Selasa, 02 April 2013

mengapa sama?


Mengapa Sama?

Suami istri berpelukan
Sepasang kekasih Mahasiswa berpelukan
Sepasang kekasih pelajar SMA berpelukan
Sepasang kekasih pelajar SMP berpelukan
Sepasang kekasih siswa/I SD dirangsang  tuk berpelukan 
Samakah ? Bedakah?

Harus samakah? Harus bedakah?
Bayi minum asi
Batita makan bubur
Balita makan nasi sayur sop
Remaja Dewasa makan mie ayam sambal
Ketika  bayi makan mie ayam?
Samakah? Bedakah?
Harus samakah  bedakah?

Suami istri bercumbu
Sepasang kekasih Mahasiswa bercumbu
Sepasang kekasih pelajar SMA bercumbu
Sepasang kekasih pelajar SMP bercumbu
Sepasang kekasih siswa/I SD dirangsang  tuk  bercumbu
Samakah ? Bedakah?
Harus samakah  bedakah?

Suami istri senggama
Sepasang kekasih Mahasiswa senggama
Sepasang kekasih pelajar SMA senggama
Sepasang kekasih pelajar SMP senggama
Sepasang kekasih siswa/I SD dirangsang  tuk senggama

Ya, sekarang semua sama
Satu kata terhapus
Dari otak kita
Syukur
Saat ingkar
Jadilah Hambar
Samakah ? Bedakah?
Harus samakah, bedakah?
Siapa bedakan?
                                                                                 
Luthfi mulyadi, 24 April2011 (22:30 wib)

serapahkah?


Serapahkah?

Sumpah serapahku
Biar jadilah murahan
Biar jadilah musuh
Biar jadilah sampah masyarakat
Lacurlah kau!
Yang tak mau lihat, dengar, dan rasakan
Astaghfirullahal’azhim
Ampuni aku Ya Allah
Sucikan niatku
Bantuku tuk ikhlas
Tak dahului hak-Mu
Beri hidayah
Kuatkan hamba-Mu Ya Allah
Sekuat para hamba-hamba-Mu yang sholeh
(luthfimulyadi,18mei2011)

apa isi otakmu?


Apa Isi Otakmu?

Saat konsentrasi penuh
Sampaikan kisi
Obrolan pasar
Ganggu pancing emosi

Diam berharap senyap
Obrolan pasar
Kembali berontak
Siapa bisa jawab?
1 2 3
Lainnya Diam seribu basa
Siapa bisa menulis?
1 2
Lainnya Sinis kebencian
Siapa bisa membaca?
1 2 ……
Lainnya Tunduk kepala
Siapa bertanya?
Tertidur pulas
Hanya 3 atau 5 dari 40
Aku tahu jawabnya
Orangtua
Bukankah kita orang tua?
Siapa mereka sesungguhnya?
Manusia anak usia
Berkebutuhan tua
Stop ajarkan provokasi
Mari ajarkan damai kerjasama
Stop ajarkan kebencian
Mari ajarkan senyuman penghargaan
Stop ajarkan tak peduli
Mari ajarkan rela berkorban
Upgrade diri kita
Pahami mereka
Tepat sikapi
Tawakkal kemudian
(luthfimulyadi,18Mei2011)

anjing kapanpun dimanapun


Anjing Kapanpun Dimanapun


Anjing saat terdorong
Anjing saat takjub
Anjing saat marah
Anjing saat sedih
Anjing saat kencing
Anjing saat bicara
Anjing saat bergaul
Anjing saat belajar
Anjing di masjid
Anjing di musholla
Anjing di kelas
Terlalu banyak anjing
Anjingmu tikam hati, pikiran emosiku
Anjingmu jadikan temanmu anjing
Anjing pantas marah
Namanya tersebut selalu
Padahal Mungkin
Anjing lebih baik darimu
(luthfi mulyadi, 03/02/11)

temanku tuhanku


Temanku Tuhanku

Kata temanku
Aku  boleh pacaran
Aku  boleh merangkul
Aku  boleh memegang
Aku  boleh meraba
Aku  boleh mencium
Aku  boleh lakukan yang kumau
Tidak ada yang tidak boleh
Temanku Tuhanku
Yang larang dan bolehkan
Tidak ada Tuhan selain temanku
Tidak ada Allah
Tidak ada Para Malaikat
Tidak ada Para Nabi Nabi
Tidak ada Hari Akhir
Tidak ada Qadha dan Qadar
Semua hanya ada dalam buku
Yang harus kujawab saat ujian
Tidak ada Ayah
Tidak ada Ibu
Tidak ada para guru
Mereka  tertutup
Dari hati, emosi dan pikiran
Karena turuti hasrat  
Tanpa larangan
Temanku Tuhanku
Terima kasih Tuhanku
Telah bolehkan aku berbuat yang kumau
Dan Para Iblispun tertawa
Aku jadi pasukannya
Kelak di neraka.
(luthfi mulyadi ,03/02/11)

sekolahku baik2 sajakah?


Sekolahku Baik-baik Sajakah?

Sekolahku kebanggaanku
Semua guru  peduli
Sekolah istanaku yang bersih dan asri
Hirup udara segar
Tanpa nikotin
Tutur kata dan perilaku santun teman-teman
Para guru yang layak ditiru
Ya, aku banyak meniru guruku
Ku contoh dan kutiru
Guruku dengarkan aku
Aku benar-benar meniru perilakumu
Tidak ada kebohongan
Tidak ada kedengkian
Sedikit sanksi
Sedikit hukuman
Buatku sangat betah
Sekolahku murah meriah
Surga remaja, hahaha….
Lampiaskan tanpa cerca
Beruntung ku sekolah disini
Andai bukan
Tentu jadi pengangguran
Tapi maaf kawan
Bukan bagimu
Yang ingin upgrade hati, emosi dan pikiran
Hanya bengkel manusia
Bagiku dan kawan-kawan
 (luthfi mulyadi 03/02/11)

siang hari di serambi masjid


 Siang hari di serambi Masjid

‘Woi, ngapain!” kucoba  sesantun mungkin menegurnya. Tanpa perasaan  dan ekspresi bersalah ia hanya menjawab “lagi iseng pak”. “Masyaallah”. Sudahlah ikhlaskan saja memang demikian keadaannya,hehehe. Teguran dari Walikelasnya hanya dijawab dengan kalimat yang pendek tanpa perasaan bersalah dan menyesal sama sekali, dan ia pun kembali menghisap rokoknya.
Eman dikenal sebagai aktifis kegiatan Masjid di bilangan Jakarta Selatan. Suaranya yang merdu saat membacakan salawat membuat banyak orang terlebih kaum hawa kagum padanya. Siang itu di pinggir masjid  tak jauh dari rumahnya, di tempat yang cukup tertutup ia terlihat melepas penatnya dengan menghisap rokok. Baru kali ini kudapati ia merokok di sana. Cukup berani ia memilih tempat, atau memang sudah biasa tempat itu dijadikan tempat melepas penat selain di kuburan oleh teman-temannya. Alhamdulillah, tanpa emosi cukup kutegur dia dengan santun tanpa memperpanjangnya lagi. Idealnya segera kupanggil dan adakan wawancara. Tetapi tak cukup waktuku tuk lakukan itu. Masih ada tugas lain yang jauh lebih mendesak saat itu. Sayang sekali jika ia mendapat layanan pendidikan yang cukup baik dari banyak pihak khususnya sekolah, aku yakin ia akan lebih berkembang dengan keaktifannya. So, saranku jangan pernah menyekolahkan anak-anak anda di sekolahnya Eman. Karena sampai sekarang sebagai ketua KKM, sekolahnya belum memiliki proses yang baik dalam menjalankan KBM. Semoga segera bertobat. Amin.
Tentang rokok
Pikirku rokok sudah sangat dekat dengan siapapun, kendati hal itu membawa dampak negatif bagi banyak orang. Diakui atau tidak sudah banyak fakta empirik yang membuktikan bahwa rokok mengakibatkan banyak sekali penyakit-penyakit berat.  Sebut saja kanker, jantung, paru-paru, ginjal dll. Yang menarik tentang rokok adalah Negara seliberal Amerika dengan Holliwoodnya tengah berusaha meminimalisir film dengan mempertontonkan perokok aktif dalam setiap adegannya. Ini baru modern.
  Emans Family
Segera kuingat-ingat kembali apakah banyak dari keluarganya yang merokok. Ternyata cukup banyak dari keluarganya yang merokok. Di sekolahpun tak beda. Banyak guru-guru yang ahli Hisap (perokok). Sehingga muncul pertanyaan di manakah tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik?”, Adakah?, Dimana lagi jika bukan di sekolah. Dapat dikatakan bahwa sekolah adalah benteng terakhir tumbuh kembang anak dari ancaman destruktif yang terjadi di lingkungan kebanyakan.
 Semakin ringan pikiranku menerima kenyataan ini. Betapa sulit seorang anak dari keluarga perokok  kemudian tidak merokok. Terlebih usianya yang  belasan tahun adalah masa coba-coba.
Beban Eman Sebagai Remaja Modern
Di tengah kerasnya dorongan negatif untuk berbuat yang lebih jauh dan brutal Eman termasuk anak yang masih dapat dikontrol. Bersyukur ia tinggal di tengah masyarakat yang cukup religius. Jika tidak, habislah dia. Eman dan teman-teman remajanya yang lain sedang dihadapkan pada contoh-contoh yang sama sekali tidak ideal. Koruptor, pembohong, pendendam, pencaci, perokok, pemabuk, penjudi, pengedar narkoba, pelaku freesex, pornografi, anarkis  berada dekat sekali dengan mereka. Mereka sedang merindukan sosok yang dapat memberi teladan sepenuhnya. Hanya ada satu kekuatan yang dapat menjaga dan merubahnya menjadi anak soleh adalah kekuatan Allah swt. Kekuatan cinta-Nya teramat dahsyat dan dititipkan ke pada banyak orang. Orangtua, guru, sanak saudara, tetangga, teman sepermainan sekalipun dapat membimbingnya  ke jalan yang benar. Jika trilogy pendidikan(Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat) telah berperan dengan maksimal tinggallah kita berdoa dan tawakkal kepada-Nya. Semoga Eman dan kawan-kawan dapat menjadi hamba Allah swt yang soleh dan solehah.Amin
(Luthfi Mulyadi, Pancoran, 02 April 2013)