Selasa, 10 Desember 2013

"ngomong mulu,gak aus ape?"

“Ngomong mulu…!”

“Ngomong mulu, gak aus ape?”
Komentar seorang siswa yang tak mau ditegur saat kerjasama pada ujian akhir semester. Anggota kelas pun tertawa lewat komandonya. Menertawai guru bisa jadi suatu yang membanggakan bagi anak-anak bermasalah berkaca pada contoh-contoh salah yang banyak terjadi di lingkungan.
Gurupun  berpikir keras bagaimana ia dapat membalas siswanya tersebut. Gelak tawa masih terdengar di kelas tersebut. Segera guru tersebut melontarkan pertanyaan.
“Kamu ketawa aja, gak aus ape?”
Menirukan pertanyaan siswa tersebut. Kelaspun kembali riuh dengan tawa teman-temannya. Kekalahan sementara bagi sang provokator.
Beberapa kali guru masih menegur beberapa siswa yang masih bandel bekerjasama dalam ujian tersebut. Tak lama kembali sang provokator dengan jurus yang sama berkomentar.
“Ngomong mulu, gak aus ape?”
Sang guru pun menjawab dengan tenang.
“Kamu gak liat saya minum?”
Sambil mengangkat cangkir yang dipegangnya. Sang guru memperlihatkan cangkir bawaannya yang berisi teh manis. Sengaja ia bawa agar energik saat mengawas.
Kelaspun kembali riuh dengan tawa para siswa/I menyusul kekalahan kedua sang provokator.
Refleksi   
Penting kiranya guru mempelajari strategi menjawab pertanyaan menjatuhkan dari anak bermasalah sehingga tidak disepelekan. Candaan menjatuhkan seperti ini didapat anak dari para seniornya yang juga bermasalah. Jika guru menanggapinya dengan positif dengan dialog dan jawaban yang logis serta sikap yang santun Insyaallah hal tersebut merupakan media pembelajaran yang sangat baik demi perubahan sikap dan pola pikir siswa tersebut. Semoga bermanfaat. Amin.

(luthfimulyadi,10Desember2013)

Minggu, 08 Desember 2013

pidato tka al-bayyinah

Aku Hebat Karena  Al-Qur’an

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahirabbil’alamin. Allahumma  Sholli ‘Ala Muhammad
 Wa ‘Ala  Ali Muhammad. Amma Ba’du.
Yang saya hormati, Dewan juri, para Asatidz dan Asatidzah, para hadirin dan teman-teman yang saya sayangi.
Siapa tak kenal sahabat Rasulullah saw Ali Karramahullahu Wajhah?, Sang pemuda gagah perkasa serta cerdas luar biasa hingga  di juluki “Bab Madinatul Ilmi, Pintu Kotanya Ilmu.
“Ana Madiinatul Ilm, Wa Aliyyun Babuha 2X”
“Faman Aradal Madinah, Falya’tiha Min Babiha2X”
“Saya kotanya ilmu, dan Ali adalah pintunya, Maka jika seorang ingin kekota, hendaklah ia melewati pintu kota tersebut”,kata Rasulullah saw. Subhanallah, begitu hebatnya sahabat Rasulullah saw yang bernama Ali bin Abi Thalib Karramahullahullahu Wajhah.

Para hadirin sekalian yang saya hormati.
Kira-kira bagaimana Ali bin Abi Thalib bisa sehebat itu. Hadirin Ada yang tahu?
Apakah ia setiap saat  update status di Twitter dan facebook?,apakah ia BBM-an terus sama teman-temannya?, apakah ia selalu jajan di Seven Eleven hingga punya fisik sangat sehat dan kuat?
Jawabannya adalah karena selalu pelajari dan berusaha amalkan Al-Qur’an. Subhanallah!,
Begitu hebatnya Al-Qur’an sebagai mu’jizat akhir zaman, sehingga sangat masuk akal jika kita mau hebat maka kita pelajari  “AL-QUR-AN”.
Jadi teman-teman ,Insyaallah jika kita terus mempelajari dan berusaha mengamalkannya dengan mudah kita akan menjadi hebat. Amiin Ya Rabbal, ‘Alamin.
            Betapa tidak Al-Qur’an adalah Kalamullah. Allah Yang Maha Hebat Yang Maha Besar  turunkan Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada kita lewat Rasulullah saw.

“Arrahmaaan, Allamal Qur’an, ‘Allamahul Bayaan”
Allah yang Maha Pengasih Ajarkan kita Al-Qur’an yang begitu banyak ilmu pengetahuan di dalamnya jika kita ingin mempelajarinya, menggali rahasia-rahasianya. Tak dapat lagi disangsikan, siapapun akan kuasai dunia dengan banyak ilmu. Semoga kita semua dapat menguasai banyak ilmu pengetahuan yang bersumber dari Al-Qur’an.Amin
Para hadirin sekalian yang saya hormati.
Lengkaplah kiranya sabda Rasulullah saw :
“Khoirukum Man Ta’allamal Qur’an Wa ‘Allamah”
Adalah manusia terbaik yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.
Dengan ini,saya mengajak teman-teman dan hadirin sekalian untuk maksimalkan mempelajari dan berusaha mengamalkannya tidak cukup membacanyanya, sehingga kita bisa menjadi hebat dengan Al-Qur’an”.
Terakhir, mari kita baca surat Al-Fatihah, semoga kita diberi kekuatan untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh sehingga kita menjadi generasi Islam yang hebat di kemudian hari. Al-Fatihah
Mohon maaf atas segala kekurangan. Wabillahittawfiiq Wal Hidayah.
 Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.





pidato selekcam tpa al-bayyinah

Alqur’an Jalan Hidupku

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Wal ‘Aqibatu lil Muttaqiin. Fala ‘Udwaana Illa ‘Alazzholimin. Allahumma Solli ‘ala Hadzannabiyyil Kariim, Sayyidina Muhammadin, Wa’ala Alihi, Wa Ashhabihi Ajma’in.
Robbisyrohliy Sodriy, Wayassirliy Amriy, Wahlul ‘Uqdatam Min Lisaaniy, Yafqohuu Qouliy. Amma Ba’du
Yang saya hormati, Dewan Juri,Asatidz Asatidzah, para hadirin dan teman-teman yang saya banggakan.
Begitu banyak jalan sengaja dihadapkan, ditawarkan pada remaja-remaja muslim. Jalan Kekacauan-kekacauan, kerusakan-kerusakan, kemunkaran-kemunkaran diajarkan pada kita anak-anak muslim -Indonesia. Kemunkaran-kemunkaran tersebut bahkan dengan mudahnya masuk rumah kita sendiri lewat tayangan sinetron, yang ajarkan maksiat sedini mungkin, antara laki-laki dan perempuan. Sehingga tanpa pemahaman yang baik tentang Islam, dan tantangannya, pastilah banyak yang katakan.
“Ah, lebay ah, biasa aja kale!”,
“Masyaallah, sudah demikian bodoh ummat  tentang Islam”
Nah, jika sudah demikian membingungkan kemana jalan yang harus ditempuh, akhirnya semakin sesatlah remaja-remaja muslim kita. Lupa kewajiban belajar, lupa berakhlakul karimah, lupa harus tinggalkan maksiat, lupa kewajiban-kewajiban lainnya yang diajarkan Al-Qur’an. Jika demikian sesungguhnya kiamat kecil telah terjadi di bumi ini.
Penjungkirbalikan makna kebenaran, yang salah dibenarkan yang benar disalahkan. Ditanamkan di dalam pikiran kita, “anak-anak  yang hebat adalah yang berani  gaul bebas, yang bisa hafal nyanyi bahasa inggris walaupun gak ngerti artinya, yang hebat yang berani mencoba minuman keras. Baru aja coba dikit terus dibilang :
“Yah, baru gitu aja dah teler, no temen kita tuh hebat, nyungsep di got”
“Nyungsep hebat?...”
Para hadirin sekalian yang dirahmati Allah swt.
 Pembodohan lewat banyak media. Sukses misi Yahudi melemahkan generasi muda Islam, membuat kita terus berleha-leha, santai  tanpa kerja keras meraih kemajuan-kemajuan berarti.
Para hadirin sekalian yang dirahmati Allah swt.
Begitu banyak kemunkaran dan proses pembodohan pelemahan generasi muda Islam di sekitar kita sehingga tidak berlebihan jika dikatakan,
Untuk menghancurkan Islam di Indonesia tidak perlu menutup masjid, musholla, menggusur pesantren madrasah dan majlis ta’lim. Tidak perlu. Untuk menghancurkan Islam Indonesia cukup racuni pikiran remaja dan anak-anak muslim. Pada gilirannya, jika kita telah jauh dari agama, karena terus terbuai dengan kesenangan-kesenangan maksiat, pada saat itu juga Islam kita semakin lemah, bahkan bisa hilang sama sekali. Faktanya masjid,musholla, majlis ta’lim semakin sepi, seven eleven di mall-mall semakin ramai kita kunjungi. Seakan-akan di depan masjid dipajang tulisan
“Masjid hanya untuk 60tahun ke atas, yang belum tua gak usah ke masjid”
“Baca Al-Qur’an Koloooooooooooot”
“Masyaallah.”

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah swt.
Sekali lagi, sejauh ini setan dan Yahudi sukses menjebak kita, dengan banyak kesenangan, sehingga kita terlena dan lemah. Dengan ini saya mengajak hadirin dan teman-teman sekalian untuk bangkit menjadi generasi yang kuat dan hebat.
Nah, masalahnya sekarang,  gimana caranya menjadi generasi yang hebat dan kuat?
Jawabannya tak lain adalah kembali mempelajari dan terus mempelajari Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Sesungguhnya generasi emas Khulafaurrasyidin bisa  mengguncang dunia karena mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai jalan hidup. Jelas dalam Al-Qur’an dikatakan:
المّ.ذلِكَ اْلِكتَابُ لَا رَيْبَ فِيْهِ.هُدًى لِّلْمُتَّقِيْن.
Wahai manusia. Sungguh Al-Qur’an adalah petunjuk tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya.
Tanpa ragu mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai jalan hidup kita, bukan yang lain.
“Al-Qur’an adalah jalan hidupku, Al-Qur’an adalah jalan hidup kita”
Terlebih Rasulullah saw bersabda :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْانَ وَعَلَّمَهُ
Manusia terbaik adalah pembelajar Al-Qur’an dan pengajarnya.
Subhanallah begitu hebatnya seorang pembelajar Al-Qur’an dan pengajarnya. Pertanyaannya mengapa kita malas bahkan malu mempelajari Al-Qur’an?. Semoga Allah swt segera menyembuhkan penyakit-penyakit hati kita. Amin.
Hadirin sekalian yang dirahmati Allah swt, mari kita bacakan surat Al-Fatihah semoga kita terus dberikan kekuatan untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh, sehingga Al-Qur’an menjadi jalan hidup kita semua.
“Al-Fatihah”
Sebelum menutup pidato ini saya ingin menyanyikan sebait lagu semoga kita sebagai anak-anak muslim terus bersemangat dalam menuntut ilmu.

“Dimana dicari pemuda kahfi”
“Terasing demi kebenaran hakiki”
“Dimana jiwa pasukan badar berani”
“Menoreh nama mulia perkasa abadi””Ugh!”   2x

Takbiir, Allahu Akbar!3X
Demikian pidato saya, mohon maaf atas segala kekurangan.
Wabillahittawfiiq Walhidayah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.




al-'assoy = as-syay

Al-Assoy = As-Say –العصيّ = السّيّ
Alhamdulillah momen itu datang lagi. Momen yang insyaallah  membuat seorang semakin mendekati kematangannya sebagai orang dewasa. Ya, adu argumen dengan anak-anak cerdas 91. Buang rasa malu, kendalikan emosi agar bisa terus berpikir jernih. Semoga kita semua disini dapat belajar dari apapun dan siapapun.
Awalnya
Al-Assoy (baca : Al-‘Assoy) menurutku berakar dari kata عصى – يعصي – معصية sehingga perlu kuluruskan bahwa maknanya kurang baik jika terus digunakan. Nah, kita kumpul di sini tuk diskusikan 2 kata tersebut.
Yang pertama pengertian Al-Assoy.
Yang kedua pemahaman games Islami.
1.     Pengertian Al-Assoy
Al-Assoy (baca : Al-‘Assoy) menurutku berakar dari kata عصى – يعصي – معصية sehingga perlu kuluruskan bahwa maknanya kurang baik jika terus digunakan. Penggunaan ((ال dalam Al-Assoy memastikan kata ini merujuk pada makrifat dalam bahasa Arab. Sehingga jika dicoba untuk menerjemahkan, sangat tepat terjemah Arab ke Indonesia. Belum terpikirkan oleh mereka sebagian kecil bangsa  Spanyol  dan Prancis juga menggunakan (Al) yang ditulis (El).
“Kita menulis Al-Assoy tanpa huruf (H) bapak, jadi tidak dapat diterjemahkan sebagai maksiat”
Dengan santun mereka sampaikan argument mereka tentang pengambilan kata tersebut sebagai nama Bani (komunitas/kaum)  mereka. Sangat positif, dengan begitu mereka menghindari penggunaan kata “geng” dengan konotasi negatif dan justru mengadopsi kata Arab بنيّ semoga lebih mengakrabkan mereka dengan bahasa Arab. Amin.


“Jika tanpa huruf (H) sebagai transliterasi huruf ص maka tak a da pilihan huruf lain selain huruf س ,sehingga tak lagi dibaca Al-‘Assoy tetap Al-Assay. Nah disini menunjukkan ketidakkonsistenan kalian dalam memilih kata sesuai dengan kaidah.”
Bantahku.
“kita tidak sejauh itu bapak, wong kita belum ngerti kok,hehehe” “Waktu itu yang terpikirkan adalah bagaimana komunitas ini Asoy, geboy pokoke assik”,
tambah seorang dari mereka.
“So, kalo bunyinya sudah begini kira-kira artinya apa ya?, maksud saya membahas ini adalah memperkaya wawasan kebahasaan kalian.”,
tantangku kembali.
“teh pak, iya kan?”
“mantap, Alhamdulillah masih ada yang ingat kosa kata yang satu itu. So kesimpulan bahasan yang pertama, kalian akan tetap gunakan kata “Al-Assoy” dengan makna “As-Say”  lebih tepat “Asy-Syay” yang paling dekat terjemahnya adalah teh. Teh itu bisa manis menyegarkan, pahitpun akan menjadi obat. Jika salah maknanya segera setelah ini kita lihat kamus. Subhanallah.”

2.     Pemahaman Games Islami

Berdasarkan salah satu makna hadits bahwa
 “menyentuh babi lebih baik dari pada menyentuh wanita budak hitam yang bukan mahram”
 Inilah yang membuat saya semakin semangat ajak kalian diskusi.  Sebagai gambaran mereka mengadakan games “blind man” mereka akan menyentuh bagian kepala atau bahkan wajah laki-laki atau perempuan dan menebak siapa yang disentuhnya.




 Terlebih ada hadits lagi :
من رأ منكم منكرا فليغيّره بيده وإن لم يستطع فبلسانه, وإن لم يستطع فبقلبه وهو أضعف الإيمان

Seorang yang melihat kemunkaran hendaklah ia rubah dengan kekuasaan, jika tak mampu dengan ucapan, jika tidak juga mampu dengan hati. Dan yang terakhir adalah selemah-lemahnya iman. Masyaallah.
Maka alternatifnya yang pastinya halal adalah target sentuh perempuan adalah perempuan bukan sebaliknya.
“Gak seru dong pak”,salah seorang pun mulai berkomentar.
“Nah kalo seru gak seru, ini sudah jadi nafsu yang bicara”
“kita sudah pada dewasa kok, paham batasan-batasannya, sesama saudara gak pake nafsu ”
bantah mereka.
“Nah, ini yang menarik. Bagaimana kemudian kalian buktikan,  media sentuhan dalam games meski bukan mahram dapat menguatkan persaudaraan, bukan malah merangsang nafsu. Sementara beberapa kasus di luar sana seorang sahabat laki2 bisa menghamili sahabat perempuannya sendiri. Karena setiap manusia memiliki nafsu khususnya laki-laki terhadap perempuan, sehingga pantas dibuat batasan-batasan. Minimal tidak terlalu tersiksa dengan dampak memulai sentuhan berupa momogi (candu mau lagi mau lagi)  Semua berawal dari sentuhan yang kita anggap sepele”.
“Mungkin gak kita bahas ini tanpa kaitkan Al-Qur’an dan hadits?”,
“kan kita muslim?”. tambahku


Jadi sebenarnya saya masih sangat tidak setuju dengan games tersebut berlandaskan makna hadits di atas.”
Tantangku
“Masyaallah sudah demikian kacau pemahaman mereka tentang pergaulan. Apa memang sudah waktunya yang demikian dianggap wajar?,Tanya kenapa?”,tanyaku dalam hati.
“Adapun begitu banyak yang melakukan games2 yang cukup melanggar batas itu karena penafian mereka tentang Islam dan batasan-batasannya. Sehingga anggapan atau argumentasi games ini bisa jadi halal karena banyak sekali yang melakukan adalah suatu kesalahpahaman yang bisa jadi belum kamu pahami apalagi terima. Tentang  ghazwul fikri kaitannya dengan opini publik”
Tambahku.
“selain kita, ada beberapa geng lagi yang sebenarnya lebih pantas dikomentari dengan nama dan segala prilaku negatifannya lagi pak.”
“oh, iya, jika banyak waktu pasti akan saya ajak bicara. Petimbangannya adalah, mereka tak sematang kalian yang insyaallah mudah diajak diskusi seperti ini. Pendekatannya akan berbeda.”
Mereka masih tidak puas dengan jawabanku. Maklum namanya juga anak-anak. Di usia mereka, banyak yang merasa dewasa padahal belum memenuhi indikator dewasa. Silahkan “indikator orang2 dewasa” di cari sebagai PR para pembaca tulisan ini. Hehehe.
Menyadari diskusi ini tidak akan tuntas hanya dalam setengah jam, maka segera kusimpulkan termin kedua ini. Segera akan kita bahas pula tetang suau komunitas yang laki-lakinya tidak berhasrat/bernafsu jika dekat dengan teman perempuannya.
“Nah loh,kok bisa?”
“Bisa lah kalo diusahakan,hehehe,kira2 apa saja factor yang dapat membuat mereka bisa tidak berhasrat/nafsu kepada teman perempuannya?”
Insyaallah mereka akan menjawab pertanyaan2 kita.
Semoga bisa difollowup.
“Mari berdoa, semoga kita dapat menjadi hamba-Nya yang soleh,amiiin”
“Al-fatihah”

(Luthfimulyadi,Jum’at,06Desember2013)

Minggu, 01 Desember 2013

beauty&thebeast

Beauty & The Beast


Orang cerdas seharusnya memilih bibit, bebet & bobot pasangannya. Sehingga tidak menjadi pasangan beauty &the beast. Beauty seutuhnya dan handsome seutuhnya adalah pasangan ideal guna mencetak generasi unggul. Beauty dan handsome, akhlaqnya ,fisik, intelektual, ekonomi, spiritual, mental, emosi. Film b&b beda lahir karena kerinduan pada karakter mulia lelaki meskipun buruk rupa.

Fenomena Kini

Beauty & the beast, adalah seorang lelaki yang buruk akhlaknya sukses merebut kehormatan perempuan-perempuan yang cantik dan baik. Lebih-lebih seorang buruk rupa & perangai telah banyak sukses merebut mahkota-mahkota calon-calon anak-anak solehah harapan orangtua & bangsa tentunya.

Strategi  sentuh, raba, cium  berarti sayang,  dan demi cinta seharusnya perempuan rela berkorban masih menjadi andalannya. 
Gaul  adalah berani bergaul & digauli. Santai, santai, santai dan nikmati hidup ini yang penting tidak merugikan orang lain adalah pemahaman yang keliru yang terus dihembuskan oleh musik-musik menyesatkan Pemahaman pemahaman seperti ini jelas berlawanan dengan sikap serius dan kerja keras yang diajarkan oleh founding father kita.

Saat Cowok Bandel Menjadi Pilihan

Sekali lagi Strategi  di atas telah banyak memakan korban. Demi  kebebasan anak-anak perempuan lebih memilih teman-temannya  yang relatif bandel. 

Definisi bandel memang masih bisa kita perdebatkan, tetapi tetap ketika anak-anak ini terus dibela tanpa mendapat pendidikan khususnya sanksi yang tepat, anak-anak yang baik akan menjadi korban.
“Sebab nila setitik rusak susu sebelanga”

 Agaknya masih ungkapan di atas cukup relevan dan membuat pertimbangan menyikapi dua model anak yang berbeda ini. Penanganan anak bermasalah dan pengayaan bagi anak cerdas/berprestasi dengan segala tekniknya.

Setelah usaha dan kerja keras kita dalam mendidik pantaslah kita tawakkal pada Allah swt apapun hasilnya,  jika memang pada akhirnya tetap akan ada positif dan negatif, pertempuran abadi antara hak dan batil hingga hari kiamat. (21/11/13)


lagu1muharram al-bayyinah

Lagu 1Muharram Al-Bayyinah
Dinyanyikan dengan nada “anak gembala”

Kami  adalah
Santri albayyinah
Tak pernah lelah
Untuk  sedekah

Bulan  Muharrom
Ayo semangat
Luruskan niat
Tingkatkan taat

Ayo tobat, ayo taat
Ayo tobat, ayo kita solat 2x

Sedekah banyak  joss!


Masih Kaku Aja!

Gak Kaku = Gak Malu

Saat ramai-ramai membaca surat Ar-Rahman dan Al-Waqi’ah, ada saja oknum-oknum yang berkeliaran di kantin untuk ngobrol-ngobrol. Wajarlah karena tidak lebih dari4guru yang menanganinya dan ratusan anak yang tidak ditempatkan dengan cukup nyaman karena kurang koordinasi.
“Nah, kebetulan kamu ada disini”,segera kutegur dia, khawatir jika ditunda akan lupa tuk proses ini. Alhamdulillah kutemukan kembali energi sebagai pendidik setelah mengikuti pembinaan kemarin. Sangat jelas diatur oleh banyak kementerian di Indonesia tentang guru. Salah satunya adalah guru sebagai pendidik. Ya, pendidik bukan hanya pengajar.
“Kenapa pak?”
“Kira-kira kenapa ya”?,desak dia untuk berpikir.
“gak ada apa2 pak”sambil terus terlihat berpikir. Cukup lama ia seperti itu. Wajarlah karena banyak teman-teman yang mengganggu konsentrasinya, positif thingkigku.
“oh, yang kemarin itu?, kan dah selesai pak?”
“ada lagi neh, yuk inget-inget” kembali aku latih dia introspeksi.
“wah, aku gak inget lagi pak”,terlihat putus asa untuk mengingat kembali.
“ok, aku kasih tau deh. Ini tentang komen kamu  ke teman kamu yang rangkul pacarnya dari belakang di FB”
“Oh, itu.emang kenapa pak?”,masih belum merasa bahwa komennya salah.
“kamu komen (masih kaku) kan?”
“iya pak, emang kenapa?, kelas 9 banyak kok pak yang komen” masih terus berkelit.
“Pak cepetan dong, kita mau jalan lagi nih!” Menyusul teman-temannya membantu untuk kabur dariku tanpa mengindahkan kesopanan/etika.
“kalo mau jalan, jalan aja, kan kalian tau saya lagi ada perlu sama Nisa”
“Abis lama banget sih”,suasana makin panas. Mereka tanpa sadar memancing emosiku.
“yang bikin lama itu kalian, kalo kalian bantu jawab dengan jujur pastinya lebih cepat”
“Tapi, kenapa Cuma kita yang dipermasalahkan?”
“karena sementara ini kamu yang terbukti melakukannya. Coba kamu lihat Polisi, apakah semua orang mampu ia tilang?, kan enggak karena kemampuannya terbatas,meski banyak yang melanggar”
“Ok, sekarang kita mulai lagi, maksud kamu kaku apa dalam komen?. ”susulku
“kaku itu malu-malu pak”
“bagus, kalo gini kan enak, artinya kamu bisa kerja sama dengan baik. Lawan dari kaku apa?” tanyaku kembali.
“gak kaku pak”
“jadi kalo kaku malu-malu, gak kaku….?”
“gak malu pak”
“malu suatu yang positif gak dalam pacaran?”, mereka terlihat silang pendapat. Yang sudah terbiasa bergaul bebas menganggap malu adalah suatu yang negative. Seharusnya pacaran gak usah kaku sehingga bisa seperti orang dewasa, gak kaku rangkul, peluk, cium dll.
“Ok, saya luruskan, kaku/malu adalah suatu yang posistif dalam pacaran,itu tanda adanya iman dalam diri/hati  kita. Tidak kaku berarti tidak malu menandakan tidak adanya iman”, mereka tampak tidak sepaham denganku.biarlah yang penting aku sudah meluruskan, semoga Allah segera memberi mereka hidayah.
“Nah, paham kan sekarang?”
“Paham pak”,masih terlihat aneh dengan penjelasanku. Wajar karena pendidikan yang didapat di lingkungan rumah khususnya televise tidak demikian.
“Pak, cepetan dong, kita mau ngaji nih”kembali mereka merengek
“sebenarnya kita disini ngaji ipeh”
“ngobrol kok ngaji pak?”
“nanti kita sambung lagi deh, kamu belum paham tentang yang ini”
kuputuskan mengakhiri pembicaraan khawatir mereka terlalu bosan
(luthfimulyadi,15/11/13 – 08.00)