Minggu, 27 Oktober 2024

Tidak Boleh Lebih Dari Seujung Kuku

 Suatu ketika seorang suami berpesan pada Istrinya.Besok jangan hubungi aku selama satu hari.Sang istri bingung dibuatnya.

Sampailah saat yang telah dipesankan kepada istri.Ia menjumpai suaminya dalam kondisi lemah tak berdaya.Dokter memvonis umurnya tak lama lagi.

"Selamat istriku,kau mampu tak menghubungiku selama satu hari.Harapanku selanjutnya kau mampu tak menghubungiku lebih lama lagi.Suatu saat kita pasti berpisah.Bumi dan langit pasti akan hancur.Laut pasti surut.Mencinta tak boleh lebih dari seujung kuku.Kecil namun terus tumbuh.Haram mencinta melebihi cinta pada Allah dan Rasul-Nya yang akan menolong kita di akhirat nanti.Demikian suamimu memberi nasehat padamu agar mencintai Allah dan Rasul di atas segalanya

"

(Luthfi Mulyadi,Darul Quran Mulia, disarikan dari Tausiyah RAS FM)

Selasa, 15 Oktober 2024

BUKAN

Bukan

Bukan itu

Konsentrasilah  pada bidangmu

Linier pada ijazahmu

Bukan

Bukan itu

Kau ramaikan saja agendaku

Teruslah kau kejar standarku

Yang tiada pernah sampaikanmu 

Teruslah menengadah padaku

Teruslah tiada artinya kau untukku

Teruslah tiada pernah kau miliki waktu

Bukan

Bukan itu

Berapa jumlah bukumu?

Juara 3 miliki minimal 40 buku

Berapa jumlah jurnal nasional dan internasionalmu?

Kemana dan dimana studimu?

Bukan

Bukan itu

Tiada pernah kau sampai padaku

Jikalah kau korbankan lebih banyak waktu

Segera saja tambahkan anggaran kesehatanmu

Kelas-kelas itu pasti akan tambah gaduh

Bukan

Bukan itu

Hanya penggembira acaraku

Buat apa mengundang doktor jika begitu?

Bagaimana jika  suksesmu bukan suksesku

Bukan

Bukan itu

Bilakah tak harus seragam selalu

Bilakah ada nominasi lain yang dituju

Bukan

Bukan itu

Meski aku kamu kita semua mendamba berdiri tegak di atas panggung itu selalu



Kamis, 26 September 2024

Sampai Pada 27September2024

 Sampai pada

Lupa mengasah rasa digerus kerja

Sampai pada 

Tumpukan Lembar Keja Siswa menghiasi meja

Entah kapan sempat dikoreksi dianalisa

Sampai pada berminggu hasil ulanganpun menginap dilaci meja

Dibawa pulang ke rumah lalui puluhan kilometer dan kembali lagi hanya dipandang mata

Sampai pada

Kompetisi Guru Prestasi Indonesia koleksi ratusan sertifikat dan ratusan laporan kerja

Bagaimana jika suatu saat nanti ada tim yang langsung menilai kinerja

Atau ditambah nominasinya

Bagaimana jika buku solo atau antologi dinilai oleh penulis-penulis ternama

Kuantitas kurang agaknya

Bagaimana jika, nominasikan guru honorer di luar daerah sana

Yang tiada rutin berbulan-bulan menunggu untuk menerima haknya

Sampai pada

Mengakali sertifikasi versus harus mengembalikannya

Sampai pada 

Menulis jurnal ilmiah menjadi menjadi asa

Antologi puisi turun tahta

 (LuthfiMulyadi,Ruangguru,27/09/24, 11.32)

Minggu, 28 Juli 2024

Menunggu Rabu

Rabu menunggu Rabu

Kamis menunggu Rabu

Jumat menunggu Rabu

Sabtu menunggu dan berharap menjadi Rabu

Ahad menunggu Rabu

Senin berkhayal Rabu

Selasa berfantasi Rabu

Rabu menunggu sore Rabu

Tiada seindah keringat Rabu

Begitu singkat Rabu yang ditunggu

(luthfimulyadi,ruanggurumin5,29/07/24,08.47)



Selasa, 23 Juli 2024

Putih Cokelat

Surut air laut pagi hari ini

Hamparan karang-karang bolong dimasuki ikan, kepiting dan biota bahari

Hamparan karang-karang tajam tak nyaman dikaki

Dipisah oleh cekung jurang sempit gelap sepi ngeri

Air  masuk dan keluar dari arus bawah laut tiada sepi

Bak kolam yang dikuras lalu terisi lagi

Ibu pencari rumput laut siang bolong bertahun tiada produksi agar-agar terinovasi

Otak-otak dingin keras alot seukuran permen sugus bangga disuguhi 

Pemancing gadungan bermodal joran murah masker dan topi 

Nekat membakar tengkuk tanpa buff dengan sinar matahari

Para bayi cumi-cumi menghampiri

Jika ada bayi,maka ada induknya yang harus ditangkap,otak segera cari solusi

Beralih ke pasir pantai Barat Daya

Bungkusan plastik bening  terombang-ambing bercecer darah amis dan noda

Merusak canda tawa riang anak-anak yang bersuka cita

Ah,dasar manusia

Beralih ke gunung Aseupan di Tenggara

Hijau hamparan sawah mengelilinginya

Ombak pukul 17.00 menuju ujung senja

Pemancing akamsi tiada terlihat bersuka cita

Tiada ikan menyambar umpannya

Meski tlah melewati karang-karang tajam sekelilingnya

Pemancing gadungan tak peduli keras kepala

Ratusan kilometer yang terlewati harus diperjuangkan demi satu asa

Sensasi tiada yang menjualnya

Putih Cokelat butiran pasir pagi hari

Pasir putih itu ternyata ikan Kakaktua yang produksi

Atau kulit kerang yang keras yang saling beradu dihempas ombak lalu 

Allahu Akbar nikmat mana lagi yang kita dustai?

(luthfimulyadi,ruanggurumin5,23/07/24,12.08)



Maaf Tak Sempat

Maaf Ibu, tak sempat rutinku 

Tak sempat  rapihkan kasur

Tak sempat cuci baju

Tak sempat  bersihkan kamar

Tak sempat gantung baju setelah pakai

Tak sempat jaga barang dengan baik

Tak sempat cuci piring

Tak sempat jaga adik

Tak sempat mandikannya

Tak sempat  susul ia  larut malam

Tak sempat tidur tepat waktu

Tak sempat jaga kesehatanku

Tak sempat bangun malam

Tak sempat  tadarrus

Tak sempat muroja'ah hafalan

Tak sempat menyimak bacaan Al-Qur'an

Tak sempat berkata santun

Tak sempat memijat letih tubuhmu bekerja sepanjang hari

Tak sempat peluk cium pipimu

Tak sempat ucapkan tolong, maaf terimakasih dan sayang

Semoga sempat doakanmu

Ibu,aku sangat sibuk mengejar cita-cita,karier dan cinta

Ibu maafkan aku tak sempat

Ibu sempatkanlah layani aku

Ibu sempatkanlah yang tiada aku sempatkan

Ibu sempatkan

Sempatkan

(LuthfiMulyadi,RuangGuruMIN5,23/07/24,14.40)


Kamis, 20 Juni 2024

Menulis Untuk Menulis

 

Menulis Untuk Menulis

 

Tak peduli apapun siapapun

Aku menulis untuk menulis

Tak peduli ada tidak pembaca

Sadar kita bahwa hidayah

adalah hak Tuhan Alam Semesta

Tugas kita hanya menulis, tentang siapa yang akan membaca terserah hidayah Allah Maha Kuasa

Tiada mampu kita yang lemah

memaksa manusia membaca bahkan mencinta

Aku menulis untuk menulis

Otak, rasa dan tangan ini telah sepakat membentuk kata

membentuk kalimat dan paragraf mewakilkan suara jiwa

Tak peduli buku ini laku atau tidak terjual di sana

Aku akan tetap menulis suka cita

Era buku cetak memang sudah berlalu

digantikan digital segala

Namun buku tulisan kita tak pernah kadaluarsa

Sekali lagi biarkan saja

Jika Takdir indah anak cucu akan bangga membacanya

Ya,semoga menjadi inspirasi yang mengalirkan pahala

Bagi kita semua di alam kubur kelak terhindar siksa

Bahkan penciptaan seekor nyamuk saja begitu bermakna

Terlebih kita yang mampu memaknai hidup dan berniat menginspirasi sesama

Semoga

(luthfimulyadi,ruangguru,18/10/23,16.27)-(MemperingatiBulanBahasaOktober2023)