Sabtu, 12 September 2015

Izza dan Mimpi Renang di Ciater




Pagi itu seperti biasa sulit dibangunkan meski telah duduk di kelas dua kini. Seringkali ayah terpaksa mengangkatnya ke kamar mandi. Tak jarangpula ia menangis marah karena terusik kelelapan tidurnya.

Di kamar mandi iapun memulai pembicaraan dengan ayahnya. Ayah biasa memaksa Izza tuk mandi dengan air dingin setiap hari (bukan air hangat). Tanpa menunggu lama ayah segera mengguyurkan air ke badan Izza meski menggigil kedinginan.

“ayah sih, aku kan lagi enak-enak mimpi berenang di Ciater?”

Keluhnya. Ayahnyapun segera menimpali senang dengan interaksi anaknya. Bagi ayah komunikasi seperti inilah yang banyak diharapkan. Lebih jauh ayah ingin mengembangkan proses berpikir anaknya lewat beberapa pertanyaan dalam dialog singkat.

“Emang kamu dah pernah ke sana?”

Izza tak langsung menjawab. Entah apa yang dipikirkannya. Bisa jadi lupa kapan ia pernah pergi ke sana.
“ke Ciater itu gak enak, apalagi sekarang musim kemarau,udara panas di mana-mana. Masa udah panas berenang air panas?”

Ayahnya segera mencounter rencana Izza minta di ajak ke sana. Ayah memang biasa mengcouter rencana-rencana kreatif anaknya karena keterbatasan dana.hehehe.

“nah,sekarang kan dingin yah, masih pagi,kok ayah mandiin Izza pake air dingin?”
“????????????????????????”

Di luar dugaan, Izza memancing ayahnya tuk bicara tentang cuaca panas dimana-mana,air panas Ciater,ketidaknyamanan mandi air panas saat udara panas dan endingnya menyerang ayah dengan pernyataannya sendiri.

“Subhanallah,Alhamdulillah. Semoga Izza jadi anak yang solehah, pandai dan pintar dengan argumentasi-argumentasi logisnya. Amin.

Senin, 03 Agustus 2015

back to 2211mdpl with hasbie


Bismillahirrahmanirrahim.Memulai kembali berbagi cerita lewat tulisan. Semoga menginspirasi, hingga menjadi bakti pada Ilahi. Entah kenapa sulit sekali mengisi Juli2015. Setelah terlena, mari segera bangkit kembali.

Awal Ramadhan KBM tak berjalan dengan maksimal. Suatu tradisi yang harus segera diperbaiki. Ketika hampir semua seperti belum dapat dimaksimalkan, Hasbie dkk menghampiri kembali meminta aku bercerita tentang pendakian gunung. Sebagai pendaki senang sekali menginspirasi agar kelak ada penerus generasi.

Diskusi panjang lebar, inspirasiku berangkat survey ke Cimelati. Salak selalu di hati dengan variasi track dan jalurnya. Akan lebih sempurna ceritaku nanti jika dapat menyempurnakan ajak anak-anak mencapai puncak manik 2211mdpl dari jalur ini.

Jika ke gunung lain mungkin tidak akan aku antar sebab cost yang tinggi tak terjangkau kocek anak-anak dan waktu yang cukup lama. Sempat terlintas dalam pikiran Ciremai, Papandayan dan Gede. Tetap sekali lagi pertimbangan cost dan jarak tempuh.

27 Juli 2015Tibalah waktu masuk kembali ke sekolah Hasbie dkk segera menyerbu. Mereka membombardir dengan banyak pertanyaan. Kembali kita lakukan briefing. Kita agendakan setiap hari untuk briefing agar anak-anak semakin siap.

Sampai pada H-2 seorangtua siswa mempertanyakan surat yang bermasalah secara administratif.Segera kukonfirmasi dengan Pak Amin sebagai wakamad bidang kesiswaan. Idealnya memang setiap kegiatan diketahui olehnya. 

Setelah diskusi Pak Amin dengan bijaknya memberi solusi. Dibuatnya format izin kegiatan yang harus ditandatangani oleh setiap orangtua peserta, yang menerangkan kegiatan tersebut atas keinginan anak-anak dan bukan atas nama MTs.N1 meski pesertanya mayoritas siswa MTs.N1.

Sore itu segera kita bergerak ke basecamp rumah Hasbie  di Cipete untuk kembali melakukan briefing. Setelah panjang lebar memastikan keseriusan anak-anak, Om Haris sebagai orangtua Hasbie pun menandatanganinya.

Tak lama selepas maghrib, segera kita bergerak ke rumah Raihan,Nizam,Royyan, Fairus hingga pukul 21.30. Adapun Rifqy,Ihsan dan Harry membawa pulang surat tersebut karena waktu yang tidak memungkinkan.

"Anak-anak mari kita apresiasi usaha yang telah kita lakukan untuk suatu keinginan. Mari belajar mengapresiasi-menghargai usaha banyak pihak yang telah melancarkan keinginan kita bersama. Mari belajar bekorban. Beberapa keinginan  dan tujuan pasti tidak akan didapat dengan mudahnya jika kita tidak memperjuangkannya".

Pantang untukku untuk mundur jika telah memulainya. Jika telah kita mulai mari kita selesaikan dengan indah. Bagiku kegiatan ini memberi ruang untuk anak-anak yang dikenal nakal untuk belajar dan mengenal jatidirinya dengan alam sebagai medianya. Gerakan Pramuka awalnya adalah refleksi Baden Powwel tehadap keadaan para pemuda yang banyak terlibat tindak kekerasan pada masanya.

Bagiku mereka harus membuktikan  eksistensi mereka sebagai anak-anak yang kreatif. Jika bukan bintang kelas bisa jadi mereka adalah bintang lapangan dan alam  tanpa kasihan mendidik mereka untuk bersikap tegar. Kedinginan, kelaparan,kehujanan,letih dan lemah saat pendakian dan turun tidak boleh membuat mereka berhenti untuk melangkah.

Kegiatan ini  adalah kesempatan untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi tentang  pergaulan mereka. Hasilnya menuntutku berpikir bagaimana mensikapinya.

Suatu saat anak-anak perempuanku beranjak remaja dan dewasa Izza dan Aisyah, tergambar apa yang dipikirkan oleh teman laki-lakinya.

Jika aku belum merasakan serunya bersahabat saat SMP lewat suatu kegiatan pendakian,maka kali ini aku merasakannya.

Sampailah pada hari yang telah ditentukan, Jum'at 31 Juli  2015. Setelah banyak proses yang dilalui.Basecamp rakha vs hasbie, gede vs salak, sewa mobil/kereta/atau bus?. 

Berangkatlah kita diantar oleh Om Haris ayahnya Hasbie. Malam itu hujan besar mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Angin puting beliung di Sukabumi dan berita hilangnya pendaki di gunung Prau tidak menghentikan langkah kita.

Mobil kijang tahun 90-an antar kita ber-10 ke Koramil Cicurug. Setelah beberapa kali berhenti di Indomaret dan Alfamart, tak satupun yang menjual jas hujan tipis yang sesuai dengan kocek anak-anak, kita siap hujan-hujanan saat mendaki. Bolo-bolo pemberian mama Raihan buat kami tidur terlelap dengan perut terisi  di Musholla Koramil.

"Tks ya mama Raihan!"

Nasi dan ayam bolo-bolo begitu diperlukan pendaki yang mengeluarkan banyak energi. Anak-anak begitu bahagia malam hari itu. Bahagia sekali melihat kebahagiaan mereka. Alhamdulillah. Terimakasih Ya Allah Maha Pemberi Kebahagiaan.

Pagi menjelang. Sabtu 1 Agustus 2015 pukul 06.00.Segera meluncur ke pos izin pendakian di Pasawahan. Sebelumnya kusempatkan mereka makan bubur karena nasi dan lauk tak terbeli karena belum ada warteg atau warung makan yang buka sepagi ini.

Gagahnya gunung Salak dengan puncak-puncaknya menantang kita di sana. Pukul 08.00,Tak lama bertemu Kang Tedy (Guide) segera kita repacking, berdoa,peregangan Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah mengisi air di penampungan secukupnya untuk sampai ke pos3, kita disuguhi hutan pinus yang indah dan segar sekali udaranya. Menuju pos 1 dari hutan pinus kita mengambil arah kiri jalan setapak. 

Di area awal ini yang sebenarnya cukup membingungkan.Beberapa warga yang berburu menggunakan sepeda motor meninggalkan jejak di sana-sini. Sekali lagi pertigaan membingungkan kita. Kita mengambil arah kiri menuju punggungan. Arah lurus ke depan lalu ke kanan akan mengantarka kita ke air terjun yang bersumber dari pos3.

 Masih otw pos 1 di jalan setapak kita akan jumpai genangan-gengan  air yang keluar dari paralon yang terhubung dengan sumber air di pos. Di sini beberapa anak terpeleset dan tercebur kakinya menambah seru perjalanan.

Lampaui pos1, 2 dan3 yang menghabiskan waktu 3jam perjalanan, kita cukup lama istirahat di pos 3. Mengisi kembali perut-perut yang lapar dan energi yang terkuras. Pendaki dari tangerang berbaik hati memberikan kita kopi.Alhamdlillah, mantab. Tks Bro. 

Jam menunjukkan pukul 11.00 wib, kita melanjutkan perjalanan menuju pos 4 dengan jarak tempuh terjauh. Perlu dua jam mencapainya. Kesulitan medanpun bertambah.Bacin (batu licin) bukan batu cincin, acin (akar licin), bahkan bakar (batu+akar).  

Pukul 13.00 sampai di pos 4. Berturut turut kita geber lagi lampaui pos5 dan 6 karena tidak ingin kemalaman sampai puncak. Genap 8jam lama perjalanan mencapai puncak Manik Salak1. Alhamdulillah, pukul 16.00 kami dapat mencapai 2211mdpl. 

Sujud syukur lalu ziarah ke makam Mbah Salak, seorang da'i  penyebar ajaran Islam pada masanya. Sedih sekali melihat keadaan makamnya yang kurang terurus, bahkan batu nisan hancur berantakan. Warga terus mencari siapa pelakunya. Tega-teganya menghancurkan makam tokoh pemuka agama  Islam.

8jam sebagai pemula adalah sangat wajar.Hasbie, Nizam,Raihan,Fairus,Royyan,Rifqy,Harry,Ihsan, Om Haris and me.Kami sangat menikmati perjalanannya. 

Sampai di puncak anak-anak segera mengambil gambar dan bersenang-senang. Pikirku jika mereka sudah dapat mencapai  puncak Salak1 Insyaallah akan lebih mudah  juga mencapai puncak-puncak gunung yang lain.

Gunung salak memang tidak begitu tinggi, tapi variasi track yang berat cukup mewakili gunung-gunung lain. Tak heran banyak organisasi pecinta alam yang berlatih mounteneering di sini karena lebatnya hutan gunung salak yang sering membuat para pendaki tersesat dan hilang. 

Berbeda dengan gunung-gunung jawa tengah dengan medan terbuka. Pos demi pos  bahkan puncak dapat terlihat jelas oleh pendaki meski ketinggiannya di atas 3000mdpl  kecuali sedang tertutup kabut.

Sore itu anak-anak harus segera diingatkan untuk berbagi tugas dirikan tenda,memasak dan merapihkan yang lainnya. Alhamdulillah mereka cukup dapat bekerjasama. Pukul 17.00 puncak segera tertutup kabut dan hujan ringan. Untung semua telah berada di dalam tenda.

Salat Asar dan Zuhur, Makan lalu istirahat. Sore itu Royyan terlihat lemas sekali. Energinya terkuas habis. Untunglah ia dapat istirahat dengan baik dan makan yang cukup. Jika tidak akan semakin lemah ia saat turun nanti.

Pukul 18.00.Hari semakin gelap.  Senter mulai dinyalakan. Udara semakin dingin.Menggigil aku di dalam sini besama royyan dan Om Haris.Hampir semua peserta sudah masuk ke dalam tenda. Hujan semakin deras. Terasa rembesan air mengalir di bawah sleepingbag karena anak-anak tidak cukup membawa matras. 

Segera kuambil jas hujan, lalu keluar untuk melihat keadaan di luar. Limpahan air mengalir dari dataran yang lebih tinggi. Aku tidak ingin tidurku tidak nyenyak malam ini, dan bedampak pada kesehatan yang terganggu.

Dengan menggunakan pisau panjang Raihan kupaksakan membuat parit yang belum sempurna. Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Rembesan airnya berkurang.

  Full Moon

Pukul 23.00 wib. Hujan telah berhenti. Tinggal butiran-butiran kabut yang tersisa.Malam ini memang bukan tanggal 15 Syawwal, akan tetapi bulan terlihat masih cukup bulat di timur sana. 

Ia seakan sedang bermain "cilukba" dengan kita dengan berkali-kali menyembunyikan wajahnya di balik awan. Limpahan cahayanya menerangi langkah kecil kita di puncak sehingga tidak memerlukan senter. Subhanallah indahnya.

Back to 2211 mdpl terasa semakin indah,dengan siswa kelas9mtsn1 yang mencapai puncak.Sebelumnya aku baru berhasil membawa siswa kelas 8 dan 9 ke kawah ratu gunung salak yang relatif mudah, dan membawa 2alumni ke puncak salak2 2180mdpl. 

Pagi menjelang. Pukul 05.00 setelah ingatkan anak-anak tuk salat subuh, kita keluar menunggu sunrise. Moment yang di buru oleh ribuan pendaki gunung manapun di dunia. Kamipun mengambil gambar sepuaspuasnya hingga pukul 07.00. Tidak boleh berlama-lama karena perjalanan masih jauh.



Beres-beres,packing dan makan. Pukul 08.30. Kita siap berdoa untuk turun. Bismillahirrahmanirrahim.

Lampaui pos6,pos5,pos4. Hampir semua merasakan dahsyatnya bacin,acin dan bakar lalu terpeleset. Gelak tawapun membahana.Tak jarang mereka yang terjatuh kembali membuat temannya terjatuh karena posisi yang saling berdekatan. Serunya mendaki dengan mereka cukup mengobatiku yang belum mempunyai anak laki-laki.

Pos3 yang tak kunjung terlihat. Jarak tempuh terjauh Pos 4-3.Track Ekstrem Bacin (batu licin),Acin (Akar licin) Harry mendapat 2 oleh-oleh pulang dari sini  pacet pos2 dan tato akar di tulang iganya. 

The last Three. Hasbie, Boyan and Me.

Harus diakui bahwa kondisi fisik kita yang berbeda-beda Makanya dalam pendakian kita harus saling mengisi kekurangan. Terlebih jika bergadang di malam harinya. Kesalahan para pendaki yang sering dilakukan adalah membiarkan dirinya berlama-lama bergadang di malam hari, padahal keesokannya kekuatan fisiknya kembali dikuras oleh medan. 

. Teh manis,madu dan roti di pos3.

Kuputuskan tuk memasak air tuk sedu teh manis di pos 3 meski hari telah siang demi kesiapan fisik meneruskan perjalanan yang belum selesai. Kondisiku, Royyan dan Hasbie tanpa malu harus diakui mungkin yan terlemah saat itu. Memaksakan terus turun tanpa tambahan energi adalah bunuh diri.

Seorang pendaki harus cerdas mensikapi hal itu meski telah berkali-kali mendaki, hal itu bisa saja terjadi karena asupan gizi yang kurang. Biangnya adalah kita yang bergadang dan belum sempat mengisi perut dengan baik (makan nasi) saat pagi hari sebelum turun.

Harry The Trashbager

Sebelum sampai pos3 kondisi kita ber3 sudah cukup lemah. Alhamdulillah, Harry dan Ichan bantu aku yang hampir menyerah temukan pos3. Salut buat mereka yang rela kembali mendaki menjemputku di jalur antara pos 4-3. Sekali lagi salut, mungkin aku belum bisa seperti itu.

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu kita harus saling mengisi. Salut buat  boyan dan hasbie yang selalu bangun meski sering terjatuh. Gambaran perjuangan seorang laki-laki menghadapi kehidupan nyata kelak ia dewasa.

Lampaui  pos3,pos2,pos1,sampailah kita di pos perizinan meski terseok-seok pukul 15.00 wib .Alhamdulillah. Terimakasih Ya Allah Maha Pemberi Keselamatan. Mari makin dekat dengan-Nya anak-anak, agar kehidupan kita makin dipermudah oleh-Nya.

Terakhir, terimakasih buat semua yang telah membantu terlaksananya pendakian ini dengan selamat. Suatu moment indah ayah dan anaknya yang lama hendak di realisaikan akhirnya terlaksana. Terimakasih Om haris. Semoga Simbiosis mutualisme ini dapat kembali kita rasakan.Amin



Jumat, 12 Juni 2015

bang rese' & mbak sexy

Bang Rese’ dan Mbak Sexy


Sore itu bang Rese’ sedang makan siomay di  pinggir taman bermain. Sejuk sekali udara di sana. Maklum lah ruang hijau di Jakarta sebagai sarana pelepas penat semakin langka.

Tiba-tiba datanglah seorang perempuan muda sexy dengan kaos ketat dan celana pendek ketat pula hendak membeli siomay. Bang Rese’ emang bukan mantan napi yang suka narkoba dan suka mabok. Masalahnya  bang Rese’ adalah mantan playboy cap kapak yang gampang bgt suka sama cewek sexy,hahay.

Sebagai mantan playboy cap kapak bang Rese’ merubah bahasa tubuhnya. Perut yang buncit ditarik kedlama dengan menahan nafas sehingga terlihat kempis. Pandangan mata yang katanya dulu seperti mata elang Nicholas Saputra mulai dilayangkan.

Iapun mulai mencuri-curi pandang ke perempuan tersebut. Satpam di pos sampai menghampiri ingin juga menggoda. Berpura-pura ia bersiul-siul lalu dialihkan ke atas pohon sehingga terlihat sedang bersiul pada burung.

“goes ya mbak?, dah sampe mana?”

Kalimat itu tidak kunjung terucap dari mulut bang Rese’, entah apa yang menahannya.

“bego loh, kenapa gak minta nomor pin-nya?”

segera terdengar percakapan dengan temannya sambil mengeluarkan smartphone yang harganya tidak kurang dari 4jutaan.

“Hahay…”

Bang Rese’ lemas membandingkan handphonenya yang seharga 300ribuan dengan hp mbak sexy. Om om berperut buncit meski penampilan tak menarik tapi duitnyapun buncit, tidak dengan bang Rese’,perut buncit kere lagi,hehehe. Semakin tak pede ia tuk menggoda mbak sexy.

Teringat anak istri, akhirnya ia pun bersyukur


“Alhamdulillah, untung gue kagak punya banyak duit, kalo punya,hahay…., na’udzubillah dah”

revolusi mental vs lagu dusta

Revolusi mental vs lagu dusta

Jangan bilang-bilang
Kita berduaan
Jangan bilang-bilang
Kita berpacaran
Jangan bilang-bilang nanti ketahuan
(dipopulerkan oleh Saeful Jamil)

Kutipan lagu di atas pasti salah karena penulis juga tidak hafal,hehehe. Pokoke lebih kurang begitu dah.
Pagi itu sebuah di sebuah markas polisi didatangi Inbox. Salahsatu program unggulan yang mengexpose revolusi mental di sebuah instasi besar Negara di republik ini. Show yell pun dimulai.
“jiwa sejati itu, pikiran bersih/jernih,ucapan tindakan santun,mengayomi,tindak tanduk yang menjadi contoh kebaikan…”
Indah sekali karakter-karakter yang  tedapat dalam yel tersebut. Masalahnya bagaimana kemudian jika polisi seperti dibuat candaan oleh para selebritis. Sepertinya mengurangi wibawa mereka,  jika benar-benar menginginkan revolusi mental.
Polisi memang harus mengayomi semua lapisan warga Negara Indonesia dalam kebhinekaannya, tapi sepertinya tidak menjadi masalah jika joged komando tetap menjadi acuan mereka dengan lagu-lagu yang kontennya tidak menjurus pada pelanggaran norma social. Sebut saja poco-poco, senam polisi, bahkan senam-senam dengan irama lagu-lagu daerah.
Kutipan lagu di atas, kontennya jelas menjurus pada pelanggaran norma sosial. Dinyanyikan oleh  pejabat tinggi POLRI duet dengan Saepul Jamil.Sekali lagi independensi polisi di uji ketika dihadapkan pada keharusan membawakan lagu dan jogged yang kurang substansial sebagai konsekwensi diliput oleh salah satu televisi swasta. Diekspose ok, dikerjain/dilecehkan jangan. Sukses terus dan maju terus Polisi Republik Indonesia.


Kamis, 28 Mei 2015

bang rese' dan aqua

"ada aqua?"

tak sadar bininya bang rese' bertanya pada penjual warung.

"hehehe,kayak di iklan aje pok?"

"eh, iya ya...hehe, korban iklan dong ane"

setelah mendapatkan air mineral paling top bgt tersebut segera ia mendekati suaminya dan berangkat pulang. Sebelum berangkat beberapa teguk air diminumnya.Air aqua dong,hhahay. Hari ini spesial Bang rese jemput istri dan anaknya sekaligus. di perjalanan istrinya bertanya 


"bang itu sandy sandoro penyanyi top itu kan?"

"hehehe,liat no nyang bener, sandy sandoro bukan?, ada aqua,hehehe"

kontan bang rese' menggoda istrinya yang salah melihat karena tidak fokus. Narji' sang komedian itu di lihatnya sebagai sandy sandoro, padahal baru beberapa detik saja ia meneguknya aqua. Ternyata air mineral yang katanya top itu tidak menjamin meningkatkan kosentrasi seperti di iklankan.

"Ah,abang,iye ane salah liat,jarang nonton tv sih,hehehe"

Ada aqua?
Au ah gelap!

Selasa, 19 Mei 2015

belajar ikhlas

Alhamdulillah. Hari ini luar biasa. Subhanallah. Sejak kemarin perasaan gundah itupun sirna.Padahal tiga hari yang lalu perasaan ini cukup menguras pikiran. Aku yang mungkin telah memaksakan kehendakku untuk membentuk remaja musholla untuk selalu berkomunikasi demi efektifitas segala hal. Khususnya menghadapi kegiatan besar yang penuh resiko seperti pendakian gunung. Betapa tidak menguras pikiran. Aku dengan segala aktifitas dari pagi hari dan pulang larut malam, belum juga mendapat konfirmasi apapun sejak seminggu yang lalu tentang kesiapan para peserta untuk kegiatan ini. Bahkan sampai saat ini. Detik ini aku belum menerima konformasi dari mereka.Tapi luar biasanya aku merasa lebih tenang dibanding 3 atau 4 hari yang lalu. Pikiranku penuh dengan harapan cuaca yang cerah minimal pagi hingga siang hari. Yang penting ada cerahnya. Sehingga di ketinggian itu kita tidak membeku dengan kehadiran sinar matahari. Matras, jas hujan, cracker, beras, telur, kupluk, sarung tangan, celana ideal, pasak yang belum lengkap, badai, spirtus, basecamp.dll. Gila. Menjadi panitia tunggal yang sering ku lakoni. Tanpa sekretaris. Tanpa asisten. Siapa yang mau peduli dengan kegiatan penuh peluh di luar sana dan tidak dibayar. Dibayar saja mungkin banyak yang tidak mau. Alhamdulillah perkembangan sampai saat ini aku cukup bisa mengalahkan egoku.
Satu persatu calon peserta konfirm mengundurkan diri dengan alasan yang bermacam-macam. Ini yang sebenarnya aku inginkan. Kejelasan. Keberanian para beberapa peserta yang belum dimiliki oleh Ihsan dkk.
At least aku telah buktikan bahwa aku serius dalam segala hal. Mudah-mudahan mereka bisa mencontohnya. Pelajaran lain yang ingin ku share  selain keberanian, komunikasi efektif, analisis analogis, kepada mereka adalah keseriusan. Jangan menganggap enteng hal-hal kecil yang bisa menjungkalkan kita sewaktu-waktu. Seperti ketiadaan jas hujan tatkala hujan di ketinggian lebih dari 2500 mdpl akan sangat menyiksa siapapun juga. Sekali lagi aku sangat bersyukur dapat merasa lebih tenang dan damai saat ini. Aku dapat berpikir positif dan tidak mengukur mereka dengan standar diriku Alhamdulillah. Allahummaj'alniy Syakuro Waj,alniy Shoburo Waj'alniy fi 'Aynayya Shoghiiro Waj'alniy Fi A'yuninnaasi Kabiiro. Wallahu A'lam Bisshowab

laskar jihad


Laskar Jihad
Oleh : Luthfi Mulyadi (2010)



Kata Jihad terulang dalam Al-Qur’an sebanyak empat puluh satu kali dengan berbagai bentuknya.  Menurut Ibnu Faris (w. 395 H) dalam bukunya Mu’jam Al-Maqayis fi Al-Lughah, “Semua kata yang terdiri dari huruf j-h-d , pada awalnya mengandung arti kesulitan atau kesukaran dan yang mirip dengannya.
Kata Jihad terambil dari kata jahd yang berarti “letih / sukar”. Jihad memang sulit dan menyebabkan keletihan. .Jihad juga mengandung arti “kemampuan “ yang menuntut sang mujahid mengeluarkan segala daya dan kemampuannya demi mencapai tujuan. Karena itu jihad adalah pengorbanan , dan dengan demikian sang mujahid  tidak menuntut atau mengambil, tetapi memberi semua yang dimilikinya. Ketika memberi dia tidak berhenti sebelum tujuannya tercapai atau yang dimilikinya habis.
Orang-orang munafik mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan mencela juga orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk disumbangkan  (kecuali sedikit) sebesar kemampuan mereka. Orang-orang munafik menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, bagi mereka siksa yang pedih.(QS.[9]:79)
Jihad merupakan aktifitas yang unik, menyeluruh dan tidak dapat dipersamakan dengan aktifitas lain – sekalipun aktifitas keagamaan. Tidak ada satu amalan keagamaan yang tidak disertai dengan jihad. Paling tidak, jihad diperlukan untuk menghambat rayuan nafsu yang selalau mengajak pada kedurhakaan dan pengabaian tuntunan agama. Tak pelak jihad adalah kebutuhan semua orang yang harus dilakukan demi mencapai tujuan tertentu.
Wahai  saudaraku, pastilah kita ingnin mencapai semua tujuan-tujuan kita, tapi sudahkah kita merasa letih untuk mensikapi secara maksimal hal-hal yang  banyak kita temukan di sekeliling kita, istri , anak, adik ,kakak, murid kita, yang pemilik Handphone dengan fitur kamera yang banyak disalahgunakan, musik / lagu-lagu yang tidak pernah berhenti terdengar dari mp3 anak-anak kita atau dari handphone mereka di sekolah , di jalan atau dirumah, games-games yang menyita banyak waktu sepulang sekolah hingga mereka terlelap dan bangun kembali, sepeda motor yang kita belikan, yang mengantar mereka ke bengkel-bengkel diskusi tidak sehat, mengantar mereka nongkrong di keremangan atau gelapnya pinggir jalan sambil minum-minuman keras dan main kartu yang meniscayakan perbuatan kriminal.
             Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kamu, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS.[9]:24)
Wahai saudaraku, sudahkah kita sebagai mujahid mengeluarkan segala daya dan kemampuannya demi kemaslahatan generasi mendatanng ?  Sudah waktunya kita memberi semua yang kita miliki dan  tidak berhenti sebelum tujuan kita  tercapai yaitu kemaslahatan untuk masyarakat banyak. Sudah saatnya para pendidik berpikir keras (jihad) mensikapi dengan bijak terhadap semua celah-celah pembodohan ini. Para pendidik tidak sepantasnya lagi dibodohi dan ditertawakan karena gagap teknologi oleh siwa-siswinya sendiri ketika mereka berhasil menyembunyikan download video porno mereka dari kita.
Mari kita semua menjadi menjadi Laskar Jihad dengan segala kemampuan kita demi bersihnya akal sehat dan hati kita serta demi mencerdaskan anak bangsa dan kedamaian dunia. Mari kita berbekal dengan sebanyak-banyaknya perbekalan (QS.[8]:60) karena petarungan antara hak dan batil  ini akan berlansung hingga hari akhir. Allahu Akbar

 

Tulisan ini adalah ajakan untuk kembali berjihad menurut kemampuan diri kita masing-masing sehingga kita letih karena telah memberikan yang kita miliki untuk kemaslahatan generasi setelah kita yang kita cintai.Laskar Perangi Narkoba, perangi kemalasan, kebodohan, cerdaskan anak bangsa bangsa