?
Sementara lomba hanya beberapa cabang saja
Maukah kita juara?
Realistis selenggarakan banyak lomba rutin oleh Kecamatan dan Kota
Beda Selatan beda Utara
Bilakah Utara mampu segera berdiri dan berjalan
mengejar Selatan yang mampu berlari kemana mana
Mudahkan buat anak-anak kita
Tumbuhkan percaya diri pada semua anak-anak kita
Kita anak siapa?
Mari bersama berkaca
Jikalah katagori Achievement 8 kecerdasan itu belum kita punya
Terlalu banyak beban anak bangsa ditambah tiada pernah tersimpan dalam Longterm Memory sia-sia
Bagaimana jika prioritaskan fokus pada efektifitas KBM membentuk karakter manusia mulia
Bagaimana jika selenggarakan lomba komunitas baik berkata
Mengusir virus anjing yang tersebar di sekeliling kita
Kita semua para pendidik benteng terakhir suarakan nilai kejujuran karakter mulia anak bangsa
Kita semua pahlawan rela berkorban sesuai porsinya
Mari tingkatkan kembali semangat berkorban para pahlawan menggelora
Ki hajar Dewantara berpesan pada kita
Ing Ngarsa Sing Tuladha
Ing Madya Mangun Karsa
Tut Wuri Handayani mari amalkan bersama
Selamat Hari Guru buat kita semua para guru hebat harapan Bangsa
(luthfimulyadi,ruanggurumin5,08/11/24,14.41)
Menyerah Pada Merah
Kita yang menyerah
Bibir yang harus terlihat merah
Merekah
Basah
Bak aktris income puluhan juta rupiah
Semprot kanan kiri parfum sesakkan nafas tetangga sebelah
Sementara baju harian dicuci ibu ayah
Nyaris Tujuh belas tahun bingung melangkah
Tiada mampu berkaca diri bahkan berbenah
Satu atau tiga tahun lagi entah
Ini urgensi bagi masadepan bangsa
Sadisnya gaya hidup perbudak calon anak-anak solehah
Skin care dan kosmetik membunuh karakter para bocah miskin yang ingin terlihat mewah
Ada kala ibu dan ayah ceritakan dahulu kala berkhidmat pada orangtua mencuci, menyapu, mengepel, menjemur menggosok pakaian hingga bercucur keringat basah
Di lain waktu bergadang membuat proposal kegiatan OSIS juga kerap dikerjakan selepas belajar malam gelap gulita di kampung orang dengan mesin tik tradisional telah dilakoni ayah
Gelap gulita sendirian ditemani oleh bunyi jangkrik yang resah
Ibu dan Ayah butuhkan kamu sekarang, ayolah
Namun itu semua sangat sulit diterima oleh logika bocah
Untuk itu pentingnya belajar sejarah
Tiap malam doa para ibu dan ayah
Agar anak-anaknya menjadi anak yang solehah
Alfatihah (luthfimulyadi,ruangguru,Jumat,8/11/24,13.21)
Minggu, 27 Oktober 2024
Tidak Boleh Lebih Dari Seujung Kuku
Suatu ketika seorang suami berpesan pada Istrinya.Besok jangan hubungi aku selama satu hari.Sang istri bingung dibuatnya.
Sampailah saat yang telah dipesankan kepada istri.Ia menjumpai suaminya dalam kondisi lemah tak berdaya.Dokter memvonis umurnya tak lama lagi.
"Selamat istriku,kau mampu tak menghubungiku selama satu hari.Harapanku selanjutnya kau mampu tak menghubungiku lebih lama lagi.Suatu saat kita pasti berpisah.Bumi dan langit pasti akan hancur.Laut pasti surut.Mencinta tak boleh lebih dari seujung kuku.Kecil namun terus tumbuh.Haram mencinta melebihi cinta pada Allah dan Rasul-Nya yang akan menolong kita di akhirat nanti.Demikian suamimu memberi nasehat padamu agar mencintai Allah dan Rasul di atas segalanya
"
(Luthfi Mulyadi,Darul Quran Mulia, disarikan dari Tausiyah RAS FM)
Selasa, 15 Oktober 2024
BUKAN
Bukan
Bukan itu
Konsentrasilah pada bidangmu
Linier pada ijazahmu
Bukan
Bukan itu
Kau ramaikan saja agendaku
Teruslah kau kejar standarku
Yang tiada pernah sampaikanmu
Teruslah menengadah padaku
Teruslah tiada artinya kau untukku
Teruslah tiada pernah kau miliki waktu
Bukan
Bukan itu
Berapa jumlah bukumu?
Juara 3 miliki minimal 40 buku
Berapa jumlah jurnal nasional dan internasionalmu?
Kemana dan dimana studimu?
Bukan
Bukan itu
Tiada pernah kau sampai padaku
Jikalah kau korbankan lebih banyak waktu
Segera saja tambahkan anggaran kesehatanmu
Kelas-kelas itu pasti akan tambah gaduh
Bukan
Bukan itu
Hanya penggembira acaraku
Buat apa mengundang doktor jika begitu?
Bagaimana jika suksesmu bukan suksesku
Bukan
Bukan itu
Bilakah tak harus seragam selalu
Bilakah ada nominasi lain yang dituju
Bukan
Bukan itu
Meski aku kamu kita semua mendamba berdiri tegak di atas panggung itu selalu
Kamis, 26 September 2024
Sampai Pada 27September2024
Sampai pada
Lupa mengasah rasa digerus kerja
Sampai pada
Tumpukan Lembar Keja Siswa menghiasi meja
Entah kapan sempat dikoreksi dianalisa
Sampai pada berminggu hasil ulanganpun menginap dilaci meja
Dibawa pulang ke rumah lalui puluhan kilometer dan kembali lagi hanya dipandang mata
Sampai pada
Kompetisi Guru Prestasi Indonesia koleksi ratusan sertifikat dan ratusan laporan kerja
Bagaimana jika suatu saat nanti ada tim yang langsung menilai kinerja
Atau ditambah nominasinya
Bagaimana jika buku solo atau antologi dinilai oleh penulis-penulis ternama
Kuantitas kurang agaknya
Bagaimana jika, nominasikan guru honorer di luar daerah sana
Yang tiada rutin berbulan-bulan menunggu untuk menerima haknya
Sampai pada
Mengakali sertifikasi versus harus mengembalikannya
Sampai pada
Menulis jurnal ilmiah menjadi menjadi asa
Antologi puisi turun tahta
(LuthfiMulyadi,Ruangguru,27/09/24, 11.32)
Minggu, 28 Juli 2024
Menunggu Rabu
Rabu menunggu Rabu
Kamis menunggu Rabu
Jumat menunggu Rabu
Sabtu menunggu dan berharap menjadi Rabu
Ahad menunggu Rabu
Senin berkhayal Rabu
Selasa berfantasi Rabu
Rabu menunggu sore Rabu
Tiada seindah keringat Rabu
Begitu singkat Rabu yang ditunggu
(luthfimulyadi,ruanggurumin5,29/07/24,08.47)
Selasa, 23 Juli 2024
Putih Cokelat
Surut air laut pagi hari ini
Hamparan karang-karang bolong dimasuki ikan, kepiting dan biota bahari
Hamparan karang-karang tajam tak nyaman dikaki
Dipisah oleh cekung jurang sempit gelap sepi ngeri
Air masuk dan keluar dari arus bawah laut tiada sepi
Bak kolam yang dikuras lalu terisi lagi
Ibu pencari rumput laut siang bolong bertahun tiada produksi agar-agar terinovasi
Otak-otak dingin keras alot seukuran permen sugus bangga disuguhi
Pemancing gadungan bermodal joran murah masker dan topi
Nekat membakar tengkuk tanpa buff dengan sinar matahari
Para bayi cumi-cumi menghampiri
Jika ada bayi,maka ada induknya yang harus ditangkap,otak segera cari solusi
Beralih ke pasir pantai Barat Daya
Bungkusan plastik bening terombang-ambing bercecer darah amis dan noda
Merusak canda tawa riang anak-anak yang bersuka cita
Ah,dasar manusia
Beralih ke gunung Aseupan di Tenggara
Hijau hamparan sawah mengelilinginya
Ombak pukul 17.00 menuju ujung senja
Pemancing akamsi tiada terlihat bersuka cita
Tiada ikan menyambar umpannya
Meski tlah melewati karang-karang tajam sekelilingnya
Pemancing gadungan tak peduli keras kepala
Ratusan kilometer yang terlewati harus diperjuangkan demi satu asa
Sensasi tiada yang menjualnya
Putih Cokelat butiran pasir pagi hari
Pasir putih itu ternyata ikan Kakaktua yang produksi
Atau kulit kerang yang keras yang saling beradu dihempas ombak lalu
Allahu Akbar nikmat mana lagi yang kita dustai?
(luthfimulyadi,ruanggurumin5,23/07/24,12.08)
Maaf Tak Sempat
Maaf Ibu, tak sempat rutinku
Tak sempat rapihkan kasur
Tak sempat cuci baju
Tak sempat bersihkan kamar
Tak sempat gantung baju setelah pakai
Tak sempat jaga barang dengan baik
Tak sempat cuci piring
Tak sempat jaga adik
Tak sempat mandikannya
Tak sempat susul ia larut malam
Tak sempat tidur tepat waktu
Tak sempat jaga kesehatanku
Tak sempat bangun malam
Tak sempat tadarrus
Tak sempat muroja'ah hafalan
Tak sempat menyimak bacaan Al-Qur'an
Tak sempat berkata santun
Tak sempat memijat letih tubuhmu bekerja sepanjang hari
Tak sempat peluk cium pipimu
Tak sempat ucapkan tolong, maaf terimakasih dan sayang
Semoga sempat doakanmu
Ibu,aku sangat sibuk mengejar cita-cita,karier dan cinta
Ibu maafkan aku tak sempat
Ibu sempatkanlah layani aku
Ibu sempatkanlah yang tiada aku sempatkan
Ibu sempatkan
Sempatkan
(LuthfiMulyadi,RuangGuruMIN5,23/07/24,14.40)
Kamis, 20 Juni 2024
Menulis Untuk Menulis
Menulis
Untuk Menulis
Tak peduli apapun
siapapun
Aku menulis untuk
menulis
Tak peduli ada
tidak pembaca
Sadar kita bahwa
hidayah
adalah hak Tuhan
Alam Semesta
Tugas kita hanya
menulis, tentang siapa yang akan membaca terserah hidayah Allah Maha Kuasa
Tiada mampu kita
yang lemah
memaksa manusia
membaca bahkan mencinta
Aku menulis untuk
menulis
Otak, rasa dan
tangan ini telah sepakat membentuk kata
membentuk kalimat
dan paragraf mewakilkan suara jiwa
Tak peduli buku
ini laku atau tidak terjual di sana
Aku akan tetap
menulis suka cita
Era buku cetak
memang sudah berlalu
digantikan
digital segala
Namun buku
tulisan kita tak pernah kadaluarsa
Sekali lagi
biarkan saja
Jika Takdir indah
anak cucu akan bangga membacanya
Ya,semoga menjadi
inspirasi yang mengalirkan pahala
Bagi kita semua
di alam kubur kelak terhindar siksa
Bahkan penciptaan
seekor nyamuk saja begitu bermakna
Terlebih kita
yang mampu memaknai hidup dan berniat menginspirasi sesama
Semoga
(luthfimulyadi,ruangguru,18/10/23,16.27)-(MemperingatiBulanBahasaOktober2023)